MUNICH, OneSports – Berstatus sebagai salah satu penyerang paling mematikan di era sepak bola modern tak membuat Harry Kane lupa pada sosok-sosok legendaris yang menginspirasinya.
Saat ditanya mengenai siapa striker legendaris yang menjadi idolanya, ujung tombak Bayern Munich itu tanpa ragu menyebut nama legenda Juventus, Alessandro Del Piero.
Ketajaman Kane di atas lapangan hijau memang sudah tak perlu diragukan lagi.
Rekam jejaknya sangat mentereng; ia tercatat pernah meraih tiga trofi top skor Premier League, serta menyabet sepatu emas di Piala Dunia 2018, Piala Eropa, hingga dua kali menjadi pencetak gol terbanyak di ajang Bundesliga Jerman.
Mesin Gol yang Belum Menua
Memasuki musim 2025/2026, usia Harry Kane memang sudah menginjak 32 tahun. Namun, insting pembunuhnya di depan gawang lawan sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda penuaan atau penurunan performa.
Sepanjang musim ini bergulir, kapten Timnas Inggris tersebut telah sukses memberondong gawang lawan dengan torehan fantastis 49 gol hanya dari 41 penampilannya di semua kompetisi bersama Die Roten.
Mengingat musim kompetisi belum sepenuhnya usai, pundi-pundi gol tersebut tentu masih berpeluang besar untuk terus bertambah.
Kekaguman pada Il Pinturicchio
Meski telah sukses mengukir namanya sendiri dalam buku sejarah sepak bola Eropa, Kane tetap menaruh rasa hormat dan kekaguman yang tinggi pada para pendahulunya.
Melansir dari laporan Tribuna, ketika Kane diberi pertanyaan seputar penyerang legendaris favoritnya, nama Alessandro Del Piero langsung keluar dari mulutnya.
“Del Piero? Dia adalah salah satu yang terbaik,” ungkap Kane penuh kekaguman.
“Saya tumbuh besar dengan menonton pemain-pemain penyerang hebat seperti dirinya,” sambung mantan mesin gol Tottenham Hotspur tersebut.
Pilihan Kane terbilang sangat beralasan dan bisa dipahami oleh banyak pihak. Bagi para penikmat sepak bola era 90-an hingga awal 2000-an, nama Alessandro Del Piero adalah jaminan mutu di atas lapangan.
Legenda setia Juventus dan Timnas Italia yang membela panji Si Nyonya Tua dari tahun 1993 hingga 2012 itu dikenal memiliki gaya bermain yang sangat elegan.
Del Piero bukanlah sekadar target man konvensional yang hanya menunggu bola di kotak penalti.
Ia adalah pemain serbabisa yang fasih menempati posisi gelandang serang, second striker, hingga menjadi ujung tombak utama. Tak heran jika sentuhan teknik berkelasnya membekas kuat di ingatan seorang Harry Kane hingga saat ini.

