.jpeg)
Pekan pertama Premier League 2025/2026 resmi bergulir sejak Sabtu (16/8/2025) dini hari WIB. Laga pembuka mempertemukan Liverpool vs Bournemouth di Anfield, dan ditutup dengan duel Leeds United vs Everton pada Selasa (19/8) dini hari WIB.
Total sepuluh pertandingan dimainkan. Namun, di balik euforia kembalinya Liga Inggris, ada sederet momen kontroversial yang memicu perdebatan panas di kalangan pemain, pelatih, hingga suporter.
Setidaknya, ada empat insiden yang menjadi sorotan di pekan perdana.
1. Handball Marcos Senesi, Liverpool Merasa Dirugikan
Di Anfield, bek Bournemouth Marcos Senesi sempat tertangkap kamera mengenai bola dengan tangannya di babak pertama.
Bagi sebagian pengamat, itu layak dianggap handball sekaligus potensi kartu merah. Namun, wasit dan VAR memilih melanjutkan permainan tanpa pelanggaran. Fans Liverpool pun murka, merasa timnya seharusnya mendapat keuntungan dari insiden tersebut.
2. Gol Eberechi Eze Dianulir, Fans Palace Bingung Aturan
Kontroversi juga lahir di Stamford Bridge. Eberechi Eze berhasil mengeksekusi tendangan bebas indah ke gawang Chelsea, namun gol dianulir.
Alasannya, Marc Guehi dianggap terlalu dekat dengan pagar betis The Blues. Aturan itu memang ada, tetapi jarang diterapkan secara tegas. Fans Palace merasa dirugikan dan menilai keputusan wasit “asing” bagi mereka.
3. Duel Manchester United vs Arsenal: Dua Insiden, Nol Tinjauan
Big match di Old Trafford tak lepas dari kontroversi. Pertama, Matheus Cunha dilanggar William Saliba di menit-menit akhir, namun tak ada peluit pelanggaran.
Kedua, saat MU kebobolan, kiper Altay Bayindir terlihat diganggu sebelum Riccardo Calafiori menanduk bola ke gawang. VAR pun tak melakukan intervensi.
Fans Setan Merah menilai dua momen itu sangat krusial dan seharusnya ditinjau lebih serius.
4. Handball James Tarkowski, Everton Jadi Korban
Di Elland Road, bek Everton James Tarkowski dianggap melakukan handball setelah bola tembakan lawan mengenai tangannya.
Padahal, bola lebih dulu mengenai Kiernan Dewsbury-Hall sebelum memantul ke tangan Tarkowski. Meski sempat menuai protes, wasit tetap menunjuk titik putih. Penalti itu dieksekusi sempurna Leeds dan menjadi penentu kemenangan.
Banyak pihak menyebut keputusan tersebut terlalu keras dan tidak tepat, sehingga membuat Everton merasa dirugikan sejak awal musim.
Drama VAR yang Tak Pernah Usai
Empat kontroversi di pekan perdana ini kembali menegaskan bahwa VAR bukan jaminan hilangnya perdebatan. Keputusan wasit tetap menjadi faktor penentu, dan Premier League 2025/2026 baru saja memberi bukti bahwa drama ini akan terus hidup sepanjang musim.
Bagi Anda yang ingin mengikuti jadwal, prediksi pertandingan, hingga analisis lengkap Liga Inggris dan kompetisi Eropa lainnya, bisa mampir ke https://www.strategibola.com untuk update terbaru seputar dunia sepak bola.
Apakah pekan-pekan berikutnya akan lebih tenang, atau justru semakin panas?

