BARCELONA, OneSportsID – Sorotan pecinta balap motor Indonesia kini tertuju pada sosok remaja berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama.
Rider andalan Honda Team Asia ini bersiap menatap seri balapan Moto3 GP Catalunya 2026 yang akan digelar di Circuit de Barcelona-Catalunya akhir pekan ini, 15-17 Mei 2026.
Veda Ega tidak datang dengan tangan kosong. Sirkuit Montmelo bukanlah medan yang asing baginya.
Ia memiliki bekal pengalaman berharga saat menjajal trek legendaris tersebut pada ajang FIM JuniorGP World Championship musim lalu.
Catatan Veda di sirkuit ini terbilang cukup solid. Pada ajang JuniorGP tahun lalu, ia berhasil menuntaskan balapan pertama di posisi keenam dengan selisih waktu yang sangat tipis dari sang pemenang. Sementara pada balapan kedua, ia finis di urutan kedelapan.
Pengalaman hafal terhadap setiap tikungan di Montmelo menjadi senjata rahasia Veda untuk bersaing dengan pebalap elit lainnya di kelas Moto3.
Adaptasi yang lebih cepat terhadap aspal Catalunya diprediksi akan menjadi kunci bagi pebalap bernomor motor 54 ini untuk tampil kompetitif sejak sesi latihan bebas.
Musim debut Veda Ega di Moto3 2026 sejauh ini berjalan sangat impresif. Dari lima seri yang sudah dilakoni, ia menunjukkan konsistensi luar biasa sebagai penantang podium.
Setelah sempat meraih podium ketiga di Moto3 Brasil dan finis keempat yang dramatis di GP Prancis pekan lalu, Veda kini bertengger di posisi kelima klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 50 poin.
Meskipun masih terpaut 65 poin dari Maximo Quiles di puncak klasemen, konsistensi Veda menjadikannya salah satu debutan yang paling diwaspadai musim ini.
Dengan kepercayaan diri yang sedang melambung tinggi, Veda Ega menargetkan untuk kembali mendulang poin besar atau bahkan naik ke podium di Catalunya.
Finis keempat di Prancis membuktikan bahwa ia mampu bertarung di grup depan hingga lap terakhir.
Dukungan penuh dari publik Indonesia dipastikan akan mengalir deras untuk pebalap muda berbakat ini.
Jika ia mampu mengoptimalkan pengalaman JuniorGP-nya dan meminimalisir kesalahan, bukan tidak mungkin lagu Indonesia Raya akan kembali berkumandang di tanah Spanyol. Sikat terus, Veda!


