Peta Kekuatan Skuad Piala Dunia 2026: Prancis Tak Tertandingi, Inggris Penuh Kontroversi, di Mana Posisi Brasil?

Berita Terkait

- Advertisement -

ONESPORTS.ID – Sebanyak 48 negara telah memastikan diri terbang ke daratan Amerika Utara untuk memperebutkan trofi paling bergengsi sejagat pada musim panas ini. Piala Dunia 2026 dipastikan bakal menjadi panggung pertunjukan bakat-bakat sepak bola terbaik dari seluruh penjuru dunia.

Sejarah telah membuktikan bahwa satu atau dua megabintang tidak akan cukup untuk memenangkan Piala Dunia. Lionel Messi memang menjadi inspirasi utama Argentina pada edisi 2022 lalu, namun tanpa dukungan skuad yang solid dari kapten hingga kiper lapis ketiga, gelar juara mustahil diraih.

Kedalaman skuad adalah kunci mutlak untuk bertahan di turnamen dengan tensi tinggi dan jadwal padat. Keseimbangan antara pemain inti dan pelapis menjadi pembeda antara tim yang sekadar “berpartisipasi” dan tim yang pantas menyandang status “penantang gelar”.

Menjelang kick-off turnamen akbar ini, ONESPORTS.ID telah merangkum analisis mendalam mengenai 10 negara dengan kedalaman skuad paling mengerikan di Piala Dunia 2026. Berikut adalah daftar lengkapnya.

10. Amerika Serikat: Ancaman Tuan Rumah Bersama Pochettino

Berstatus sebagai salah satu tuan rumah, Amerika Serikat (USMNT) datang dengan generasi emas yang menjanjikan. Christian Pulisic memimpin lini serang usai tampil beringas bersama AC Milan di Serie A. Ia didukung oleh deretan pemain yang menjadi langganan starter di lima liga top Eropa.

Sebut saja Weston McKennie, Antonee Robinson, Folarin Balogun, hingga Tim Weah. Di bawah asuhan pelatih kelas dunia asal Argentina, Mauricio Pochettino, Amerika Serikat memiliki kedalaman skuad yang jauh lebih baik dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Namun, Pochettino mengambil risiko besar yang memicu kontroversi jelang turnamen. Ia nekat mencoret gelandang andalan Tanner Tessmann. Keputusan berani ini membuat lini tengah Amerika Serikat terlihat cukup tipis dan rawan terekspos saat menghadapi tim-tim raksasa.

- Advertisement -

9. Norwegia: Bukan Sekadar Tim “One Man Show”

Kehadiran Erling Haaland jelas menjadi teror nyata bagi pertahanan mana pun. Bomber Manchester City ini memegang rekor gila dengan torehan 55 gol dari 49 penampilan internasionalnya.

Banyak yang mengira Norwegia hanya akan bergantung pada Haaland. Padahal, skuad asuhan Stale Solbakken ini menyimpan kedalaman yang tak bisa diremehkan. Martin Odegaard, kapten sekaligus motor serangan Arsenal, siap memanjakan Haaland dengan umpan-umpan matangnya.

Dukungan talenta muda seperti winger Benfica, Andreas Schjelderup, serta pemain-pemain tangguh didikan klub Bodo/Glimt yang sukses di Liga Champions, membuat Norwegia berpotensi besar menjadi tim kuda hitam paling mengejutkan di turnamen ini.

8. Brasil: Skuad “Seadanya” di Tangan Carlo Ancelotti

Bagi para penggemar layar kaca, melihat daftar 26 pemain Timnas Brasil tahun ini mungkin akan terasa seperti disiram air dingin. Skuad Selecao tak lagi bertabur ikon global di setiap lininya seperti di masa keemasan mereka.

Meski masih memiliki Vinicius Jr. dan Raphinha di lini depan, serta Gabriel dan Marquinhos di lini belakang, mereka kerap kesulitan mereplikasi performa apik di level klub saat berseragam timnas. Masalah terbesar Brasil ada di sektor bek sayap (full-back), di mana mereka sama sekali tidak memiliki talenta kelas dunia dan harus mengandalkan pemain liga domestik.

Carlo Ancelotti dihadapkan pada tugas super berat di debut turnamen internasionalnya. Badai cedera dan keputusannya mencoret striker Chelsea, Joao Pedro, membuat Brasil harus bekerja ekstra keras untuk membuktikan tajinya di Amerika Utara.

7. Jerman: Wajah Baru Ramuan Julian Nagelsmann

Jerman datang ke Piala Dunia 2026 dengan wajah yang cukup asing. Pelatih Julian Nagelsmann banyak memanggil pemain-pemain dari tim papan tengah Bundesliga seperti Nadiem Amiri, Felix Nmecha, hingga Max Beier.

Tanda tanya besar juga menyelimuti para pemain bintang mereka. Kiper Manuel Neuer memaksakan diri keluar dari masa pensiun di usia 40 tahun meski performanya di klub tengah merosot. Kai Havertz kerap dihantam cedera, sementara Jamal Musiala masih berjuang menemukan sentuhan magisnya pasca-cedera patah kaki parah.

Satu-satunya pilar paling menjanjikan di skuad Der Panzer saat ini adalah Jonathan Tah. Bek tengah tangguh ini telah berevolusi menjadi salah satu palang pintu terbaik di dunia sejak membawa Bayer Leverkusen juara.

6. Belanda: Kuda Hitam yang Siap Menerkam

Timnas Belanda asuhan Ronald Koeman datang tanpa banyak sorotan media, namun skuad Oranje sebenarnya diisi oleh pemain-pemain yang sedang berada di usia emas.

- Advertisement -

Lini pertahanan mereka adalah salah satu yang terbaik di turnamen ini. Virgil van Dijk tetap menjadi jenderal lapangan, didukung oleh Denzel Dumfries, Jurrien Timber, dan Nathan Ake. Di sektor tengah, Frenkie De Jong dan Tijjani Reijnders siap mengatur ritme permainan.

Di lini serang, Cody Gakpo, Memphis Depay, dan Donyell Malen menawarkan kecepatan dan ketajaman yang mematikan. Jika mereka mampu menemukan ritme sejak fase grup, Belanda punya kapasitas penuh untuk melaju hingga ke babak semifinal.

5. Argentina: Mentalitas Juara Bertahan Racikan Scaloni

Sang juara bertahan, Argentina, mungkin tidak memiliki skuad yang dipenuhi kandidat peraih Ballon d’Or seperti negara-negara Eropa. Namun, pelatih Lionel Scaloni sukses meracik tim yang kekuatannya jauh lebih besar daripada sekadar gabungan individu.

Pemain-pemain seperti Rodrigo De Paul, Emiliano Martinez, Cristian Romero, dan Lisandro Martinez mungkin bukan nama termahal di bursa transfer, tetapi mereka adalah petarung sejati bermental juara.

Tentu saja, sang legenda Lionel Messi yang kini berusia 38 tahun masih akan menjadi dirigen lapangan. Ia akan ditopang oleh gelandang brilian Chelsea, Enzo Fernandez, yang menjadi denyut nadi permainan La Albiceleste.

4. Portugal: Mewah di Tengah, Meragukan di Depan

Banyak yang meremehkan Portugal jelang turnamen ini, padahal skuad asuhan Roberto Martinez memiliki komposisi lini tengah terbaik di dunia saat ini.

Trio gelandang yang diisi oleh Vitinha (PSG), Joao Neves, dan raja assist Liga Inggris, Bruno Fernandes, berada di level yang tidak bisa ditandingi oleh negara mana pun. Lini belakang mereka pun diisi oleh nama-nama tangguh nan solid.

Namun, kekhawatiran terbesar Portugal ada di lini serang. Performa Rafael Leao merosot tajam di AC Milan, sementara Joao Felix memilih bermain di Liga Arab Saudi pada usia emasnya. Goncalo Ramos yang minim menit bermain di PSG juga menimbulkan keraguan soal siapa yang akan menjadi lumbung gol mereka.

3. Inggris: Skuad Mahal Penuh Keputusan Kontroversial

Sebagai negara dengan liga domestik terkaya di dunia, wajar jika Timnas Inggris diisi oleh talenta-talenta luar biasa. Harry Kane masih menjadi salah satu predator paling mematikan di kotak penalti, didukung oleh megabintang Real Madrid, Jude Bellingham.

Namun, pelatih Thomas Tuchel datang membawa kontroversi besar. Secara mengejutkan, ia mencoret nama-nama top seperti Cole Palmer, Phil Foden, dan Trent Alexander-Arnold dari skuad. Sebaliknya, Tuchel justru membawa bek-bek minim pengalaman seperti Ezri Konsa dan Djed Spence.

- Advertisement -

Keputusan paling membingungkan adalah pemanggilan kembali gelandang veteran Jordan Henderson yang sempat terbuang dari Ajax, seraya mengabaikan Harry Maguire yang tampil solid bersama Manchester United. Eksperimen berisiko Tuchel ini bisa menjadi bumerang mematikan bagi The Three Lions.

2. Spanyol: Kombinasi Sempurna di Tengah Badai Cedera

Spanyol memiliki DNA juara dunia dengan materi pemain yang nyaris sempurna di setiap lininya. Namun, skuad asuhan Luis de la Fuente sedikit pincang akibat badai cedera yang menghantam jelang turnamen.

Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, dan winger lincah Nico Williams masih berjuang memulihkan kebugaran penuh mereka. Jika keduanya absen, Spanyol akan kehilangan daya ledak di sektor sayap yang biasa mendukung striker Mikel Oyarzabal.

Beruntung, Spanyol memiliki lini tengah dan belakang yang super tangguh. Pau Cubarsi dan Pedri siap mendominasi permainan. Hebatnya lagi, mereka memiliki trio penjaga gawang terbaik di turnamen ini, yakni Unai Simon, David Raya, dan Joan Garcia.

1. Prancis: Level Kedalaman Skuad yang Tak Masuk Akal

Tidak perlu berdebat panjang, Timnas Prancis adalah pemilik kedalaman skuad terbaik di Piala Dunia 2026. Kualitas materi pemain yang dimiliki pelatih Didier Deschamps berada pada level yang sangat sulit ditandingi oleh tim mana pun.

Lini serang Les Bleus diisi oleh monster-monster mematikan. Mulai dari Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, Desire Doue, hingga Rayan Cherki.

Tak hanya tajam di depan, barisan pertahanan Prancis juga dihuni oleh tembok-tembok raksasa. William Saliba akan bahu-membahu dengan Dayot Upamecano atau Ibrahima Konate. Bahkan di posisi bek sayap, mereka punya kemewahan memilih antara Jules Kounde atau Malo Gusto. Dengan skuad sengeri ini, kegagalan mencapai final akan dianggap sebagai bencana besar bagi Prancis.

Tim Kuda Hitam yang Patut Diwaspadai (Honorable Mentions)

Selain sepuluh negara di atas, ada beberapa tim yang juga pantas mendapat sorotan meski memiliki celah di kedalaman skuadnya.

Timnas Belgia misalnya, masih memiliki kiper terbaik dunia Thibaut Courtois. Namun, “Generasi Emas” mereka telah menua. Kevin De Bruyne (34 tahun) dan Romelu Lukaku (33 tahun) kerap didera cedera sepanjang musim, sementara generasi penerus mereka belum mampu membuktikan diri.

Di sisi lain, raksasa Afrika Maroko datang dengan motivasi tinggi usai menembus final Piala Afrika. Bek sayap Achraf Hakimi dan kiper Yassine Bounou menjadi tumpuan utama. Sayangnya, mereka krisis striker tajam yang bisa diandalkan untuk mencetak gol di momen krusial.

Sementara itu, Kolombia tampil sebagai salah satu tim paling sarat pengalaman. Dipimpin oleh winger lincah Luis Diaz, mereka menjadi ancaman serius dari Amerika Selatan. Namun, minimnya playmaker kelas dunia selain James Rodriguez yang mulai menua membuat langkah Kolombia diprediksi akan cukup berat.

Persaingan memperebutkan trofi Piala Dunia 2026 dipastikan akan berjalan sangat sengit. Apakah Prancis mampu membuktikan status rajanya, atau justru ada kejutan dari negara lain? Kita nantikan aksi mereka di lapangan hijau!

- Advertisement -

Mingguan

Terungkap! Ini Alasan John Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano Reijnders dari Skuad Garuda

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, buka suara terkait keputusannya tidak memanggil dua pilar naturalisasi pada FIFA Matchday Juni 2026.

Bursa Pelatih AC Milan: Depak Allegri, Rossoneri Bidik Oliver Glasner dan Mauricio Pochettino!

AC Milan mulai bermanuver mencari nakhoda baru usai memecat Massimiliano Allegri. Mantan manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, dan pelatih Timnas AS, Mauricio Pochettino, masuk dalam radar utama.

Denzel Dumfries Menuju Real Madrid, Inter Milan Incar Bek Mu...

Inter Milan mulai menjajaki kemungkinan mendatangkan Marco Palestra sebagai pengganti Denzel Dumfries yang selangkah lagi pindah ke Real Madrid.

Isu Keretakan Ruang Ganti Timnas Prancis: Kylian Mbappe dan ...

Menjelang Piala Dunia 2026, beredar rekaman video yang memicu spekulasi perselisihan antara Mbappe dan Kante, namun pihak internal tim membantah adanya masalah.

Neymar Absen Lawan Mesir, Bintang Brasil Terancam Dicoret da...

Mengalami cedera betis, Neymar akan menjalani tes MRI untuk menentukan nasibnya di skuad Timnas Brasil asuhan Carlo Ancelotti.

Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik: Modal Sempurna Usai Emi...

ONESPORTS.ID – Timnas Indonesia baru saja membuktikan kualitasnya di hadapan puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat malam. Oma...

Trending

Man United dan Inter Milan Bersaing Pulangkan Mous...

Winger asal Prancis, Moussa Diaby, masuk dalam radar Manchester United dan Inter Milan setelah merumput bersama Al-Ittihad di Saudi Pro League.

Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Siap Lanjutk...

Timnas Indonesia U-19 bersiap melanjutkan tren positif mereka di fase grup Piala AFF U-19 2026. Skuad asuhan Nova Arianto dijadwalkan menghadapi Timor Leste da...

PSG Sabet Gelar Beruntun, Kylian Mbappe Bawa Pulan...

Paris Saint-Germain sukses mengamankan gelar Liga Champions secara back-to-back usai menumbangkan Arsenal di partai final. Sementara itu, Kylian Mbappe resmi dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak (Golden Boot) musim ini.

Tambahkan One Sports sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak Artikel kami.

#Taggar