LONDON – Sinyal bahaya level tertinggi resmi dikirimkan oleh Timnas Jepang jelang bergulirnya ajang akbar Piala Dunia 2026. Skuad berjuluk Samurai Biru ini kembali membuktikan di atas lapangan hijau bahwa mereka bukan lagi sekadar tim kuda hitam yang bisa dipandang sebelah mata, melainkan ancaman nyata bagi raksasa-raksasa sepak bola dunia. Korbannya kali ini sangat prestisius: Tim Tiga Singa, Inggris.
Bermain di bawah tekanan puluhan ribu suporter fanatik tuan rumah di Wembley Stadium pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB, Timnas Jepang sukses mencuri kemenangan dramatis dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini menorehkan sejarah baru, sekaligus menampar kebanggaan tim nasional Inggris yang tampil di hadapan publiknya sendiri.
Gol Tunggal Kaoru Mitoma Bungkam Publik London
Gol tunggal penentu kemenangan skuad asuhan Hajime Moriyasu ini dicetak oleh winger lincah yang merumput di Premier League bersama Brighton & Hove Albion, Kaoru Mitoma. Gol tersebut tercipta melalui skema serangan balik cepat dan efisien yang menjadi ciri khas Samurai Biru.
Memanfaatkan ruang kosong di sisi pertahanan Inggris, Mitoma melakukan penetrasi tajam sebelum melepaskan tembakan terukur yang tak mampu dijangkau oleh penjaga gawang Tim Tiga Singa. Sorak-sorai suporter Inggris seketika terdiam melihat gawang mereka bergetar oleh aksi brilian pemain Asia tersebut. Kekalahan ini mencoreng rekor kandang Inggris dan dipastikan menjadi bahan evaluasi besar bagi skuad mereka jelang turnamen mayor mendatang.
Penakluk Raksasa Benua Biru
Kemenangan sensasional di Wembley ini semakin mempertegas rekor mengerikan Timnas Jepang setiap kali berjumpa dengan perwakilan dari daratan Eropa. Di bawah tangan dingin sang pelatih, Hajime Moriyasu, Samurai Biru bertransformasi menjadi mesin pembunuh raksasa yang sangat taktis dan disiplin.
Faktanya, sejak ajang bergengsi Piala Dunia 2022 hingga serangkaian laga uji coba internasional terbaru, Jepang sama sekali belum tersentuh kekalahan saat berhadapan dengan negara Eropa. Rinciannya sangat mengesankan dan patut diwaspadai: tujuh kali kemenangan dan hanya satu kali hasil imbang.
Berikut adalah daftar panjang korban keganasan strategi Hajime Moriyasu:
- Serbia (1-0)
- Jerman (2-1) di fase grup Piala Dunia 2022
- Spanyol (2-1) di fase grup Piala Dunia 2022
- Jerman (4-1) dalam laga uji coba yang berujung pemecatan Hansi Flick
- Turki (4-2)
- Skotlandia (1-0) pada akhir Maret 2026
- Inggris (1-0) terbaru di Wembley Stadium
Satu-satunya tim Eropa yang mampu menahan laju mereka adalah Kroasia dengan skor imbang 1-1. Itu pun terjadi di fase gugur ketat Piala Dunia 2022 yang pada akhirnya harus diselesaikan lewat drama adu penalti.
Kedalaman Skuad Samurai Biru Teruji
Hebatnya lagi, dua kemenangan beruntun di akhir Maret melawan Skotlandia dan Inggris ini diraih saat kondisi skuad Timnas Jepang sebenarnya sedang tidak ideal atau pincang. Tercatat tiga pemain pilar utama mereka terpaksa absen karena dibekap cedera, salah satunya adalah mantan bintang Liverpool yang kini bersinar di AS Monaco, Takumi Minamino.
Namun, absennya para pemain kunci nyatanya tidak sedikit pun mengurangi daya ledak tim. Kedalaman skuad mereka benar-benar teruji pada laga ini. Para pemain pelapis yang mayoritas menimba ilmu di berbagai kompetisi top tanah Eropa mampu membuktikan kapasitasnya. Kematangan mental dan pemahaman taktik kolektif membuat transisi permainan Jepang tetap mengalir sempurna.
Menatap Grup F Piala Dunia 2026 dengan Percaya Diri
“Saya yakin, kami tidak akan mudah untuk menjadi juara Piala Dunia nanti. Tapi saya rasa, kami sedang penuh kepercayaan diri dan tidak takut menghadapi tim mana pun,” tegas pelatih Hajime Moriyasu dalam konferensi pers, sebagaimana dilansir dari Channel News Asia.
Pernyataan sang pelatih bukanlah gertak sambal. Di putaran final Piala Dunia 2026 nanti, Timnas Jepang tergabung dalam Grup F bersama dua raksasa Eropa, yakni Swedia dan Belanda, serta wakil tangguh benua Afrika, Tunisia.
Melihat rekam jejak sempurna mereka dalam melibas tim-tim Eropa belakangan ini, Belanda dan Swedia tentu harus mulai meracik strategi pertahanan berlapis. Kemenangan bersejarah di Wembley atas Inggris ini menjadi pesan pamungkas ke seluruh dunia: Jepang datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar meramaikan turnamen, tapi untuk menghancurkan dominasi tim-tim tradisional.

