- Advertisment -
BerandaPremier LeagueKrisis Produktivitas Gol: Tantangan Besar yang Menghantui Manchester United
- Advertisment -

Krisis Produktivitas Gol: Tantangan Besar yang Menghantui Manchester United

- Advertisment -
- Advertisement -

Manchester United (MU) tengah dilanda kendala serius dalam mencetak gol, dan mantan gelandang legendaris, Paul Scholes, menyatakan bahwa masalah ini telah mencapai tingkat memalukan.

Tim ‘Setan Merah’ kembali gagal menyarangkan bola ke gawang lawan saat mengalami kekalahan 0-2 di kandang West Ham United pada Sabtu (23/12/2023) lalu. Meskipun tampil dominan, MU kesulitan menciptakan ancaman nyata kepada lawan, menjadikan kekalahan ini sebagai yang kedelapan dari 18 pekan pertandingan musim ini.

Statistik menunjukkan bahwa ini adalah ketujuh kalinya musim ini MU gagal mencetak gol. Mereka hanya berhasil mencetak 18 gol sejauh ini dan memiliki selisih gol negatif karena kebobolan sebanyak 23 kali.

Dengan performa produktivitas gol yang kurang memuaskan ini, MU hanya unggul sedikit dari tim juru kunci Sheffield United. Paul Scholes menilai kondisi ini tidak sesuai dengan ekspektasi terhadap tim, terutama mengingat sejumlah pemain depan didatangkan dengan harga yang tinggi.

“United menghadapi masalah serius terkait produktivitas gol. Mereka kesulitan menciptakan peluang. Setiap pemain tampak kesulitan dengan kepercayaan diri dalam serangan,” ujar Scholes seperti dilaporkan oleh BBC.

“Impian para penyerang adalah untuk meningkatkan performa mereka, menemukan kembali kepercayaan diri, dan menjadi ancaman yang nyata bagi lawan. Saat ini, tidak terlihat ancaman dari tim ini. Ini adalah situasi yang memerlukan perbaikan mendalam.”

“Saat banyak uang diinvestasikan pada pemain, tentu ada harapan lebih besar pada mereka. Marcus Rashford juga belum menunjukkan performa terbaiknya. Bertahan mungkin bisa diajarkan dengan lebih mudah, namun mengajarkan cara mencetak gol, itu yang paling sulit. Itu seharusnya datang dari inisiatif para pemain sendiri. Jujur, MU kekurangan kreativitas dalam hal ini.”

“Semakin memprihatinkan, masalah utamanya adalah kurangnya kreativitas. Saya pernah melihat adanya koneksi dalam 18 bulan terakhir, yaitu antara Eriksen dan Fernandes,” tambah Scholes.

- Advertisement -
- Advertisment -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -