Era keemasan Lionel Messi bersama Timnas Argentina akhirnya resmi menemui titik akhir. Keputusan La Pulga untuk gantung sepatu dari pentas internasional—menyusul kepergian sang ayah, Jorge Messi, serta kegagalan mempertahankan gelar juara dunia usai takluk dari Spanyol di final Piala Dunia 2026—menjadi pukulan telak bagi publik sepak bola Argentina.
Pensiunnya Messi jelas meninggalkan lubang raksasa di kubu La Albiceleste. Selama lebih dari satu dekade terakhir, dialah tulang punggung utama yang menggendong timnas. Kontribusinya tak sekadar tercermin dari rekor fantastis 125 gol dalam 207 caps, tetapi juga dari peran krusialnya mempersembahkan empat trofi mayor internasional dalam enam tahun terakhir, termasuk takhta tertinggi di Qatar empat tahun silam.
Menyadari besarnya kehilangan tersebut, pelatih kepala Lionel Scaloni menolak untuk membiarkan skuadnya loyo. Tugas mahaberat kini menanti Scaloni untuk meracik komposisi terbaik guna menambal kekosongan figur pemimpin, pencetak gol, sekaligus kreator utama tim.
Jeda internasional bulan ini akan dimaksimalkan oleh Scaloni sebagai panggung eksperimen untuk membentuk wajah baru Argentina. Menghadapi tiga laga uji coba melawan Bolivia (30 September), Burkina Faso (3 Oktober), dan Benin (6 Oktober), Scaloni telah menyiapkan skema anyar.
Di lini serang, duet bomber maut Julian Alvarez dan Lautaro Martinez diproyeksikan bakal menjadi ujung tombak kembar, yang akan ditopang oleh suplai bola dari playmaker muda potensial, Nico Paz, sebagai pewaris peran “Nomor 10”.
“Untuk itulah ada laga-laga seperti ini, untuk coba-coba. Kami akan mencari cara untuk bermain dengan gaya berbeda,” tegas Scaloni, dikutip dari ESPN.
Meski kehilangan pemain terbaik dunia, Scaloni memastikan filosofi bermain Tim Tango tidak akan berubah drastis. “Gaya kami tetap mengutamakan penguasaan bola. Dari situ, kami akan lihat bagaimana beradaptasi nantinya,” sambung pelatih yang sukses menyatukan skuad bertabur bintang tersebut.
Sebagai penghormatan terakhir bagi sang legenda hidup, laga uji coba pamungkas melawan Benin pada 6 Oktober mendatang akan didedikasikan secara khusus sebagai laga perpisahan (farewell match) bagi Lionel Messi.