Laga big match UEFA Nations League A Grup 3 antara Timnas Inggris melawan Timnas Spanyol menyajikan drama lima gol yang menegangkan. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Wembley, London, Minggu (27/9/2026) dini hari WIB, skuad The Three Lions harus menelan pil pahit usai terkena comeback dan takluk 2-3 dari sang juara dunia.
Inggris mengawali laga dengan mimpi buruk. Pertandingan belum genap berjalan dua menit, bek Marc Guehi melakukan blunder fatal di area pertahanan yang langsung dihukum oleh gol kilat wonderkid Spanyol, Lamine Yamal.

Tertinggal cepat tak membuat skuad asuhan Thomas Tuchel panik. Inggris perlahan bangkit dengan meningkatkan tempo permainan dan menerapkan pressing tinggi.
Hasilnya, ketenangan La Furia Roja mulai goyah. Tuan rumah sukses membalikkan keadaan menjadi 2-1 sebelum turun minum lewat gol Anthony Gordon (36′) dan sang kapten, Harry Kane (40′).
Memasuki babak kedua, Inggris sejatinya memiliki momentum emas untuk membunuh pertandingan. Pada menit ke-54, Jude Bellingham dilanggar di kotak terlarang. Nahas, Harry Kane yang maju sebagai eksekutor justru terpeleset sehingga tendangan penaltinya gagal membuahkan gol.
Kegagalan penalti tersebut menjadi titik balik (turning point) yang membangkitkan moral Spanyol. Pelatih Luis de la Fuente melakukan pergantian taktis yang genius dengan memasukkan Alex Baena dan Mikel Oyarzabal.

Hasilnya terbukti instan. Baena sukses menyamakan kedudukan lewat tembakan jarak jauh. Sekitar 15 menit berselang, Baena kembali menjadi mimpi buruk Inggris setelah umpan matangnya sukses dikonversi menjadi gol kemenangan oleh Oyarzabal, yang memanfaatkan blunder dari bek Nico O’Reilly.
“Kami memainkan 15 menit terbaik di laga ini seusai turun minum, tetapi tidak bisa mengonversi penalti. Jika mampu, Spanyol mungkin akan merasa laju tidak terkalahkan mereka akan berakhir di sini,” sesal pelatih Inggris, Thomas Tuchel, pascalaga.
Hal senada juga diungkapkan oleh Mikel Oyarzabal. Pahlawan kemenangan Spanyol itu mengakui bahwa kegagalan penalti Kane adalah momen krusial. “Lagi-lagi kami diuntungkan dan (penalti Kane yang gagal) jadi titik balik kami serta mereka,” ungkapnya.

Meski kebobolan tiga gol akibat kesalahan barisan pertahanan, kiper Inggris James Trafford tetap mengambil sisi positif dari laga tersebut. “Kami menunjukkan banyak keberanian. Jelas kami adalah tim papan atas, dan kami menunjukkannya setiap kali bermain. Jelas kami hanya harus menghentikan gol-gol (mudah) itu,” tegas kiper milik Burnley tersebut.
Dengan hasil ini, Spanyol sukses memperpanjang rekor fantastis mereka menjadi 39 pertandingan tak terkalahkan di semua ajang, sekaligus memuncaki klasemen Grup 3. Sementara itu, Inggris harus segera berbenah untuk menatap laga tandang melawan Republik Ceko pada tengah pekan depan.