Waspada! Kasus Langka Diare Jadi Gejala Serangan Jantung pada Pasien Diabetes

Berita Terkait

- Advertisement -

JAKARTA, OneSports – Diare dan serangan jantung sepintas tidak memiliki benang merah sama sekali.

Satu berurusan dengan masalah pencernaan di perut, sementara yang lain menyerang organ vital di rongga dada.

Namun, sebuah temuan medis mengejutkan baru-baru ini mengungkap kasus langka di mana serangan jantung justru ditandai dengan masalah buang air besar.

Fenomena unik ini dibagikan langsung oleh dokter spesialis jantung dari Siloam Heart Hospital, dr. Giovanno Rachmanda Maulana, SpJP, FIHA.

Menurutnya, anomali gejala ini sangat mungkin terjadi karena dipicu oleh faktor pendukung lain, yakni riwayat penyakit penyerta (komorbid) seperti diabetes.

Saraf Dada Kebas Akibat Diabetes

Dokter yang akrab disapa dr. Gio ini menjelaskan bahwa pada kondisi normal, serangan jantung memicu rasa nyeri yang luar biasa di area dada.

Namun, penyakit diabetes sering kali merusak tingkat sensitivitas saraf penderitanya.

- Advertisement -

Orang diabetes itu persarafannya tidak sensitif. Jadi bisa saja saat terjadi serangan, sakit di dadanya sama sekali tidak terasa,” jelas dr. Gio dalam sebuah temu media di Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Alarm Bahaya Lari ke Pencernaan

Meski saraf di dada mengalami mati rasa, otak manusia akan tetap bekerja keras untuk membunyikan “alarm bahaya” ke seluruh tubuh saat jantung bermasalah.

Karena saraf dada tidak merespons, sinyal peringatan ini akhirnya diambil alih oleh saraf lain yang masih berfungsi sensitif, yakni sistem saraf otonom (simpatis dan parasimpatis) di daerah usus dan perut.

Setelah itu perutnya langsung bergejolak dan memberi tanda. Mau tidak mau tubuh harus memberikan sinyal. Masa dia sakit jantung terus tubuhnya diam saja?” papar dr. Gio.

“Mungkin memang sudah didesain sedemikian rupa oleh Yang Maha Kuasa, tubuh harus mengeluarkan respons terhadap bahaya tersebut, yang mana kebetulan di saat itu wujudnya adalah diare,” tambahnya merinci proses medis tersebut.

Peringatan Ekstra untuk Lansia

Lebih lanjut, dr. Gio memberikan peringatan keras bahwa kejadian langka yang mengecoh ini sangat rentan dialami oleh pasien lanjut usia (lansia), khususnya mereka yang telah menginjak usia 60 tahun ke atas.

Sering kali keluarga atau bahkan pasien sendiri meremehkan kondisi ini karena dianggap sebagai penyakit perut biasa akibat salah makan.

Keluhannya memang tidak spesifik. Awalnya mungkin cuma diare sedikit, lalu tahu-tahu tubuhnya kekurangan elektrolit.

Masyarakat harus sadar bahwa diare yang tidak wajar bisa jadi merupakan pertanda darurat lain, contohnya serangan jantung,” pungkasnya menegaskan.

- Advertisement -

Mingguan

Kena Mental Disoraki Fans Sendiri, Karier Julian Alvarez di ...

MADRID – Saga transfer Julian Alvarez tampaknya bakal jadi bom waktu buat ruang ganti Atletico Madrid musim ini. Sang striker terlihat kena mental dan memasang...

Fans Bola Lintas Generasi: Boomer Setia Sampai Mati, Gen Z C...

JAKARTA – Coba mampir ke warkop saat malam pertandingan Liga Inggris atau Liga Champions. Kamu bakal melihat pemandangan unik: bapak-bapak yang asyik berdebat ...

Rahasia SEO Masa Kini: Cara Cerdas Panen ‘Traffic̵...

JAKARTA – Mengelola website di era digital menuntut kecepatan dalam membaca situasi pasar. Entah kamu mengelola e-commerce, portal media, atau bisnis lokal, ad...

Awas Karier Futsalmu Tamat Cepat! Ini Edukasi Pola Makan Bia...

JAKARTA – Sering ngerasa ngilu mendadak di engkel atau lutut habis main bola? Jangan buru-buru nyalahin sepatu atau kerasnya lapangan. Bisa jadi, itu serangan ...

Trending

Cari Kaca Film Berkualitas di Bali? Kunjungi Kevin...

Memilih kaca film original bukan sekadar soal gaya, tetapi investasi perlindungan dari terik matahari Bali. Simak panduan menghindari produk abal-abal agar interior mobil Anda tetap awet dan sejuk.

Juara Bertahan Kian Perkasa! Arsenal Amankan Trans...

Ditengah krisis cedera William Saliba, Mikel Arteta bergerak cepat memperkuat lini pertahanan The Gunners sekaligus memanfaatkan eksodus bintang di skuad Unai Emery.

Julian Alvarez Diklaim Jadi Kepingan Terakhir Menu...

Tampil dominan di dua laga pembuka, skuad asuhan Mikel Arteta dinilai tinggal membutuhkan satu penyerang tajam untuk mengawinkan gelar Premier League dan Liga Champions.
Brosur penawaran jasa pembuatan artikel sepak bola dari onesports.id
RajaBackLink.com