Keputusan pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, untuk menarik keluar Cristiano Ronaldo di babak kedua saat menghadapi Wales memancing sorotan. Jorge Jesus pun buka suara dan menegaskan bahwa pergantian tersebut murni karena kebutuhan taktik, bukan karena performa sang megabintang.
Timnas Portugal sukses memetik poin penuh setelah menundukkan Wales dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan UEFA Nations League di Estadio Jose Alvalade, Lisbon, Jumat (25/9/2026). Gol semata wayang Selecao das Quinas dicetak oleh penyerang muda, Joao Felix, pada menit ke-22.
Bermain sejak menit awal dan mencatatkan caps ke-234 bersama timnas, Cristiano Ronaldo sejatinya sempat mengoyak jala lawan pada menit ke-54. Sayangnya, gol dari bintang Al Nassr tersebut dianulir oleh wasit usai peninjauan VAR menyatakan sang kapten berada dalam posisi offside.
Berdasarkan data SofaScore, CR7 tampil cukup agresif dengan melepaskan tujuh tembakan, meski belum ada yang berhasil dikonversi menjadi gol sah. Di menit ke-67, atau tepat 13 menit setelah golnya dianulir, Ronaldo ditarik keluar dan digantikan oleh penyerang PSG, Goncalo Ramos.
Banyak pihak mengaitkan ditariknya Ronaldo dengan banyaknya peluang yang gagal dimaksimalkan. Namun, Jorge Jesus menepis spekulasi tersebut. Pelatih berpengalaman ini menjelaskan bahwa ia membutuhkan energi segar di lini depan untuk melakukan high-pressing ketika lawan menguasai bola, sebuah tugas yang menurutnya kurang ideal jika terus dibebankan kepada Ronaldo di sisa waktu pertandingan.
“Itulah tuntutan pertandingan; waktu tersisa tinggal 25 menit dan saya membutuhkan pemain yang bugar untuk melakukan pressing terhadap lawan yang menguasai bola,” tegas Jesus seperti dikutip dari Sportskeeda.
Ia menambahkan bahwa karakter bermain Goncalo Ramos sangat cocok untuk skema pertahanan lapis pertama timnya. “Secara teknis, saya mungkin tidak memiliki kemampuan menyerang seperti Cris, tetapi saya tahu Goncalo [Ramos] akan memberikan kecepatan pada lini pertahanan pertama kami. Memang tidak banyak peluang (menyerang) yang tercipta setelah itu, namun saya puas dengan performa tim,” pungkasnya.