MILAN, OneSports – Kembalinya sang kapten, Lautaro Martinez, membawa angin segar sekaligus daya hancur mematikan bagi Inter Milan.
Sempat absen selama 45 hari akibat cedera betis kiri, Il Capitano tampil bak jenderal Romawi Julius Caesar yang memimpin pasukannya menggasak AS Roma dengan skor telak 5-2 di Stadion San Siro, Senin (6/4/2026) dini hari WIB.
Kemenangan prestisius di pekan ke-31 Serie A ini membuat Nerazzurri semakin kokoh di puncak klasemen dan berlari kencang mendekati gelar Scudetto.
”Ini laga besar dan sangat penting untuk perjalanan liga kami. Kami harus menghadapi pertandingan dengan sikap dan kepribadian yang tepat karena Roma adalah tim yang kuat.
Kami senang dengan hasil ini,” tutur Martinez, dikutip dari laman resmi Inter Milan.
Tuah Sang Kapten dan Gol Spektakuler Calhanoglu
Aura kepemimpinan Lautaro Martinez terbukti menjadi pembeda. Ia langsung menggebrak dengan mencetak gol di menit pertama laga, memanfaatkan assist matang dari tandem sehatinya, Marcus Thuram.
AS Roma yang menyandang status sebagai salah satu pertahanan terkuat di Eropa sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sundulan Gianluca Mancini pada menit ke-40.
Namun, mentalitas baja yang ditularkan Lautaro membuat skuad Inter bermain lebih lepas dan berani mengambil risiko.

Keberanian itu berbuah manis di pengujung babak pertama (45+2′). Hakan Calhanoglu melepaskan tendangan jarak jauh dari jarak 30 meter menggunakan ujung sisi luar kaki kanannya.
Laju bola yang melengkung dan berubah arah bak bola ikonik Jabulani di Piala Dunia 2010 itu sukses mengecoh kiper Mile Svilar dan menggetarkan San Siro.
Pesta Gol di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, skuad asuhan pelatih Cristian Chivu ini terus menaikkan tempo.
Inter sukses mencetak tiga gol tambahan beruntun. Lautaro mencetak gol keduanya pada menit ke-52 (lagi-lagi dari assist Thuram), disusul sundulan mematikan Thuram dari skema sepak pojok, dan ditutup oleh gol brilian Nicolo Barella di menit ke-63.
Roma hanya mampu mencetak satu gol hiburan tambahan melalui Lorenzo Pellegrini pada menit ke-70.
Kemenangan 5-2 ini membuktikan betapa krusialnya peran Lautaro. Marcus Thuram bahkan mengakui ikatan batinnya dengan sang kapten.
“Dalam waktu kurang dari satu menit, dia langsung mencetak gol dan menentukan jalannya pertandingan. Kami sangat senang dia kembali bersama kami,” puji Thuram.
Standing Ovation untuk Alessandro Bastoni
Laga ini juga menyajikan momen emosional bagi bek Inter, Alessandro Bastoni. Menjadi sasaran kritik tajam usai kegagalan Timnas Italia menembus Piala Dunia 2026, Bastoni justru tampil solid.
aat ia ditarik keluar dan digantikan Matteo Darmian pada menit ke-58, sekitar 75.000 suporter Inter memberikannya standing ovation.
Dukungan kuat juga terlihat dari Barella yang berlari memeluk Bastoni usai mencetak gol kelima Inter. Momen ini tak luput dari perhatian sang kapten.
“Saya merinding. Mereka mencurahkan seluruh jiwa mereka di lapangan. Mereka melewatkan Piala Dunia, tetapi mereka kembali, bekerja dengan kepala tegak, dan memberikan yang terbaik. Saya sangat bangga menyebut mereka sebagai rekan satu tim saya,” tegas Lautaro.
Kemenangan ini membuat Inter Milan mantap di puncak klasemen dengan 72 poin, menjauh dengan selisih sembilan poin dari rival sekota, AC Milan, yang berada di peringkat kedua.

