Laga big match nan sarat gengsi akan tersaji di Grup 1 UEFA Nations League A saat Timnas Belgia menjamu Timnas Prancis. Pertandingan yang diprediksi berjalan sengit ini dijadwalkan berlangsung di King Baudouin Stadium, Brussels, pada Selasa (29/9/2026) pukul 01.45 WIB.
Pertemuan ini menjadi panggung adu taktik yang sangat dinantikan antara dua pelatih debutan di kancah internasional: Mark van Bommel di kubu tuan rumah, dan Zinedine Zidane di kursi pelatih Les Bleus.
Menariknya, kedua juru taktik ini sama-sama sukses menorehkan kemenangan di laga perdana mereka. Belgia sukses membungkam Italia 2-0 di Roma, sementara Prancis menang tipis 1-0 atas Turki.

Menyambut duel ini, Van Bommel tak bisa menyembunyikan antusiasmenya untuk beradu taktik dengan Zidane, sosok yang pernah ia hadapi di atas lapangan hijau saat berseragam Barcelona melawan Real Madrid.
“Sungguh istimewa bisa melatih tim yang berhadapan dengan sosok seperti itu. Dia adalah pemain yang luar biasa. Jika ada gerakan dribel yang dinamai menurut nama Anda, berarti Anda pastilah pemain yang hebat. Begitu pula sebagai pelatih, jelas sekali dia adalah pelatih yang bagus,” puji Van Bommel.
Namun, di tengah tingginya tensi jelang laga, Prancis dipastikan kehilangan senjata utamanya. Penentu kemenangan atas Turki sekaligus top skor sepanjang masa Prancis, Kylian Mbappe, harus menepi selama dua pekan akibat cedera lutut.
Uniknya, Van Bommel justru menyayangkan absennya sang megabintang. “Sayang sekali Mbappe tidak hadir, karena Anda tentu ingin menghadapi pemain-pemain terbaik,” ungkap pelatih asal Belanda tersebut.

Tanpa Mbappe, Zinedine Zidane dihadapkan pada ujian berat meramu lini depan yang tetap mematikan. Di sisi lain, Belgia tengah dilanda optimisme tinggi.
Meski sadar Prancis akan mendominasi penguasaan bola, Van Bommel menegaskan timnya akan tampil berani dan memaksakan karakter permainan mereka. Pemain pilar seperti Kevin De Bruyne hingga sang pencetak gol ke gawang Italia, Mika Godts, siap menjadi pembeda.
Bek Belgia, Timothy Castagne, menegaskan bahwa laga ini bukan sekadar ajang balas dendam—mengingat Belgia gagal menang atas Prancis dalam lima pertemuan terakhir—melainkan momentum untuk membuktikan konsistensi kebangkitan tim di era baru.
Saat ini, Belgia bertengger di puncak klasemen Grup 1 dengan 3 poin (selisih gol +2), ditempel ketat oleh Prancis di posisi kedua dengan poin yang sama (selisih gol +1). Siapakah yang akan tersenyum di akhir laga adu mekanik ini?