Sementara para pemain sepak bola terbaik dunia akan menentukan hasil akhir dari Piala Dunia FIFA 2026 musim panas ini, para wasit terbaik dari seluruh penjuru bumi juga bersiap untuk menorehkan jejak mereka di turnamen bergengsi ini.
Ratusan perangkat pertandingan dari berbagai negara dijadwalkan terbang ke Amerika Utara untuk mengawal jalannya kompetisi. Daftar ini diisi oleh nama-nama paling familier yang telah malang melintang di kompetisi klub maupun internasional terbesar di dunia.
FIFA telah merilis daftar resmi nama-nama yang akan membantu memimpin pertandingan Piala Dunia, mulai dari babak penyisihan grup hingga partai final pada 15 Juli 2026. Lebih dari 150 individu dari enam konfederasi akan mewakili FIFA demi memastikan 104 pertandingan dimainkan secara adil dan mematuhi Laws of the Game.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai siapa saja yang akan mengambil alih komando di lapangan pada Piala Dunia FIFA 2026 serta dinamika menarik di baliknya.
Peningkatan Signifikan Jumlah Wasit
Pada Piala Dunia 2026, akan ada 52 wasit utama yang berpartisipasi. Angka ini melonjak tajam dibandingkan dengan 33 wasit pada turnamen 2022 di Qatar. Peningkatan jumlah perangkat pertandingan ini sangat krusial untuk mengimbangi lonjakan total pertandingan, di mana turnamen 2026 akan menggelar 104 laga, naik dari 64 laga pada 2022.
Sama seperti empat tahun lalu, keenam konfederasi FIFA akan mengirimkan perwakilannya, mencakup 44 negara yang berbeda. Argentina dan Brasil memimpin daftar dengan masing-masing mengirimkan tiga wasit, sementara negara tuan rumah (Amerika Serikat dan Meksiko), Inggris, serta Prancis masing-masing mengirimkan dua wakil.
Daftar Lengkap Wasit Utama Piala Dunia 2026
| Konfederasi | Negara | Nama Wasit |
| AFC | Australia | Alireza Faghani |
| AFC | China | Ning Ma |
| AFC | Jepang | Yusuke Araki |
| AFC | Yordania | Adham Makhadmeh |
| AFC | Qatar | Abdul Rahman Al Jassim |
| AFC | Arab Saudi | Khalid Al Turais |
| AFC | UEA | Omar Al Ali |
| AFC | Uzbekistan | Ilgiz Tantashev |
| CAF | Aljazair | Mustapha Ghorbal |
| CAF | Mesir | Amin Mohamed |
| CAF | Gabon | Pierre Atcho |
| CAF | Mauritania | Dahane Beida |
| CAF | Maroko | Jalal Jayed |
| CAF | Afrika Selatan | Abongile Tom |
| CONCACAF | Kanada | Drew Fischer |
| CONCACAF | Kosta Rika | Juan Calderon |
| CONCACAF | El Salvador | Ivan Barton |
| CONCACAF | Honduras | Hector Said Martinez |
| CONCACAF | Jamaika | Oshane Nation |
| CONCACAF | Meksiko | Katia Garcia |
| CONCACAF | Meksiko | Cesar Ramos |
| CONCACAF | Amerika Serikat | Ismail Elfath |
| CONCACAF | Amerika Serikat | Tori Penso |
| CONMEBOL | Argentina | Dario Herrera |
| CONMEBOL | Argentina | Yael Falcon Perez |
| CONMEBOL | Argentina | Facundo Tello |
| CONMEBOL | Brasil | Ramon Abatti |
| CONMEBOL | Brasil | Raphael Claus |
| CONMEBOL | Brasil | Wilton Sampaio |
| CONMEBOL | Chile | Cristian Garay |
| CONMEBOL | Kolombia | Andres Rojas |
| CONMEBOL | Paraguay | Juan Gabriel Benitez |
| CONMEBOL | Peru | Kevin Ortega |
| CONMEBOL | Uruguay | Gustavo Tejera |
| CONMEBOL | Venezuela | Jesus Valenzuela |
| OFC | Selandia Baru | Campbell-Kirk Kawana-Waugh |
| UEFA | Inggris | Michael Oliver |
| UEFA | Inggris | Anthony Taylor |
| UEFA | Prancis | Francois Letexier |
| UEFA | Prancis | Clement Turpin |
| UEFA | Jerman | Felix Zwayer |
| UEFA | Italia | Maurizio Mariani |
| UEFA | Belanda | Danny Makkelie |
| UEFA | Norwegia | Espen Eskas |
| UEFA | Polandia | Szymon Marciniak |
| UEFA | Portugal | Joao Pinheiro |
| UEFA | Spanyol | Alejandro Hernandez |
| UEFA | Rumania | Istvan Kovacs |
| UEFA | Slovenia | Slavko Vincic |
| UEFA | Swedia | Glenn Nyberg |
| UEFA | Swiss | Sandro Schaerer |
(Catatan: Nama yang dicetak tebal adalah wasit yang berasal dari negara tuan rumah 2026).
Nama-Nama Bintang di Barisan Pengadil Lapangan
Ada banyak nama dalam daftar wasit Piala Dunia 2026 yang pastinya sudah tidak asing lagi bagi para penggemar sepak bola.
Wasit final Piala Dunia 2022, Szymon Marciniak dari Polandia, kembali hadir untuk memimpin turnamen Piala Dunia ketiganya. Selain itu, para veteran dari babak sistem gugur 2022 juga kembali dipanggil, termasuk Abdulrahman Al-Jassim (Qatar), Cesar Ramos (Meksiko), Wilton Sampaio (Brasil), Facundo Tello (Argentina), dan Michael Oliver (Inggris).
Di ranah Eropa, nama-nama langganan Liga Champions UEFA juga turut serta. Istvan Kovacs (Rumania), wasit final UCL 2025, dan Slavko Vincic (Slovenia) yang memimpin final UCL 2024 dipastikan bertugas. Wasit final Euro 2024, Francois Letexier dari Prancis, juga masuk dalam daftar.
Namun, ada pula absen yang mencolok. Wasit semifinal 2022 asal Italia, Daniele Orsato, absen karena telah pensiun pada 2024. Wasit final CONCACAF Champions Cup, Walter Lopez dari Guatemala, serta wasit final Piala Afrika 2026, Jean-Jacques Ndala dari RD Kongo, juga tidak masuk dalam daftar panggilan.
Kontroversi Visa: Kasus Wasit Somalia Omar Artan
Salah satu narasi paling menyita perhatian jelang turnamen ini adalah nasib Omar Artan. Wasit berusia 34 tahun asal Somalia ini sejatinya bersiap mencetak sejarah sebagai wasit pertama dari negaranya yang memimpin putaran final Piala Dunia. Sayangnya, impian tersebut kandas di Bandara Internasional Miami setelah ia ditolak masuk ke Amerika Serikat.
Somalia diketahui merupakan salah satu negara yang masuk dalam daftar larangan perjalanan (travel ban) yang diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
“FIFA mengonfirmasi bahwa perangkat pertandingan Omar Abdulkadir Artan tidak akan dapat berlatih dan memimpin di Piala Dunia FIFA 2026 setelah ia ditolak masuk ke Amerika Serikat,” bunyi pernyataan resmi FIFA.
FIFA menegaskan bahwa mereka tidak memiliki yurisdiksi atas proses imigrasi negara tuan rumah. Karena seluruh perangkat pertandingan Piala Dunia akan berbasis di pusat pelatihan terpadu di Florida, sangat tidak mungkin bagi Artan untuk tetap bertugas di laga-laga yang digelar di Kanada atau Meksiko dari luar Amerika Serikat.
Isu visa ini sebenarnya sudah pernah disinggung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada 2017 silam. Kala itu ia menegaskan bahwa setiap tim, pendukung, dan perangkat pertandingan yang lolos ke Piala Dunia harus diberikan akses masuk, atau turnamen tersebut tidak dapat diselenggarakan di negara yang bersangkutan. Meski Infantino sempat menjanjikan kelancaran proses visa untuk turnamen 2026, kasus Artan membuktikan bahwa kebijakan keamanan nasional tuan rumah tetap menjadi otoritas absolut.
Rekam Jejak Wasit Final Piala Dunia
Saat ini, hanya ada satu wasit aktif dalam daftar 2026 yang memiliki pengalaman memimpin partai puncak Piala Dunia, yakni Szymon Marciniak (Polandia). Secara historis, negara seperti Argentina, Brasil, Italia, dan Inggris telah mencetak beberapa wasit finalis, dengan Italia dan Inggris memegang rekor masing-masing mengirimkan tiga wasit untuk laga puncak.
Daftar Wasit Final Piala Dunia Sepanjang Masa:
| Tahun | Tuan Rumah | Wasit Final | Negara Asal |
| 2022 | Qatar | Szymon Marciniak | Polandia |
| 2018 | Rusia | Nestor Pitana | Argentina |
| 2014 | Brasil | Nicola Rizzoli | Italia |
| 2010 | Afrika Selatan | Howard Webb | Inggris |
| 2006 | Jerman | Horacio Elizondo | Argentina |
| 2002 | Jepang/Korsel | Pierluigi Collina | Italia |
| 1998 | Prancis | Said Belqola | Maroko |
| 1994 | AS | Sandor Puhl | Hungaria |
| 1990 | Italia | Edgardo Codesal | Meksiko |
| 1986 | Meksiko | Romualdo Arppi Filho | Brasil |
(Sebagian daftar untuk referensi historis era modern).
Asisten Wasit, VAR, dan Gaji Mereka
Selain 52 wasit utama, Piala Dunia 2026 juga akan mempekerjakan 88 asisten wasit dan 30 wasit VAR (Video Assistant Referee). Jumlah asisten yang besar ini dibutuhkan karena setiap pertandingan wajib didampingi dua asisten di pinggir lapangan. Umumnya, asisten wasit dipilih dari negara yang sama dengan wasit utama demi memastikan chemistry dan kelancaran komunikasi yang telah terbangun di liga domestik mereka.
Berapa Gaji Wasit Piala Dunia?
Meskipun rincian resmi untuk 2026 belum dipublikasikan secara luas, kita bisa melihat standar kompensasi dari turnamen 2022 di Qatar:
- Gaji Pokok Wasit Utama: $70.000 (sekitar Rp 1,1 miliar).
- Bonus per Laga Grup (Utama): $3.000.
- Bonus per Laga Sistem Gugur (Utama): $10.000.
- Gaji Pokok Asisten Wasit: $25.000.
- Bonus Asisten Wasit: $2.500 per laga grup, dan $5.000 per laga sistem gugur.
Nilai ini telah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan era Piala Dunia 2014 di Brasil, di mana gaji pokok wasit berada di angka $50.000.
Tantangan Komunikasi dan Bahasa di Lapangan
Komunikasi adalah kunci mutlak bagi wasit untuk mengontrol jalannya pertandingan bertensi tinggi, berbicara dengan pemain, pelatih, serta berkoordinasi dengan petugas VAR.
Dengan 48 tim (meningkat dari 32 tim) yang akan turun ke lapangan pada 2026, akan ada puluhan bahasa berbeda yang digunakan oleh para pemain. Untuk mengatasi hal ini, FIFA mewajibkan para wasitnya menguasai satu atau lebih bahasa resmi yang diakui oleh FIFA untuk di lapangan, yaitu:
- Inggris
- Spanyol
- Prancis
- Jerman
Kemampuan menguasai bahasa-bahasa tersebut akan sangat krusial dalam meredam konflik antarpemain dan menjelaskan keputusan-keputusan krusial di depan puluhan ribu pasang mata yang memadati stadion di seluruh Amerika Utara musim panas ini.



