ONESPORTS.ID – Tim Nasional Amerika Serikat (USMNT) harus menelan pil pahit dalam laga uji coba pamungkas mereka sebelum terjun ke putaran final Piala Dunia 2026. Menghadapi lawan tangguh Jerman di Soldier Field, Chicago, skuad asuhan Mauricio Pochettino tumbang dengan skor tipis 1-2.
Sebenarnya, Christian Pulisic dan kolega tampil cukup impresif secara keseluruhan. Mereka mendominasi jalannya babak pertama dengan formasi tim utama dan sukses mengimbangi perlawanan tim peringkat ke-10 dunia tersebut hingga turun minum.
Namun, dominasi dan taktik pressing tinggi yang berjalan mulus itu harus kandas akibat satu penyakit lama yang terus berulang: blunder lini belakang.
Kai Havertz Menggebrak, Antonee Robinson Membalas
Laga baru berjalan dua menit, gawang Amerika Serikat sudah bergetar. Bintang Arsenal, Kai Havertz, yang sedang on-fire, sukses menanduk umpan tendangan bebas dari Josh Kimmich. Gol cepat ini tak lepas dari kesalahan bek tengah Miles Robinson yang gagal mengawal pergerakan Havertz.
Meski tertinggal cepat, mental para pemain USMNT tidak goyah. Lewat menit ke-10, sistem pressing yang diterapkan Pochettino mulai mengacaukan ritme permainan Jerman.
Usaha tak kenal lelah Amerika Serikat akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-38. Bek kiri Antonee Robinson melepaskan sebuah tendangan voli keras nan spektakuler dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau kiper Jerman, membuat skor kembali imbang 1-1.
Leroy Sane Jadi Penentu, Penyakit Pertahanan Kembali Terlihat
Memasuki babak kedua, Pochettino tetap mempertahankan komposisi tim intinya. Sayangnya, efektivitas permainan Amerika Serikat mulai mengendur, sementara Jerman perlahan kembali mengambil alih dominasi lapangan.
Petaka kembali menghampiri gawang Matt Freese akibat lambatnya barisan pertahanan dalam menutup ruang tembak lawan. Kali ini, Leroy Sane berhasil melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang sedikit berbelok arah (deflect), mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tamu.
Taktik Pochettino Dipuji, Keputusan Skuad Disorot
Secara taktis, Mauricio Pochettino layak mendapat apresiasi tinggi. Skema pressing dan transisi permainannya sukses merepotkan salah satu tim terkuat di Eropa tersebut. Gelandang Tyler Adams bahkan tampil luar biasa bak monster di lini tengah dengan catatan 9 tekel sukses dan 11 aksi defensif.
Namun, kelemahan mendasar di sektor bek tengah menjadi sorotan utama. Penampilan buruk Miles Robinson yang bertanggung jawab atas dua gol Jerman memunculkan kekhawatiran besar. Keputusan Pochettino membawa Robinson dan mengabaikan opsi bek tengah lain dinilai sebagai blunder rotasi terbesarnya musim panas ini.
Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Amerika Serikat yang belum pernah menang melawan tim Eropa sejak Desember 2021. Kini, USMNT harus segera berbenah jelang laga pembuka Grup D Piala Dunia 2026 melawan Paraguay pada 12 Juni mendatang.



