Sepakat Latih Chelsea, Xabi Alonso Ambil Risiko Kehancuran Karier

Xabi Alonso dilaporkan sepakat menjadi manajer baru Chelsea, sebuah langkah penuh risiko yang dinilai bisa menghancurkan kariernya usai gagal total di Real Madrid.

- Advertisement -

LONDON, OneSportsID Musim panas tahun lalu, Xabi Alonso masih menyandang status sebagai salah satu manajer paling diburu di dunia sepak bola. Keputusannya menerima pinangan Real Madrid kala itu dianggap sebagai langkah jenius, mengingat rekam jejak impresifnya yang sukses mengangkat derajat Bayer Leverkusen di Bundesliga.

Namun, realita berkata lain. Karier Alonso di Santiago Bernabeu hanya bertahan seumur jagung. Ia dipecat oleh Florentino Perez setelah baru tujuh bulan menjabat, menyusul kampanye kompetisi yang hancur lebur. Los Blancos harus mengakhiri musim tanpa gelar untuk tahun kedua secara beruntun, diwarnai berbagai kontroversi pelik di luar lapangan.

Baca Juga : Bruno Fernandes Tegaskan Kesetiaan di Manchester United, Terus Bidik Gelar Juara

- Advertisement -

Kini, juru taktik asal Spanyol tersebut dilaporkan telah menemukan pelabuhan barunya. Sayangnya, keputusan tersebut justru mengundang tanda tanya besar, lantaran Alonso dinilai melompat dari satu klub dengan manajemen buruk ke klub lain yang tak kalah kacaunya.

Sepakat Menuju Stamford Bridge

Berdasarkan laporan dari jurnalis Peter Rutzler (The Times) dan Ben Jacobs (Give Me Sport), Chelsea dikabarkan telah mencapai kesepakatan prinsip untuk menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer baru.

- Advertisement -

Laporan tersebut merinci bahwa Alonso telah menyepakati kontrak berdurasi empat tahun. Pengumuman resmi bahkan diprediksi akan dirilis sebelum laga Premier League melawan Tottenham pada akhir pekan ini.

Menariknya, jurnalis Bobby Vincent dari Football London menyebutkan bahwa Alonso akan diberikan jabatan struktural sebagai “Manajer” dan bukan sekadar “Pelatih Kepala” (Head Coach), yang memberikannya otoritas lebih besar dalam pengambilan keputusan klub.

Di atas kertas, keberhasilan mendatangkan Alonso adalah sebuah pencapaian besar bagi manajemen Chelsea. Namun, bagi sang manajer, ini adalah pertaruhan yang sangat berbahaya.

Masuk ke Lubang Buaya yang Sama

Bagi seorang manajer, memilih lingkungan kerja yang tepat adalah kunci kesuksesan jangka panjang. Kegagalan Alonso di Real Madrid sebenarnya masih bisa dimaklumi oleh publik.

Baca Juga : Persimpangan Karier Jose Mourinho: Bertahan di Benfica atau Comeback ke Real Madrid?

- Advertisement -

Banyak pihak menyadari bahwa menangani ruang ganti Madrid yang penuh dengan pemain berstatus “diva” membutuhkan profil pelatih yang sangat spesifik. Hal ini terbukti ketika penggantinya, Alvaro Arbeloa, berhasil memperbaiki sedikit citra klub di akhir musim.

Sebagai seorang jenius taktik, reputasi Alonso sejatinya belum benar-benar hancur. Namun, keputusannya untuk bergabung dengan Chelsea sungguh di luar nalar.

Kondisi The Blues saat ini memiliki kemiripan yang sangat identik dengan masalah yang dihadapi Alonso di Madrid. Chelsea kembali mencatatkan finis mengecewakan di liga akibat hilangnya arah dari konsorsium pemilik, BlueCo.

Baca Juga : Bungkam Rumor Cabut, Pep Guardiola Tegaskan Tetap Latih Manchester City

Manajemen klub berulang kali melakukan kesalahan dalam merekrut pelatih, sementara skuad dipenuhi oleh pemain-pemain yang kerap bertindak indisipliner.

- Advertisement -

Enzo Maresca sebelumnya harus lengser karena berselisih dengan hierarki eksekutif klub terkait minimnya kendali organisasi.

- Advertisement -

Setelah Liam Rosenior masuk, ruang ganti justru semakin memanas. Pemain seperti Enzo Fernandez dan Marc Cucurella bahkan harus menerima sanksi disiplin akibat secara terang-terangan menyuarakan rasa frustrasi mereka.

Pertaruhan Reputasi yang Fatal

Jika Alonso berhasil lolos dari kritik tajam usai kegagalannya di Real Madrid, publik sepak bola tentu tidak akan memberikan kelonggaran yang sama jika ia kembali gagal di Chelsea.

Menjadi manajer yang gagal di dua klub raksasa Eropa secara beruntun akan meninggalkan noda permanen pada CV-nya.

Baca Juga : Rio Ferdinand Usulkan Elliott Anderson dan Kees Smit Jadi Pengganti Casemiro

- Advertisement -

Dengan skuad yang masih muda, gemuk, dan tidak stabil, serta absennya Chelsea dari kompetisi Eropa musim depan, ekspektasi suporter untuk kembali ke papan atas Premier League akan sangat membebani pundaknya.

Banyak pakar menilai Alonso terlalu keras kepala dalam memilih pekerjaan. Mengingat sejumlah klub raksasa lain berpotensi mencari pelatih baru musim panas ini—seperti kursi Arne Slot di Liverpool yang mulai goyah—keputusan Alonso untuk menenggelamkan dirinya ke dalam lingkungan toxic di London dinilai sebagai langkah yang sama sekali tidak masuk akal.

- Advertisement -

Mingguan

Berita Terkait

Peta Kekuatan WSL Berubah Total: Revolusi Finansial, Transfe...

Kompetisi sepak bola wanita tertinggi di Inggris, Women’s Super League (WSL), resmi menyongsong era baru untuk musim 2026-2027 dengan tensi yang jauh lebih pana...

Peta Pergerakan Transfer Sepak Bola Global: Mengurai Ambisi ...

Gelombang bursa transfer musim ini tidak lagi sekadar menjadi panggung pertunjukan bagi mega-bintang sepak bola pria semata. Di balik layar, terjadi pergeseran ...

Malam Kelam di New York: Hambatan Fisik dan Tanda-Tanda Akhi...

Keheningan yang mencekat menyelimuti Flushing Meadows ketika jarum jam melampaui tengah malam di New York. Di bawah sorotan lampu Stadion Arthur Ashe, sebuah dr...

Sinyal Bahaya untuk Dominasi AS: Komposisi Tim Internasional...

Musim PGA Tour secara resmi telah memungkasi tirainya di lapangan legendaris East Lake, tetapi panggung panas golf profesional dunia belum benar-benar mereda. A...

Trending

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF ...

Berstatus juara bertahan, skuad Garuda Muda siap memulai kampanye di ajang ASEAN U-19 Boys Championship 2026 di depan publik sendiri.

Peta Kekuatan WSL Berubah Total: Revolusi Finansia...

Kompetisi sepak bola wanita tertinggi di Inggris, Women’s Super League (WSL), resmi menyongsong era baru untuk musim 2026-2027 dengan tensi yang jauh lebih pana...

Adu Mekanik Statistik Messi vs Ronaldo: Siapa GOAT...

Kupas tuntas rivalitas terbesar abad ini. Bandingkan statistik gol, trofi, hingga rekor head-to-head antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Daftar Lengkap Tim yang Lolos ke League Phase Liga...

Daftar lengkap tim yang lolos ke League Phase Liga Champions 2026/27. Mulai dari Real Madrid, Manchester City, hingga kuota tambahan untuk Premier League.