- Advertisment -
BerandaPremier LeagueAnalisis Kinerja Nicolas Jackson: Antara Ekspektasi Tinggi dan Realitas Liga Premier
- Advertisment -

Analisis Kinerja Nicolas Jackson: Antara Ekspektasi Tinggi dan Realitas Liga Premier

- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisement -

Nicolas Jackson mengalami penampilan yang mengecewakan ketika Chelsea mengalami kekalahan 1-2 dari Wolverhampton. Mauricio Pochettino, manajer Chelsea, dengan tegas membela penyerang muda tersebut.

Jackson bertahan selama 80 menit di lapangan Stadion Molineux pada malam Minggu (24/12/2023). Dalam pertandingan tersebut, dia berhasil menciptakan dua umpan kunci, namun hanya melepaskan satu tembakan, yang sayangnya diblokir.

Pochettino kemudian memutuskan untuk menggantikan Jackson dengan Noni Madueke. Meskipun keputusan ini mendapat sorakan kurang puas dari sebagian penonton, Pochettino menegaskan bahwa tidak adil untuk menyalahkan sepenuhnya Nicolas Jackson. Performa Jackson tercatat dengan mencetak tujuh gol dalam 17 pertandingan bersama Chelsea di Premier League. Namun, catatan tersebut menunjukkan hanya satu gol dalam enam pertandingan terakhir.

Kekalahan ini membuat Chelsea tetap bertengger di posisi ke-10 klasemen, tertinggal 14 poin dari Tottenham Hotspur yang berada di empat besar. Pochettino memahami frustrasi para suporter, tetapi ia menekankan perlunya melihat ekspektasi yang tinggi terhadap pemain muda tersebut.

“Saya tidak mendengar respons dari para penggemar, namun, kami berharap melibatkan Nkunku dan [Raheem] Sterling di posisi penyerang tengah,” ungkap Pochettino dalam wawancara dengan Evening Standard.

“Ini selalu berkaitan dengan ekspektasi, bagaimana kita mengelola dan menetapkan standar. Jika kita membandingkan Jackson dengan penyerang lain yang memulai di usia yang sama di liga baru, dia telah mencetak sejumlah gol yang mengesankan. Ini bukan soal menyalahkan dia.”

Pochettino menambahkan, “Saya rasa kita harus memahami rasa frustrasi para penggemar. Ketika kami gagal mencetak gol, itu bukan hanya tanggung jawab satu pemain, melainkan tanggung jawab semua pemain ofensif. Sepakbola adalah olahraga tim, olahraga kolektif, di mana kita tidak bisa menyalahkan satu individu saja. Nicolas masih muda, berada di panggung Premier League dengan tekanan besar, terutama karena kami adalah Chelsea. Di klub ini, ada tekanan untuk tampil maksimal dan memberikan performa terbaik,” tandas Pochettino.

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -