Menteri PPPA Desak Polisi Tindak Tegas Kasus Kekerasan Seksual di Pati

Berita Terkait

- Advertisement -

JAKARTA, OneSportsID – Kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan kembali menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendesak aparat kepolisian untuk bertindak tegas dan transparan dalam menangani kasus kekerasan seksual yang menimpa santri di sebuah pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Dalam pernyataannya di Jakarta pada Senin (4/5/2026), Arifah menegaskan bahwa setiap langkah hukum yang diambil harus memprioritaskan kepentingan terbaik bagi korban serta menjamin proses keadilan yang tanpa kompromi.

Desakan Penahanan Tersangka dan Penggunaan UU TPKS

Menteri Arifah menekankan bahwa instrumen hukum Indonesia saat ini sudah cukup kuat untuk memberikan perlindungan maksimal. Ia mendorong penggunaan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) sebagai landasan utama penyidikan.

“Penggunaan Pasal 45 Undang-Undang tersebut sangat memungkinkan penyidik segera menahan tersangka,” ujar Arifah Fauzi. “Hal ini krusial untuk mencegah intimidasi terhadap korban dan memastikan proses hukum berjalan lancar.”

Langkah cepat aparat dalam menahan tersangka dinilai menjadi kunci utama untuk memberikan rasa aman kepada korban dan meminimalisir intervensi dari pihak luar yang dapat mengganggu jalannya penyidikan.

Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Pati

Senada dengan pemerintah pusat, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Pihak Pemkab Pati menempatkan perlindungan menyeluruh bagi korban sebagai prioritas tertinggi melalui berbagai bentuk dukungan.

Beberapa bentuk pendampingan yang disiapkan meliputi:

  • Pendampingan Psikologis: Untuk memulihkan trauma mental korban.
  • Dukungan Hukum: Memastikan hak-hak korban terpenuhi selama proses peradilan.
  • Layanan Medis: Pemeriksaan fisik dan pengobatan yang diperlukan.
  • Dukungan Sosial: Memastikan korban kembali mendapatkan hak pendidikan dan integrasi sosial yang layak.

Memperkuat Program “Pesantren Ramah Anak”

Sebagai langkah preventif jangka panjang, Kementerian PPPA terus mendorong penguatan program Pesantren Ramah Anak. Program ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan keagamaan yang aman, nyaman, dan melindungi santri dari segala bentuk kekerasan, termasuk ancaman seksual.

- Advertisement -

Kementerian berharap lingkungan pesantren dapat benar-benar menjadi ruang suci bagi pengembangan karakter dan ilmu agama tanpa ada celah bagi tindakan kriminal yang merusak martabat anak-anak bangsa.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berani melaporkan segala bentuk indikasi kekerasan seksual di lingkungan sekitar demi memutus rantai impunitas bagi para pelaku kejahatan seksual.

- Advertisement -

Mingguan

Kejutan Besar Skuad Oranje! Jeremie Frimpong Dicoret dari Daftar Skuad Belanda untuk Piala Dunia 2026, Kok Bisa?

Berstatus sebagai salah satu bek kanan paling eksplosif di Eropa bersama Bayer Leverkusen, pemain berusia 25 tahun ini secara mengejutkan tak dibawa oleh Ronald Koeman ke Amerika Utara.

Bedah Kekuatan Grup E Piala Dunia 2026: Misi Penebusan Dosa Jerman, Dominasi Ekuador, hingga Sejarah Curacao

Julian Nagelsmann dituntut membawa Die Mannschaft bangkit dari keterpurukan, sementara tim sekecil Curacao siap mencatatkan tinta emas di panggung dunia.

Bedah Kekuatan Grup F Piala Dunia 2026: Ambisi Oranje, Konsistensi Samurai Blue, dan Kejutan Menanti

Belanda dan Jepang diunggulkan melaju ke babak gugur, namun kokohnya pertahanan Tunisia serta ketajaman Viktor Gyokeres bersama Swedia siap mengacaukan prediksi.

Peta Kekuatan Grup K Piala Dunia 2026: Panggung Dansa Terakhir Cristiano Ronaldo Dikepung Kolombia

Menjadi Piala Dunia keenam sekaligus penutup karier internasional CR7 di usia 41 tahun, sementara Uzbekistan siap menggebrak sebagai debutan di bawah asuhan Fabio Cannavaro.

Merusak Tradisi Siaran Sepak Bola! Fox Sports Tuai Kritik Us...

Jeda minum di pertengahan babak yang seharusnya menjadi momen pemulihan pemain justru dimanfaatkan secara maksimal oleh jaringan televisi Amerika Serikat tersebut untuk meraup keuntungan finansial.

Gara-Gara Celana IShowSpeed, Thierry Henry Diserang Fans Nig...

Niat bercanda soal outfit campur aduk sang YouTuber di siaran langsung Piala Dunia 2026, ucapan legenda Arsenal ini berujung salah paham yang memicu kemarahan publik Afrika.

Bikin Brasil Frustrasi! Mengenal Ayyoub Bouaddi, Wonderkid J...

Sempat jadi kapten Timnas Prancis U-21, gelandang Lille berusia 18 tahun ini membuktikan keputusan Maroko membajaknya jelang Piala Dunia 2026 adalah langkah genius.

Buru Mesin Gol Baru, Kaizer Chiefs Bidik Mantan Striker Riva...

Berstatus bebas transfer usai dilepas Orlando Pirates, penyerang berusia 29 tahun ini menjadi kandidat kuat untuk memecahkan krisis lini serang Chiefs.

Trending

Prediksi Grup B Piala Dunia 2026: Ujian Berat Qata...

Tampil untuk kedua kalinya di panggung Piala Dunia, The Maroons harus mati-matian menjaga selisih gol saat menghadapi dominasi La Nati di San Francisco.

Adu Taktik di Laga Perdana Grup C Piala Dunia 2026...

Ujian pertama Carlo Ancelotti bersama Selecao akan mendapat perlawanan sengit dari Singa Atlas yang tak lagi berstatus sebagai tim kuda hitam.

Mengupas Tuntas Wasit Piala Dunia FIFA 2026: Dari ...

Sementara para pemain sepak bola terbaik dunia akan menentukan hasil akhir dari Piala Dunia FIFA 2026 musim panas ini, para wasit terbaik dari seluruh penjuru ...

#Taggar