MUNICH – Bintang muda Bayern Munchen dan Timnas Jerman, Jamal Musiala, memicu kekhawatiran besar di dunia sepak bola setelah dua kali pingsan di lapangan dalam laga pramusim jelang bergulirnya musim 2026/2027.
Insiden pertama terjadi saat Bayern menang 3-1 atas RB Leipzig pada Sabtu (15/8/2026), di mana Musiala tampak pusing sebelum dibantu jatuh dengan aman oleh rekrutan anyar, Ismael Saibari. Hanya berselang tiga hari, pada Selasa (18/8/2026), gelandang berusia 23 tahun itu kembali kolaps hanya empat menit setelah masuk sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Heidenheim.
Menjawab kecemasan publik, Musiala akhirnya memberikan penjelasan terbuka melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis mengalami absence seizures akibat gangguan fungsi neurologis.
“Saya telah didiagnosis mengalami absence seizures yang singkat, sementara, namun dapat diobati akibat disfungsi neurologis. Saya tahu ini terlihat menakutkan pada pandangan pertama, tetapi bagi saya saat ini, ini hanya bagian dari kehidupan sehari-hari. Yang terpenting, tidak ada risiko kesehatan lebih lanjut,” tulis Musiala.
Apa Itu Absence Seizures?
Mengutip penjelasan medis dari Massachusetts General Hospital, absence seizures (yang juga dikenal dengan sebutan kejang petit mal) adalah kondisi yang menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat dan sementara, biasanya berlangsung antara 5 hingga 30 detik.
Seseorang yang mengalami episode ini umumnya akan tampak menatap kosong atau melamun, sebelum akhirnya kembali sadar dengan cepat.
Meskipun kondisi ini umumnya lebih sering dialami oleh anak-anak dan cukup jarang bertahan hingga usia dewasa, gejala ini dapat dikelola dengan bantuan obat anti-kejang. Namun, situasi pingsan saat melakukan aktivitas fisik berintensitas tinggi seperti sepak bola profesional tetap memerlukan pengawasan medis yang sangat ketat.
Restu Medis dan Tekad untuk Bangkit
Musiala menegaskan bahwa keputusannya untuk tetap bertanding telah mendapatkan lampu hijau dan rekomendasi dari para pakar neurologi serta tim medis Bayern Munchen.
Pemain yang baru berusia 23 tahun ini memang tengah berjuang keras untuk kembali ke bentuk performa terbaiknya. Musiala sebelumnya sempat melewati masa-masa sulit akibat serangkaian cedera berat, termasuk insiden patah kaki tragis di ajang Piala Dunia Antarklub 2025 yang memaksanya absen hingga awal tahun 2026.
Kini, dengan pendampingan medis yang ketat, Musiala berharap dapat terus membela Bayern Munchen dengan aman, dimulai dari laga DFL-Supercup melawan Borussia Dortmund.
