Malam magis akhirnya tercipta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Penantian panjang Skuad Garuda tuntas dengan gelar Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026. Pada laga final yang menguras fisik dan mental, Indonesia menumbangkan perlawanan alot Thailand melalui drama adu penalti setelah skor terkunci imbang hingga babak perpanjangan waktu usai.
Kemenangan bersejarah di hadapan 60.000 pendukung setia ini mengukuhkan dominasi baru di kancah sepak bola Asia Tenggara. Tiga bintang lapangan yang tampil brilian sepanjang turnamen, yakni Ole Romeny, Luke Vickery, dan Dean James, membagikan reaksi emosional mereka kepada FIFA usai memastikan gelar juara.
Ole Romeny: Kemenangan untuk Keluarga Besar Indonesia
Bagi sosok penyerang andalan, Ole Romeny, momen Timnas Indonesia juara memiliki arti yang melampaui raihan trofi itu sendiri. Ia merasakan energi magis dari puluhan ribu suporter yang memadati tribun stadion.
“Ini sangat berarti, sangat luar biasa berarti. Ketika saya melihat ke arah kerumunan penonton, para pemain, dan semua orang, ini sangat bermakna bagi Indonesia. Kami sangat bangga dan merasa layaknya satu keluarga besar,” ujar Romeny seperti dilansir laman resmi FIFA.
Romeny menegaskan bahwa mengenakan seragam Merah Putih selalu memberikan kehormatan mutlak. Bermain di kandang sendiri memberikan dorongan tenaga ekstra yang menjadi kunci ketahanan mental tim dalam melewati laga hidup-mati tersebut.

Luke Vickery: Emosi Rollercoaster di Laga Puncak
Jalannya pertandingan final melawan Thailand diakui sangat menegangkan oleh gelandang Luke Vickery. Tarik-menarik momentum yang terus berganti selama waktu normal, hingga penentuan nasib via titik putih, membuat laga ini layaknya wahana emosi bagi para pemain di atas lapangan hijau.
“Sangat sulit mendeskripsikan pertandingan seperti ini. Ada begitu banyak emosi, begitu banyak perubahan momentum,” ungkap Vickery menggambarkan ketatnya duel final tersebut.
Meski sukses mencatatkan namanya sebagai pencetak gol dan penyumbang assist di turnamen perdananya bersama Garuda, Vickery memilih membumi. “Saya ingin terus berkembang. Tapi pada akhirnya, kami keluar sebagai juara dan hanya itulah yang terpenting,” tegasnya memprioritaskan prestasi kolektif tim.

Dean James: Momen Magis Gol Perdana di GBK
Bagi Dean James, malam penobatan Timnas Indonesia juara ini membawa catatan sejarah personal yang sangat istimewa. Ia berhasil mencetak gol internasional pertamanya untuk Merah Putih tepat di panggung terbesar turnamen tersebut.
“Rasanya sungguh luar biasa bisa mencetak gol pertama saya untuk Indonesia di kompetisi ini, terutama di partai final. Saya sangat gembira kami akhirnya memenangkan pertandingan,” kata James antusias.
Lebih dari sekadar memecah kebuntuan, James mengaku takjub dengan atmosfer bergemuruh yang diciptakan oleh 60.000 suporter di SUGBK. Dukungan tanpa henti tersebut diakuinya sangat sulit dijabarkan dengan kata-kata dan menjadi pengalaman paling berharga dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Indonesia.