MILAN, OneSports – Inter Milan akhirnya kembali merasakan manisnya kemenangan setelah melewati jeda internasional yang berat.
Tampil di hadapan pendukung sendiri, skuad Nerazzurri tampil beringas dengan menggasak AS Roma 5-2 dalam laga lanjutan Serie A di Giuseppe Meazza, Senin (6/4/2026) dini hari WIB.
Kemenangan telak ini seolah menjadi sinyal peringatan keras dari sang Capolista (pemuncak klasemen) kepada para rivalnya dalam perburuan gelar Scudetto musim ini.
Hujan Gol di Giuseppe Meazza
Inter langsung tancap gas sesaat setelah peluit kick-off dibunyikan. Lautaro Martinez sukses mengejutkan tim tamu lewat gol kilatnya di menit pertama.
AS Roma baru bisa merespons dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui aksi Gianluca Mancini pada menit ke-40.
Namun, skor imbang tersebut tidak bertahan lama. Menjelang turun minum, Hakan Calhanoglu kembali membawa Inter unggul 2-1 yang bertahan hingga jeda antarbabak.
Memasuki babak kedua, Nerazzurri semakin menggila. Pasukan Simone Inzaghi mencetak tiga gol tambahan secara berturut-turut melalui Lautaro Martinez yang mencetak brace, disusul gol dari Marcus Thuram, dan Nicolo Barella.
Roma hanya mampu membalas satu gol hiburan tambahan dari kaki Lorenzo Pellegrini pada menit ke-70.
Pesan Kuat Usai Kegagalan Timnas Italia
Hasil ini menjadi sangat krusial karena menandai kemenangan perdana Inter setelah sebelumnya gagal meraih poin penuh dalam tiga pertandingan Serie A beruntun.
Kini, Inter Milan kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 72 poin, unggul sembilan angka dari AC Milan di posisi kedua.
Lebih dari itu, kemenangan telak ini membuktikan bahwa mental skuad Inter tidak terpengaruh oleh atmosfer negatif usai kegagalan Timnas Italia menembus Piala Dunia 2026.
Seperti diketahui, beberapa pilar Inter seperti Alessandro Bastoni, Pio Esposito, Federico Dimarco, dan Barella sempat menerima kritik tajam usai laga playoff kontra Bosnia.
Hakan Calhanoglu mengungkapkan bahwa suasana ruang ganti Inter sempat diselimuti kekecewaan mendalam pasca-jeda internasional.
“Setelah jeda internasional, ketika kami kembali ke Appiano, kami saling mengobrol,” ungkap bintang asal Turki tersebut kepada Sky Sport.
“Kami tahu seberapa pentingnya bagiku untuk main di Piala Dunia, dan untuk rekan-rekan setimku yang tidak lolos, itu adalah kekecewaan yang sangat besar.”
“Mengatasinya bukanlah hal yang mudah. Kekecewaan itu terpendam di dalam dirimu.
Namun, hari ini kami mengirim sebuah sinyal penting, dari sebuah tim yang ingin menjaga peringkat pertama,” tegas mantan pemain AC Milan tersebut.
Calhanoglu juga menyebut bahwa laga melawan Roma ini menjadi ajang pembuktian kembalinya identitas permainan Inter.
“Kami juga menunjukkan kualitas yang sempat hilang di beberapa pertandingan terakhir, di mana kami membuat banyak kesalahan,” pungkasnya.

