Ringkasan Cepat:
- Lionel Messi resmi pensiun dari Timnas Argentina lewat perpisahan emosional di Estadio Monumental seusai laga melawan Benin.
- Di waktu bersamaan, Cristiano Ronaldo (41 tahun) memilih walk out meninggalkan kamp Timnas Portugal karena tak dimainkan melawan Norwegia.
- Ronaldo menuntut pelatih Jorge Jesus meminta maaf secara publik dan menyamakan status dirinya dengan legenda seperti Pele dan Maradona.
BUENOS AIRES – Kontras tajam menutup senjakala karier dua pesepak bola terbesar abad ini. Saat publik sepak bola dunia memusatkan perhatian pada laga emosional pensiun Lionel Messi dari Timnas Argentina, sebuah drama ironis justru memecah fokus agenda berita global.
Kontroversi Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal
Hanya beberapa jam sebelum Messi mengucap perpisahan magisnya di Estadio Monumental, kontroversi Cristiano Ronaldo kembali meledak. Striker Al-Nassr berusia 41 tahun tersebut secara mengejutkan memilih walk out dan meninggalkan rekan-rekan setimnya di kamp Timnas Portugal.

Emosi sang kapten tersulut setelah pelatih Jorge Jesus membiarkannya menjadi pemain cadangan yang tidak terpakai (unused substitute) saat Portugal menaklukkan Norwegia 2-1 di ajang UEFA Nations League. Kemenangan krusial Portugal berkat gol penentu Goncalo Ramos rupanya tak mampu meredam ego sang megabintang.
Merespons polemik tersebut, Ronaldo merilis penjelasan tertulis yang sangat panjang (mencapai 1.996 kata) untuk membenarkan kepergian prematurnya.
Tuntutan Arogan kepada Pelatih Jorge Jesus
Puncak dari kontroversi Cristiano Ronaldo terjadi saat ia menyodorkan delapan poin tuntutan yang mewajibkan Jorge Jesus untuk membacanya di hadapan media. Ronaldo mendesak sang pelatih untuk meminta maaf secara publik karena tidak memainkannya.
“Saya (Jorge Jesus) membuat kesalahan dengan menyuruh seseorang sekelas Pele atau Maradona melakukan pemanasan lalu tidak memainkannya,” demikian salah satu bunyi draf tuntutan tak masuk akal yang dirancang Ronaldo. Sikap ini memicu kritik keras karena sang pemain dinilai kian kehilangan kesadaran diri akan usianya yang telah melewati masa keemasan.
Akhir Karier yang Berbeda dengan Pensiun Lionel Messi
Drama di ruang ganti Selecao ini sangat kontras dengan kedamaian yang dirasakan Messi. Sejak menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar—pencapaian yang secara tak terbantahkan mengakhiri perdebatan pemain terbaik dunia—Messi tampak menikmati sisa kariernya dengan penuh kebahagiaan di Miami.
Di sisi lain, Ronaldo tampak semakin terobsesi mengejar rekor pribadi 1.000 gol di Arab Saudi, berjuang keras menolak realitas bahwa sang rival abadi kini telah berada di luar jangkauannya.

Meski tampil tanpa sang kapten veteran, sederet bintang muda Portugal seperti Bruno Fernandes, Vitinha, hingga Joao Neves terbukti mampu menyapu bersih empat kemenangan beruntun di jeda internasional kali ini. Terlepas dari sikap egoisnya akhir-akhir ini, publik sepak bola di bawah naungan UEFA tentu tetap berharap Ronaldo kelak akan mendapatkan laga penghormatan yang layak saat ia memutuskan gantung sepatu nantinya.