Menanti Pembuktian di Stade de France, Zinedine Zidane Emosional Jelang Laga Kandang Melawan Italia

Laga klasik menghadapi Gli Azzurri bukan sekadar perebutan poin di fase grup, melainkan panggung pelampiasan emosi dan ambisi besar sang legenda.

- Advertisement -

Laga panas Prancis vs Italia akan menjadi saksi bisu momen paling emosional dalam karier kepelatihan Zinedine Zidane. Pertandingan krusial lanjutan fase grup UEFA Nations League ini dijadwalkan berlangsung di stadion kebanggaan Les Bleus, Stade de France, pada Sabtu (3/10/2026) dini hari WIB.

Bagi sosok Zinedine Zidane, menginjakkan kaki kembali di rumput Stade de France bukan sekadar urusan memimpin skuad dari pinggir lapangan. Stadion megah ini menyimpan kepingan sejarah emas saat dirinya mengantar tim ayam jantan merengkuh trofi Piala Dunia pertama mereka pada tahun 1998 silam.

Kini, ia kembali ke tanah suci sepak bola Prancis tersebut dengan jabatan dan tanggung jawab yang jauh lebih masif. Pertemuan menghadapi skuad Gli Azzurri akan menandai laga kandang perdana Zidane sejak resmi ditunjuk sebagai arsitek utama tim nasional menggantikan era sebelumnya.

- Advertisement -

Awal Sempurna di Negeri Orang

Perjalanan awal era kepelatihan Zinedine Zidane sejauh ini berjalan sangat mulus dan menjanjikan. Sebelum bersiap menyapa puluhan ribu pendukung sendiri, skuad Les Bleus telah membuktikan mentalitas baja mereka saat bertandang ke markas lawan yang terkenal angker.

Prancis sukses mencuri kemenangan berharga 1-0 saat melawat ke markas Turki pada pertandingan pembuka turnamen. Performa solid bertahanan tersebut kembali diulangi saat mereka menumbangkan kekuatan besar Belgia di hadapan publiknya sendiri, juga dengan skor identik 1-0.

- Advertisement -

Kemenangan beruntun di negeri orang membuktikan bahwa transisi taktik di bawah komando Zidane berjalan sangat efektif. Sektor pertahanan yang kokoh kini menjadi fondasi utama sebelum mereka berani tampil lebih agresif dan menekan di hadapan publik Paris akhir pekan ini.

Bayang-bayang Memori Kelam Melawan Italia

Membicarakan pertemuan antara Prancis dan Italia tentu tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang rivalitas kedua negara tetangga ini. Khusus bagi Zidane, laga malam nanti pasti akan memutar kembali ingatan publik pada insiden paling ikonis sekaligus tragis di final Piala Dunia 2006.

Insiden legendaris bersama Marco Materazzi yang berujung kartu merah pada laga pamungkas tersebut sempat menjadi noda di penghujung karier bermain sang gelandang magis. Namun, waktu telah berlalu cukup lama, dan Zidane kini berdiri di area teknis dengan kapasitas mental yang sepenuhnya berbeda.

Menghadapi Italia di laga debut kandang tentu memberikan beban psikologis tersendiri. Pengamat dan publik sepak bola akan melihat sejauh mana kedewasaan taktik sang pelatih dalam meredam perlawanan tim tamu yang selalu memiliki motivasi berlipat saat menghadapi Prancis.

Menolak Takut demi Ambisi Besar

Dalam sesi konferensi pers pralaga, Zinedine Zidane sama sekali tidak menutupi gejolak perasaan yang ia alami jelang pertandingan bersejarah ini. Pria berkepala plontos itu secara terbuka mengakui betapa spesialnya momen kembali memimpin negara di Stade de France.

- Advertisement -

“Kembali ke sini terasa sangat emosional, dan akan terasa jauh lebih luar biasa ketika bangku penonton dipenuhi oleh para penggemar setia kami,” ungkap mantan pelatih Real Madrid tersebut dalam wawancaranya bersama beIN Sports.

Menariknya, di balik luapan emosi yang membara tersebut, tidak ada sedikit pun keraguan yang terpancar dari wajah sang pelatih. Zidane menegaskan secara lantang bahwa rasa ketakutan tidak pernah memiliki ruang dalam kamus perjalanan karier profesionalnya.

“Tidak ada rasa takut, kalau tidak saya tidak akan pernah ada di sini. Saya sama sekali tidak pernah memikirkan soal kegagalan dalam karier saya. Sebaliknya, saya cuma melihat sebuah kesempatan emas,” tegasnya penuh keyakinan.

Lebih lanjut, ia merasa sangat beruntung diwarisi barisan pemain papan atas yang memiliki kualitas teknis luar biasa. Kombinasi antara kualitas individu pemain muda dan strategi racikannya diyakini akan melahirkan era kejayaan baru bagi publik sepak bola Prancis.

“Saya punya tim yang luar biasa tangguh. Saya sangat siap untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar ini dan saya berjanji akan memberikan segalanya untuk tim ini,” pungkas Zidane.

- Advertisement -

Laga adu taktik tingkat tinggi ini dipastikan akan berjalan sangat ketat sejak peluit pertama dibunyikan. Seluruh mata kini tertuju ke Paris untuk menantikan apakah tuah magis Stade de France akan kembali berpihak pada sang pahlawan masa lalu.

Mingguan

Dibantai Spanyol 4-1 di Sevilla, Slaven Bilic Murka Kroasia Tampil Lembek bak Beri Panggung Perayaan

Hasil UEFA Nations League Spanyol vs Kroasia skor 4-1. Lamine Yamal cetak brace, pelatih Slaven Bilic murka sebut Kroasia tampil minim agresivitas.

Skenario Hidup Mati Skuad Garuda ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh!

Hitung-hitungan skenario Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda wajib pesta gol lawan Bangladesh demi usir Malaysia dari puncak.

Drama Gila Menit Akhir Bawa Indonesia Bantai Bangladesh 9-2 dan Tikung Malaysia ke Final

Hasil akhir Timnas Indonesia vs Bangladesh skor 9-2. Drama gol masa injury time bawa Skuad Garuda tikung Malaysia lolos ke final via produktivitas gol.

Cristiano Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal dan Terancam Sanksi Berat!

Cristiano Ronaldo tinggalkan kamp latihan Timnas Portugal di Kopenhagen usai kecewa dicadangkan Jorge Jesus. CR7 terancam sanksi skorsing dari FPF.

Berita Terkait

Thomas Tuchel Peringatkan Ancaman Mengerikan Kroasia Jelang ...

Pertarungan di Stadion HNK Rijeka diprediksi akan berjalan sangat sengit. Sang juru taktik Tiga Singa menyoroti transisi generasi Kroasia yang memadukan pengalaman emas dan tenaga muda eksplosif.

Dikritik Paul Scholes Bukan Kiper Kelas Atas, Penjaga Gawang...

Start lambat Setan Merah musim ini membuat kualitas penjaga gawang asal Belgia tersebut dipertanyakan oleh legenda klub. Sang kiper menegaskan tak akan mengubah karakternya demi memuaskan ekspektasi publik.

Sesumbar Usai Ditekuk Filipina, Pelatih Thailand Akui Sengaj...

Kekalahan di laga pamungkas fase grup sama sekali tidak meruntuhkan mental skuad Gajah Perang yang kini mengarahkan radar penuh pada duel perebutan gelar juara di Senayan.

Guncang Parken Stadium Lewat Selebrasi ‘Siuuu’, ...

"Untuk semua yang sedang dilewati Cristiano di titik ini dalam kariernya, dia tidak akan pernah dilupakan. Saya hanya ingin mendedikasikan gol saya kepada idola saya."

Pertaruhan Rp2,1 Triliun Berujung Frustrasi, Liverpool Siap ...

Sistem permainan yang intens dan tuntutan adaptasi fisik di Premier League seolah menelanjangi kelemahan Florian Wirtz. Kehabisan waktu adalah musuh terbesarnya saat ini."

Akhir Era CR7? Ronaldo Tinggalkan Skuad Portugal, Nomor Kera...

Buntut aksi walk-out tinggalkan skuad Timnas Portugal, nomor punggung ikonik milik Cristiano Ronaldo terpaksa diwariskan kepada Rafael Leao akibat regulasi FIFA.

Trending

Man City Terancam Dilucuti Gelar akibat Kasus 115 ...

Buntut kasus 115 dakwaan pelanggaran FFP, sejarah Manchester City bisa dihapus. Berikut daftar klub dari MU hingga Liverpool yang untung jika gelar City dicabut.

Man City Divonis Bersalah Atas 114 Dakwaan FFP, Ma...

Buntut Man City divonis bersalah atas 114 dakwaan FFP, Manchester United lakukan tinjauan internal untuk menuntut kompensasi dan 3 gelar juara Liga Inggris.

Kilas Balik Pembelaan Keras Pep Guardiola untuk Ma...

Kilas balik deretan komentar dan pembelaan Pep Guardiola untuk Manchester City di tengah gempuran kasus 115 dakwaan pelanggaran FFP oleh Premier League.

Diwarnai Drama VAR dan Saves Gemilang, Vietnam Sus...

Timnas Vietnam sukses mengalahkan Filipina 1-0 di Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 lewat gol Dinh Bac. Kemenangan The Golden Stars diwarnai drama anulir VAR.