Clarence Seedorf, 4 Trofi Liga Champions Dengan 3 Klub Berbeda

ONESPORTS.ID - Rekor yang diukir oleh Clarence Seedorf, 4 trofi Liga Champions dalam 3 klub berbeda sepertinya sangat sulit dipecahkan hingga saat ini.

Clarence Seedorf sangat dicintai oleh trofi Liga Champions. Terbukti, dirinya menjuarai si kuping besar empat kali dengan tiga klub berbeda.

Karir sepakbola Seedorf dimulai di klub Belanda, Ajax Amsterdam. Bersama akademi Ajax yang terkenal dan menjadi pemain Eredivisie termuda klub ketika ia melakukan debutnya pada tahun 1992, saat berusia 16 tahun.

Tiga tahun bersama de Godenzonen, ia meraih sejumlah prestasi bergengsi. Gelar juara Eredivisi musim 1994 dan 1995 merupakan awal kesuksesannya.

Clarence Seedorf dan generasi emas Ajax Amsterdam saat final Liga Champions 1995. (UCL)
Clarence Seedorf dan generasi emas Ajax Amsterdam saat final Liga Champions 1995. (UCL)

Generasi emas Ajax kala itu yang menampilkan nama-nama seperti Edwin van der Sar, Frank Rijkaard, Finidi George, Ronald de Boer, Frank de Boer, Marc Overmars, dan Edgar Davids.

Puncaknya pada tahun 1995, Seedorf yang saat itu masih berusia 19 tahun mengantarkan Ajax merebut gelar juara Liga Champions di Wina yang tak terlupakan. Tim yang dikalahkan Ajax pada final itu adalah AC Milan yang merupakan juara bertahan.

Cuplikan Gol-Gol Terbaik Clarence Seedorf

Sukses diliga domestik membuat Clarence Seedorf mencoba peruntungannya untuk hijrah ke klub Serie A, Sampdoria. Sayangnya, dirinya hanya mampu bertahan selama satu musim. Hingga tahun 1996 raksasa Real Madrid menyelamatkan karirnya.

Keberuntungan kembali menghampiri pemain kelahiran 1 April itu. Dalam waktu empat musim, Seedorf membawa Los Blancos merajai sepakbola Spanyol dan Eropa. Satu gelar Liga Champions 1997/1998 membuat dirinya menjadi pemain besar.

Baca juga : Gennaro Gattuso, Sempat Mendapat Sindiran Seperti “Kucing”

Sukses di Spanyol, membuat pemain kelahiran Paramaribo itu kembali ke Italia bersama Inter Milan. Namun kesuksesan urung menghampirinya. Tidak satupun gelar juara berhasil diraih selama dua tahun. Inter malah memilih menjuak Seedorf ke rival sekota.

Takdir tidak dapat dihindari, baru semusim berseragam Rossoneri, gelandang timnas Belanda itu langsung mempersembahkan juara Liga Champions keenam bagi AC Milan pada tahun 2003.

Seedorf, Kaka dan Paolo Maldini. (@acmilan)
Seedorf, Kaka dan Paolo Maldini. (@acmilan)

Gelar itu sekaligus mengokohkan dirinya sebagai permain pertama yang sukses menjuarai tiga gelar Eropa bersama tiga klub berbeda. Seedorf sebenarnya bisa memperpanjang prestasi dikompetisi bergengsi antar klub Eropa itu.

Sialnya, saat bertemu Liverpool difinal UCL tahun 2005, Milan takluk dalam drama adu penalti. Barulah setelah dua tahun berlalu, Clarence Seedorf baru bisa meraih gelar keempat juara Liga Champions.

Takdir dan keberuntungan merupakan faktor terpenting. Tapi kami mampu melaksanakan tugas ini dengan baik setelah awalnya mengalami banyak kesulitan. “Saya senang bisa juara Liga Champions lagi,” ucap Seedorf.

Sejarah baru pun tercipta oleh pria asal Belanda tersebut bersama AC Milan. Empat gelar juara bersama tiga klub dari negara berbeda akan sangat sulit disamakan oleh pemain lain hingga saat ini.

Berita Lainya :

All

Liga Champions Begins, Jadwal Pembuka Babak Penyisihan Grup

Liga Champions 2020/2021 kembali bergulir. Jadwal pembuka babak penyisihan grup untuk menentukan tim yang lolos akan dimulai nanti malam. Kompetisi si kuping besar yang kembali...

AS Roma Berpesta Gol 5-2 Kontra Benevento

AS Roma berpesta gol kegawang Benevento dalam lanjutan Liga Italia Serie A pekan keempat yang digelar distadion Olimpico. Sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-'5...

Ibrahimovic Brace, AC Milan Menang Derby Della Madonnina

Ibrahimovic sukses catatkan brace atau dua gol untuk membawa AC Milan menang derby della madonnina kontra tim sekota, Inter Milan. Rossoneri kembali melanjutkan laju yang...

Inter Milan vs AC Milan, Pembuktian Tuntaskan Dendam

Inter Milan vs AC Milan, bigmatch Serie A pekan ini. Laga ini sekaligus menjadi pembuktian untuk tuntaskan dendam dalam derby sebelumnya. Il Nerazzurri yang berstatus...

Manchester City vs Arsenal, Adu Taktik Guru dan Murid

Manchester City vs Arsenal, pertandingan ini akan menjadi pertarungan antara sang guru, Pep Guardiola dengan anak didiknya Mikel Arteta. Duel kedua tim menjadi sangat penting...

Everton vs Liverpool, Keroposnya Pertahanan The Reds

Everton vs Liverpool, keroposnya lini pertahanan The Reds akan diuji oleh penyerang-penyerang The Toffees yang sedang onfire. Akhir pekan ini pecinta Premier League akan menyaksikan...

Terpapar Covid-19, Cristiano Ronaldo Memilih Karantina di Italia

Terpapar Covid-19, Cristiano Ronaldo lebih memilih untuk menjalani karantina mandiri di Italia ketimbang dinegaranya sendiri, Portugal. Federasi sepakbola Portugal menyatakan CR7 tidak mengalami gejala apapun...

Sepak Bola