Harry Kane benar-benar membuktikan kelasnya sebagai predator kotak penalti paling mematikan di Eropa musim ini. Bersama Bayern Munich, Kane menutup musim 2025/2026 dengan torehan luar biasa: 61 gol hanya dari 51 pertandingan di semua kompetisi.
Puncaknya terjadi pada partai final DFB-Pokal melawan Stuttgart di mana Kane memimpin kemenangan telak 3-0. Dalam laga tersebut, ia mencetak hat-trick sempurna—masing-masing melalui kaki kiri, kaki kanan, dan sundulan kepala—yang memastikan trofi DFB-Pokal ke-21 bagi Die Roten.
Ketajaman Kane musim ini benar-benar merata. Di Bundesliga, ia mencatatkan 36 gol, di Liga Champions ia membukukan 14 gol, di DFB-Pokal ia mengemas 10 gol, serta 1 gol di DFL-Supercup.
Atas pencapaiannya di final, Kane kini bergabung dengan deretan legenda yang pernah mencetak hat-trick di final DFB-Pokal seperti Uwe Seeler, Roland Wohlfarth, dan Robert Lewandowski. Namun, Kane membedakan dirinya dengan status “hat-trick sempurna” yang ia lesakkan di laga puncak tersebut.
“Menjelang final ini saya merasa punya tanggung jawab untuk membantu tim. Saya tahu bakal mendapatkan peluang dan hari ini itu terjadi lagi. Mencetak hat-trick di final adalah perasaan yang sangat spesial dan akan menjadi kenangan yang saya ingat selamanya,” ungkap Kane usai pertandingan, seperti dilansir TNTSports.
Performa Kane di ajang DFB-Pokal musim ini juga layak mendapat sorotan khusus. Ia mencetak gol di setiap ronde yang dilalui Bayern, mulai dari menghadapi Wehen Wiesbaden hingga menundukkan Stuttgart di final. Catatan 10 golnya dalam satu musim DFB-Pokal hanya terpaut satu gol dari rekor legendaris Gerd Muller yang mencetak 11 gol pada musim 1976/1977.
Selain itu, ia menjadi pemain ketiga dalam sejarah yang mampu mencetak gol di setiap putaran turnamen tersebut, menyamai prestasi Dieter Muller dan Dirk Kurtenbach. Konsistensi luar biasa ini menegaskan bahwa kepindahan Kane ke Jerman telah membuahkan hasil fantastis, sekaligus menjadikannya salah satu pemain paling produktif dalam sejarah klub.


