MADRID – Lini depan Atletico Madrid mendadak ompong. Juru taktik Diego Simeone dipastikan tak bisa membawa Julian Alvarez saat Los Colchoneros melakoni laga tandang alot ke markas Sevilla akhir pekan ini.
Secara resmi, Simeone berdalih penyerang asal Argentina itu harus absen lantaran kurang enak badan hingga mangkir latihan selama empat hari beruntun. Tapi, publik sepak bola Spanyol tak mudah dikelabui. Aroma pemberontakan di ruang ganti tercium sangat tajam.
Alvarez santer dikabarkan sengaja ‘ngambek’ karena ngebet ingin membelot ke Barcelona. Sayangnya, manajemen Atletico menutup rapat pintu keluar dan memblokir skema transfer tersebut, membuat sang pemain memilih mogok main.
Drama transfer ini jelas menjadi pukulan telak yang bikin skuad ibu kota terancam kena mental. Pasalnya, di saat bersamaan, mesin gol utama mereka, Alexander Sorloth, terpaksa menepi ke ruang perawatan akibat dihantam cedera.
Praktis, stok juru gedor Atletico kini krisis parah. Simeone dipaksa memutar otak lebih keras karena opsi di lini depan hanya menyisakan Ademola Lookman dan pemain muda Carlos Martin untuk merobek jala lawan.
Situasi makin pelik karena lawan yang dihadapi sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Sevilla baru saja memetik dua kemenangan beruntun dan siap menerkam Atletico yang datang dengan kondisi pincang.
“Julian tak akan ada di tim melawan Sevilla, yang baru memenangi dua pertandingan dan akan sangat percaya diri. Absennya Sorloth melukai kami, dia itu sangat penting,” keluh Simeone, dikutip dari BBC, Sabtu (29/8/2026).
Menyadari timnya krisis daya gedor, pelatih berusia 56 tahun itu kini menuntut pembuktian dari lini kedua. Taktik mengandalkan ketajaman individu striker dipastikan tidak akan berjalan.
“Dalam hal ini, situasi Julian menjadi lebih berdampak. Tim ini akan mencoba secara kolektif menemukan solusi untuk mencetak gol dan menang. Kami akan mencoba berbenah secara kolektif,” pungkas El Cholo.
Tanpa kehadiran dua striker utamanya, mampukah barisan gelandang Atletico tampil gacor menyelamatkan tim, atau malah berujung nyungsep di markas lawan?

