OneSportsID – Menjaga kesehatan selama masa kehamilan adalah prioritas utama bagi setiap calon ibu. Namun, risiko terserang flu sering kali meningkat karena sistem imun yang sedang bekerja ekstra, terutama jika lingkungan sekitar juga sedang terpapar virus. Gejala seperti bersin, batuk, pilek, demam, hingga sakit kepala tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga bisa memicu dehidrasi atau penurunan nafsu makan yang jika dibiarkan dapat mengganggu kesehatan janin. Oleh karena itu, penggunaan obat flu yang tepat sangat dianjurkan untuk mempercepat penyembuhan.
Namun, satu hal yang harus digarisbawahi adalah ketelitian dalam memilih produk. Tidak semua obat flu yang dijual bebas di pasaran aman bagi ibu hamil. Beberapa bahan aktif seperti pseudoephedrine, phenylpropanolamine, dan ibuprofen sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama masa kehamilan. Sebaliknya, bahan-bahan seperti paracetamol, diphenhydramine, loratadine, hingga ekstrak alami seperti echinacea dan zinc dinilai aman dan efektif.
Berikut adalah panduan lengkap berbagai merek obat flu yang bisa ditemukan di apotek dan aman digunakan oleh ibu hamil:
1. Penurun Demam dan Pereda Nyeri: Panadol Kaplet Jika gejala flu disertai dengan demam tinggi, sakit kepala, atau badan pegal-pegal, Panadol Kaplet menjadi salah satu pilihan utama. Mengandung 500 mg paracetamol, obat ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menurunkan suhu tubuh dan meredakan rasa sakit. Bumil dapat mengonsumsi 1–2 kaplet sebanyak 3–4 kali sehari sesuai kebutuhan.
2. Mengatasi Gejala Alergi dan Bersin: Alerhis Tablet Untuk meredakan hidung meler, bersin-bersin, hingga mata berair, Alerhis Tablet yang mengandung 10 mg loratadine sangat ampuh digunakan. Loratadine termasuk golongan antihistamin yang aman bagi kehamilan karena bekerja dengan mengurangi produksi lendir tanpa risiko berlebih bagi janin. Dosisnya cukup praktis, yakni satu tablet sehari.
3. Meredakan Batuk Berdahak: Bisolvon Tablet & Benadryl Sirup Batuk sering kali menyertai flu dan membuat pernapasan terasa berat. Bisolvon Tablet dengan kandungan bromhexine 8 mg berfungsi mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan. Sementara itu, Benadryl Sirup menawarkan kombinasi diphenhydramine dan amonium klorida yang tidak hanya meluruhkan dahak, tetapi juga meredakan gatal pada tenggorokan.
4. Mengatasi Sakit Tenggorokan: Degirol Sakit tenggorokan saat menelan sering kali menjadi awal dari gejala flu. Degirol adalah tablet isap yang mengandung dequalinium chloride, zat yang mampu membunuh kuman penyebab infeksi ringan di area mulut dan tenggorokan. Bumil bisa mengisap satu tablet setiap 3–4 jam layaknya mengonsumsi permen.
5. Mengatasi Hidung Tersumbat: Sterimar & Vicks Bagi ibu hamil yang ingin meminimalisir obat minum, penggunaan semprot hidung seperti Sterimar Nasal Hygiene Spray sangat direkomendasikan. Menggunakan bahan alami air laut, produk ini membersihkan rongga hidung dari lendir dan melembapkannya. Pilihan lain adalah Vicks Inhaler atau Vicks Vaporub yang menggunakan aroma mentol, camphor, dan minyak eukaliptus untuk melegakan pernapasan secara topikal (oles) maupun hirup.
6. Pilihan Praktis dan Alami: Plossa & Imboost Plossa Press & Soothe Aromatics Eucalyptus menawarkan multifungsi sebagai inhaler sekaligus minyak oles untuk meredakan sakit kepala. Sedangkan untuk memperkuat daya tahan tubuh dari dalam, Imboost Tablet yang mengandung ekstrak echinacea dan zinc picolinate dapat dikonsumsi 2–3 kali sehari guna membantu sistem imun melawan virus.
Kapan Harus ke Dokter? Meski obat-obat di atas aman, Bumil tetap disarankan untuk beristirahat total, banyak minum air putih, dan mengonsumsi vitamin kehamilan. Jika gejala flu tidak membaik dalam 5 hari atau muncul tanda-tanda darurat seperti sesak napas, nyeri dada, demam tinggi yang tak kunjung turun, hingga janin yang kurang aktif bergerak, segeralah mencari pertolongan medis ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

