Mengenal IGRS : Aturan Klasifikasi Game Nasional & Kontroversi di Steam

- Advertisement -

JAKARTA, OneSports – Industri game dan esports Tanah Air tengah memasuki babak baru yang lebih terstruktur. Pemicu utamanya adalah kehadiran regulasi IGRS atau Indonesia Game Rating System.

Sejak resmi diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan diresmikan oleh Menteri Meutya Hafid pada ajang IGDX akhir 2025 lalu, kebijakan ini resmi diwajibkan bagi seluruh developer dan publisher game mulai Januari 2026.

Sayangnya, tak sedikit gamers yang masih kebingungan tentang esensi dari IGRS, apalagi setelah mencuatnya kontroversi penerapan rating ini di platform raksasa PC, Steam, pada awal April 2026.

Sebagai gamers sejati maupun pelaku industri, Anda wajib memahami seluk-beluk regulasi yang diklaim sebagai sistem klasifikasi game pertama di kawasan Asia Tenggara ini.

Apa Itu IGRS?

Secara sederhana adalah platform dan sistem klasifikasi nasional yang dirancang oleh pemerintah melalui Komdigi untuk menyortir video game yang beredar di Indonesia agar sesuai dengan target usia pemainnya.

Berbeda dengan sistem rating internasional yang sudah lebih dulu ada seperti ESRB (Amerika Serikat) atau PEGI (Eropa), IGRS dirancang khusus dengan mempertimbangkan kearifan lokal, norma, dan nilai budaya masyarakat Indonesia.

Fungsi utamanya bukan untuk mengekang industri kreatif, melainkan memberikan panduan yang jelas bagi orang tua dalam mengawasi anak-anaknya, sekaligus memberikan perlindungan hukum dan kepastian standar bagi para pengembang game lokal maupun internasional.

- Advertisement -

Menariknya, Komdigi menggratiskan proses pendaftaran klasifikasi ini bagi developer nasional demi memacu daya saing mereka di kancah global.

5 Kategori Klasifikasi Usia IGRS

Sistem ini membagi kelayakan sebuah game ke dalam lima kelompok usia yang sangat spesifik dan terukur:

  • 3+ (Semua Umur): Konten sangat ringan, ramah anak, tanpa unsur kekerasan, ketakutan, rokok, atau interaksi online. Tokoh di dalam game juga tidak boleh menyerupai wujud manusia realistis.
  • 7+ (Tujuh Tahun ke Atas): Masih tanpa unsur kekerasan atau muatan negatif. Sedikit unsur fantasi diizinkan, namun belum boleh ada interaksi percakapan online dan tetap memerlukan pengawasan dari orang tua.
  • 13+ (Tiga Belas Tahun ke Atas): Mulai diizinkan menampilkan unsur kekerasan ringan (tanpa mutilasi) dan fitur interaksi online via percakapan. Game horor atau konten yang menimbulkan kengerian ekstrem masih dilarang tegas di kategori ini.
  • 15+ (Lima Belas Tahun ke Atas): Boleh menampilkan unsur kekerasan pada animasi yang menyerupai manusia dan interaksi online. Namun, sistem sensor untuk ucapan kasar dan batasan ketat pada unsur seksual harus diterapkan di dalam permainan.
  • 18+ (Delapan Belas Tahun ke Atas): Kategori khusus dewasa. Game ini diizinkan secara bebas memuat konten kekerasan realistis, kengerian horor, adegan darah, mutilasi, simulasi judi, unsur narkoba/alkohol, serta humor dengan konotasi seksual.

Drama dan Kontroversi di Steam

Implementasi IGRS bukannya tanpa halangan. Pada Januari 2026, platform Roblox berhasil beradaptasi dengan mulus dengan mengganti Content Maturity Label mereka agar sesuai dengan standar IGRS.

Namun, gejolak besar terjadi beberapa hari lalu di bulan April 2026. Platform distribusi game raksasa Steam mulai memunculkan label klasifikasi IGRS di halaman penjualan game mereka.

Sayangnya, proses konversi rating yang berbasis kuesioner ini dianggap meleset dan tidak akurat oleh komunitas gamers Tanah Air, memicu gelombang protes tajam di media sosial.

Menanggapi kontroversi tersebut, label IGRS di Steam akhirnya dicabut sementara dalam waktu dua hari dan dikembalikan ke sistem PEGI.

Pihak Komdigi pun langsung turun tangan melakukan investigasi mendalam dan menyatakan akan terus menyempurnakan sistem IGRS, termasuk memperkuat mekanisme verifikasi mandiri yang dilakukan oleh developer.

Masa Depan Industri Game Indonesia

Terlepas dari dinamika dan drama di masa transisi ini, kehadiran IGRS merupakan fondasi penting agar ekosistem game digital di Indonesia menjadi lebih sehat, beretika, dan aman.

Para developer tidak perlu lagi meraba-raba batasan konten, sementara orang tua memiliki alat ukur pasti untuk melindungi anak-anak dari paparan konten negatif.

- Advertisement -

Salah satu masalah utama mengapa developer lokal sulit berkembang di masa lalu adalah minimnya regulasi yang jelas. Investor global sering kali ragu menyuntikkan dana ratusan miliar ke studio game Indonesia karena takut terbentur masalah hukum atau konten yang dinilai melanggar norma setempat.

Kehadiran IGRS menuntaskan kebuntuan tersebut. Dengan adanya parameter klasifikasi usia (Mulai dari 3+ hingga 18+) yang jelas, publisher dan investor asing kini memiliki panduan pasti. Mereka tahu persis konten apa yang bisa dipasarkan di Indonesia, serta batasan apa yang harus dipatuhi developer lokal saat membuat game. Kepastian ini ibarat karpet merah bagi masuknya pendanaan asing untuk menyokong studio-studio game indie di Indonesia.

Dukungan Perpres Percepatan Game Nasional

Optimisme masa depan industri game Indonesia tak hanya bersandar pada IGRS. Pada tahun 2024 lalu, pemerintah juga telah mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional.

Perpres ini mewajibkan kolaborasi lintas kementerian untuk memberikan insentif, pendanaan, hingga kemudahan pajak bagi para pembuat game lokal. Bayangkan, ketika sistem rating sudah teratur berkat IGRS, dan modal usaha dipermudah lewat Perpres, ekosistem developer lokal seperti Agate, Toge Productions, hingga Mojiken Studio (kreator A Space for the Unbound) memiliki amunisi penuh untuk terus memproduksi game berkualitas internasional.

- Advertisement -

Berita Terkait

Mingguan

Cuci Gudang! 5 Pemain Lazio Ini Habis Kontrak pada Juni 2026

Lazio bersiap melakukan perombakan skuad. Simak daftar 5 pemain Lazio yang habis kontrak pada Juni 2026, dari Pedro hingga Daniel Maldini.

Sanksi Tegas Chelsea Untuk Enzo

LONDON, OneSports – Suas...

Ancelotti Coret Bintang Premier League! Gabriel Jesus hingga Richarlison Tersingkir dari Skuad Brasil

Carlo Ancelotti membuat keputusan mengejutkan dengan mencoret sejumlah pemain Premier League dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Gabriel Jesus hingga Richarlison harus rela hanya menjadi penonton.

Mimpi Besar Hector Souto: Liga Futsal Kuat dan Gaji Layak untuk Pemain

Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, Piala AFF Futsal 2026, Kesejahteraan Atlet, Futsal Indonesia

Hal yang Wajib Kamu Ketahui, Tentang Google News

JAKARTA – Bagi pengembang dan pemilik portal berita yang ingin memenangkan persaingan di mesin pencari, mendaftarkan situs ke dalam platform Google News merupa...

Samsung Galaxy S26 Rilis Fitur Quick Share Tembus ke Ekosistem Apple

Dinding eksklusivitas yang selama ini membatasi ekosistem perangkat pintar perlahan mulai runtuh. Dalam sebuah langkah strategis yang sangat mengejutkan pasar ...

Algoritma SEO 2026 Strategi Backlink & Trafik

Algoritma SEO 2026 Sudah siapkah strategi SEO Anda menghadapi tantangan perubahan algoritma tahun 2026? Lanskap dunia digital kini menuntut adaptasi yang s...

Pedoman SEO 100 Rank Math

Menulis berita yang tajam dan akurat adalah kewajiban dasar seorang jurnalis. Namun, di era digital yang sangat kompetitif ini, tulisan berkualitas tinggi tida...

Strategi SEO 2026 : Cara Bertahan dari Gempuran Algoritma Baru

Strategi SEO 2026 ? Bagaimana kelangsungan strategi SEO Anda dalam bertahan menghadapi tantangan perubahan algoritma di tahun 2026? Lanskap dunia digital ki...

Curi Start! Timnas Timor Leste Jadi Peserta Pertama yang Tiba di Sumut Jelang Piala AFF U-...

Tiba sepekan lebih awal, skuad muda Timor Leste langsung menggelar latihan mandiri di Stadion Baharuddin Siregar sembari menunggu fasilitas resmi dibuka pada 28 Mei.

Pemprov Sumut Pastikan Kesiapan 100 Persen Jelang Kick-off Piala AFF U-19 2026

Tim-tim peserta dari Asia Tenggara mulai berdatangan. Laga pembuka akan menyajikan duel Vietnam vs Timor Leste dan Timnas Indonesia vs Myanmar pada 1 Juni 2026.

Comeback Sempurna Yeon Sang Ho: Film “Colony” Pecahkan Rekor Box Office Korea ...

Dibintangi Jun Ji Hyun dan Ji Chang Wook, film thriller monster ini sukses merajai bioskop di hari pertama penayangan usai mendapat standing ovation 7 menit di Cannes.

Daftar Lengkap Klub Top 5 Liga Eropa yang Lolos ke Liga Champions 2026/2027: Como Ukir Sej...

Persaingan dramatis hingga pekan pamungkas memunculkan sejumlah kejutan. Raksasa Italia terlempar, sementara Liverpool dan VfB Stuttgart sukses mengamankan tiket di menit-menit akhir.

Petaka di San Siro: Ditekuk Cagliari 1-2, AC Milan Gagal Lolos ke Liga Champions

Tampil mengecewakan di laga pamungkas Serie A, Rossoneri dipastikan harus turun kasta dan hanya akan berlaga di Liga Europa musim depan.

Cetak Sejarah Baru! Como 1907 Amankan Tiket Liga Champions 2026/2027

Tangan dingin Cesc Fabregas sukses membawa tim promosi ini finis di empat besar Serie A, mengunci tiket kompetisi elite Eropa untuk pertama kalinya.

Lautaro Martínez Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Serie A Mei 2026, Pisilli Sabet Gelar P...

Konsistensi Lautaro di lini depan Inter Milan berbuah manis, sementara talenta muda AS Roma, Niccolò Pisilli, sukses mencuri perhatian di penghujung musim kompetisi.

Laga Hidup Mati SC Paderborn vs Wolfsburg: Misi Promosi di Bawah Gemuruh Home Deluxe Arena...

Bermain imbang tanpa gol di leg pertama, SC Paderborn siap tampil habis-habisan demi merebut tiket promosi ke kasta tertinggi Bundesliga dari genggaman Wolfsburg.

#Taggar Trending

Berita Timnas

Curi Start! Timnas Timor Leste Jadi Peserta Pertama yang Tib...

Tiba sepekan lebih awal, skuad muda Timor Leste langsung menggelar latihan mandiri di Stadion Baharuddin Siregar sembari menunggu fasilitas resmi dibuka pada 28 Mei.

Taktik Herdman: Timnas Pantang Bergantung Satu Striker

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menuntut seluruh pemain memiliki mentalitas mencetak gol. Ia ingin mengubah gaya main skuad Garuda yang dinilai terlalu pasif.

Kejutan Piala Dunia 2026: Ivan Toney Dipanggil Timnas Inggris

Dari skandal judi hingga merantau ke Liga Arab Saudi, Ivan Toney sukses merebut hati Thomas Tuchel untuk masuk skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

Panggung Terakhir Ronaldo: Skuad Emas Portugal Siap Gebrak Piala Dunia 2026

Timnas Portugal bersiap menatap Piala Dunia 2026 bersama Cristiano Ronaldo yang berambisi melengkapi kepingan terakhir trofinya dalam skuad bertabur bintang asuhan Roberto Martinez.

Tak Sekadar Label Eropa, John Herdman Padukan Daya Juang dan Kecerdasan Taktis di Timnas

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa status bermain di Eropa tidak menjamin tempat di Skuad Garuda. Ia mencari perpaduan sempurna antara daya juang pemain domestik dan kecerdasan taktis pemain diaspora.

Harus Baca