Wajib di Ketahui Skema ” Ponzi ” Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya

- Advertisement -

Ponzi adalah skema investasi yang tidak jujur dimana imbal hasil dibayarkan kepada investor yang ada dari dana yang dikontribusikan oleh investor baru, bukan dari keuntungan yang diperoleh. Skema ini dinamakan setelah Charles Ponzi, yang menjalankan skema tersebut di awal abad 20.

Skema Ponzi biasanya ditawarkan oleh individu atau perusahaan yang menjanjikan imbal hasil tinggi dengan risiko rendah.

Mereka sering menggunakan metode yang sama dengan skema piramida, yaitu mengajak orang lain untuk bergabung dan menarik uang dari orang-orang yang baru bergabung.

Namun, perbedaan utama adalah bahwa dalam skema Ponzi, investor tidak dapat menarik uang mereka kembali karena dana tersebut digunakan untuk membayar imbal hasil kepada investor lain.

Sebagai contoh, seorang penipu mungkin menawarkan imbal hasil sebesar 20% per bulan dengan dana yang diinvestasikan dalam perusahaan yang tidak jelas atau produk yang tidak jelas.

Investor yang tertarik mungkin akan menginvestasikan uang mereka, dan penipu akan menggunakan dana tersebut untuk membayar imbal hasil kepada investor yang sudah ada.

Namun, ketika jumlah investor baru tidak lagi cukup untuk membayar imbal hasil kepada investor yang sudah ada, skema akan runtuh dan investor akan kehilangan uang mereka.

Skema Ponzi sangat berbahaya karena investor tidak dapat mengetahui kondisi sebenarnya dari investasi yang dilakukan.

Selain itu, skema ini sering dikelola oleh individu atau perusahaan yang tidak berlisensi dan tidak diatur oleh pemerintah.

Oleh karena itu, penting bagi investor untuk selalu berhati-hati dan melakukan riset sebelum menginvestasikan uang mereka.

Jika seseorang menawarkan imbal hasil yang tidak masuk akal, sebaiknya menjauh dari skema tersebut dan melaporkan kepada pihak berwajib jika diperlukan.

Sejarah skema Ponzi di dunia dimulai pada tahun 1920-an

Sejarah skema Ponzi di dunia dimulai pada tahun 1920-an, ketika seorang imigran Italia bernama Charles Ponzi memperkenalkan skema investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi dengan risiko rendah.

Ia menawarkan imbal hasil sebesar 50% dalam waktu 90 hari dengan menggunakan arbitrase surat-surat berharga internasional.

Ponzi mengumpulkan dana dari investor dan menjanjikan untuk menggunakannya untuk membeli surat-surat berharga di negara asing dengan harga yang lebih rendah dan menjualnya di negara lain dengan harga yang lebih tinggi.

Namun, sebenarnya Ponzi tidak melakukan investasi tersebut dan hanya menggunakan dana dari investor baru untuk membayar imbal hasil kepada investor yang sudah ada.

- Advertisement -

Skema Ponzi Ponzi berkembang pesat dalam beberapa bulan, dan ia mengumpulkan dana sebesar $15 juta dari ribuan investor.

Namun, pada akhirnya, kerugian Ponzi ditangkap oleh otoritas dan dituntut atas tindakan penipuannya. Ponzi ditahan dan dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun.

Sebagai hasil dari skandal Ponzi, banyak negara mengambil tindakan untuk mencegah skema investasi yang tidak jujur seperti ini.

Namun, skema Ponzi masih saja muncul dari waktu ke waktu, dengan para penipu yang mencoba meniru metode Ponzi untuk menipu investor.

Sampai saat ini, skema Ponzi masih merupakan ancaman bagi investor dan pemerintah tetap berusaha untuk mencegah skema ini dengan meningkatkan pengawasan dan pemberian sanksi bagi pelaku yang terbukti melakukan tindakan penipuan.

Namun, sebagai investor, penting untuk selalu berhati-hati dan melakukan riset sebelum menginvestasikan uang Anda dan jangan pernah tergiur dengan imbal hasil yang tidak masuk akal.

Kenapa dinamakan huruf konsonan? Konsonan adalah bunyi/ujaran bahasa yang terjadi karena ada udara yang keluar dari paru-paru mendapat hambatan, konsonan disebut juga huruf mati.
Mengenal Ciri-ciri Skema Ponzi Agar Kamu Terhindari

Mengenal Ciri-ciri Skema Ponzi Agar Kamu Terhindari

Seringkali, investor tidak dapat mengetahui bahwa mereka sedang terlibat dalam skema Ponzi sampai saat itu terlambat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri dari skema Ponzi sehingga dapat dihindari.

Imbal hasil yang tidak masuk akal

Penipu Ponzi sering menjanjikan imbal hasil yang tidak masuk akal, seperti tingkat pengembalian yang jauh di atas rata-rata pasar. Ini adalah salah satu tanda utama dari skema Ponzi.

Risiko yang rendah

Penipu Ponzi sering mengatakan bahwa investasi mereka sangat aman dan tidak memiliki risiko. Namun, dalam kenyataannya, setiap investasi memiliki risiko dan tidak ada investasi yang benar-benar tanpa risiko.

Investasi yang tidak jelas

Penipu Ponzi sering menyembunyikan informasi tentang investasi yang dilakukan, seperti produk atau perusahaan yang digunakan. Mereka mungkin juga mengatakan bahwa investasi mereka adalah rahasia atau khusus.

Keharusan untuk menarik uang

Penipu Ponzi sering menekan investor untuk tidak menarik uang mereka dari investasi, karena dana tersebut digunakan untuk membayar imbal hasil kepada investor lain.

Referensi dari teman atau keluarga

Penipu Ponzi sering menggunakan referensi dari teman atau keluarga untuk menarik investor baru. Jika seseorang menawarkan investasi yang didukung oleh teman atau keluarga, sebaiknya melakukan riset dan mengecek dengan otoritas yang berwenang sebelum menginvestasikan uang Anda.

Registrasi yang tidak jelas

Skema Ponzi tidak diatur oleh pemerintah dan tidak terdaftar dengan otoritas yang berwenang, seperti OJK.

Sebagai investor, penting untuk selalu berhati-hati dan melakukan riset sebelum menginvestasikan uang Anda. Jika seseorang menawarkan imbal hasil yang tidak masuk akal atau tidak memberikan informasi yang cukup tentang investasi, sebaiknya menjauh dari skema tersebut dan melaporkan kepada otoritas yang berwenang jika diperlukan.

Beberapa Tips agar kamu terhindar dari Skema Ponzi

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara untuk menghindari skema Ponzi agar dapat menjaga uang Anda aman. Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari skema Ponzi:

Jangan tergiur dengan imbal hasil yang tidak masuk akal

- Advertisement -

Skema Ponzi sering menjanjikan imbal hasil tinggi dengan risiko rendah, namun hal ini tidak realistis dan merupakan tanda utama dari skema Ponzi.

Melakukan riset sebelum menginvestasikan uang Anda

Jika seseorang menawarkan investasi yang tidak jelas, sebaiknya melakukan riset dan mengecek dengan otoritas yang berwenang seperti OJK atau BAPPEBTI untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut terdaftar dan diatur.

Menghindari investasi yang tidak diatur oleh pemerintah

Skema Ponzi tidak diatur oleh pemerintah dan tidak terdaftar dengan otoritas yang berwenang, sehingga penting untuk menghindari investasi yang tidak diatur.

Menghindari investasi yang hanya dapat ditarik dengan syarat

Skema Ponzi sering menekan investor untuk tidak menarik uang mereka dari investasi, karena dana tersebut digunakan untuk membayar imbal hasil kepada investor lain.

Jangan percaya pada referensi dari teman atau keluarga

Penipu Ponzi sering menggunakan referensi dari teman atau keluarga untuk menarik investor baru. Jika seseorang menawarkan investasi yang didukung oleh teman atau keluarga, sebaiknya melakukan riset dan mengecek dengan otoritas yang berwenang sebelum menginvestasikan uang Anda.

Beberapa Tugas OJK yang Harus Kamu Ketahui

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga pemerintah yang bertugas untuk mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan di Indonesia. OJK dibentuk pada tahun 2011 melalui Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Tugas OJK meliputi:

  • Menyelenggarakan pengaturan dan pengawasan atas kegiatan usaha di bidang jasa keuangan
  • Menyelenggarakan pengaturan dan pengawasan atas perusahaan jasa keuangan
  • Menyelenggarakan pengaturan dan pengawasan atas lembaga keuangan bukan bank
  • Menyelenggarakan pengaturan dan pengawasan atas sistem pembayaran
  • Memberikan nasihat dan rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka pengembangan jasa keuangan
  • Melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana di bidang jasa keuangan
  • Melakukan kerjasama dengan lembaga pemerintah dan swasta di bidang jasa keuangan.

OJK juga bertanggung jawab untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah di bidang jasa keuangan, seperti skema Ponzi, penipuan investasi, dan masalah-masalah lainnya yang dapat merugikan investor.

Untuk kamu yang Penasaran Onesports.id Beberapa Langkah yang dapat kamu gunakan untuk mengetahui bahwa prusahaan tersebut diawasi Ojk atau Tidak.

Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah perusahaan terdaftar di OJK & BAPPEBTI :

Cek Website OJK: Anda dapat mengunjungi website OJK (www.ojk.go.id) dan memasukkan nama perusahaan yang ingin dicari di kolom pencarian. Informasi tentang perusahaan yang terdaftar di OJK akan muncul, termasuk status perusahaan, jenis usaha, dan alamat kantor.

  • Cek daftar perusahaan yang terdaftar OJK juga menyediakan daftar perusahaan yang terdaftar di sektor jasa keuangan di website-nya, seperti perusahaan asuransi, perusahaan dana pensiun, perusahaan pembiayaan, dll.
  • Menghubungi OJK: Anda juga dapat menghubungi OJK melalui email, telepon atau datang langsung ke kantor OJK untuk memastikan apakah perusahaan tersebut terdaftar atau tidak.
  • Melakukan pengecekan dengan BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) jika perusahaan yang ingin di cek adalah perusahaan yang bergerak dalam perdagangan berjangka.

Sebagai Investor, sebaiknya melakukan riset dan mengecek dengan OJK atau BAPPEBTI sebelum menginvestasikan uang Anda, karena perusahaan yang terdaftar di OJK atau BAPPEBTI telah melewati proses verifikasi dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

- Advertisement -

Top News

Latest News