Timnas Indonesia sukses mengamankan tiga poin krusial usai menundukkan Singapura 2-0 pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Meski menang, pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB tersebut menyoroti masalah penyelesaian akhir Skuad Garuda.
Kemenangan Indonesia dipastikan melalui sepasang gol yang dicetak pada masing-masing babak. Ragnar Oratmangoen lebih dulu memecah kebuntuan, yang kemudian disempurnakan oleh eksekusi penalti dingin Ole Romeny di paruh kedua.
Kendati menang dua gol tanpa balas, lini depan Indonesia terbilang kurang klinis. Berdasarkan data Lapangbola, Ole Romeny dan kolega tampil sangat dominan dengan melepaskan total 17 tembakan berbanding empat percobaan milik Singapura. Sayangnya, dari belasan peluang tersebut, hanya dua tembakan yang tepat sasaran (on target) dan semuanya berbuah gol.
Intensitas tinggi high-pressing yang ditunjukkan Indonesia di awal babak pertama perlahan mengendur. Skuad Garuda bahkan tampak kedodoran dan minim kreativitas saat membongkar blok pertahanan rendah (low block) The Lions di babak kedua.
Terkait penurunan intensitas dan kurang tajamnya penyelesaian akhir, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, langsung pasang badan. Ia beralasan mayoritas anak asuhnya masih mengalami kelelahan ekstrem dan dalam proses adaptasi akibat singkatnya waktu persiapan.
“Kami tidak bisa mempertahankan intensitas itu terus-menerus. Itulah pelajaran yang kami dapatkan di sini. Para pemain kami baru saja menempuh perjalanan dari Eropa dan harus melakukan adaptasi sambil berjalan,” jelas Herdman selepas laga.
Pelatih berkebangsaan Inggris itu menambahkan bahwa faktor perbedaan zona waktu menjadi kendala utama. “Kami tidak memiliki waktu seminggu penuh untuk menyesuaikan diri dengan suhu, pola tidur, maupun jet lag. Jadi, saya memahaminya, dan hal itu terlihat sangat jelas malam ini. Kami memacu mereka, namun ada momen di mana terjadi penurunan performa,” paparnya membela pemain.
Terlepas dari catatan tersebut, Herdman mengaku puas dengan raihan tiga poin perdana ini. Menatap dua laga tersisa melawan Malaysia dan Bangladesh, ia optimis ritme permainan dan fisik Timnas akan jauh membaik.
“Kami harus berusaha mengatasi proses adaptasi alami selama pertandingan dan terus berkembang seiring berjalannya laga. Pelan-pelan kami akan mendapatkan ritme terbaik,” tutup Herdman.