ONESPORTS.ID — Liverpool berpotensi kedatangan nama besar dari dunia bisnis global ke dalam struktur kepemilikannya. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, dikabarkan semakin dekat untuk membeli saham minoritas di klub Premier League tersebut.
Menurut informasi yang dipahami The Sporting News, konsorsium yang melibatkan Bezos dan salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin, tengah berada dalam pembicaraan lanjutan untuk melakukan investasi signifikan di Liverpool.
Konsorsium tersebut disebut ingin membeli sekitar sepertiga saham Liverpool. Jika transaksi terealisasi sesuai struktur yang sedang dibahas, valuasi klub diperkirakan mencapai sekitar US$6 miliar.
Namun, investasi tersebut tidak akan mengubah pengendali utama Liverpool. Fenway Sports Group (FSG) tetap akan menjadi pemegang saham pengendali klub.
Siapa Investor di Balik Rencana Pembelian Saham Liverpool?
Konsorsium ini dipimpin oleh pengusaha Amit Bhatia, yang bukan nama asing dalam sepak bola Inggris. Bhatia memiliki pengalaman di Premier League melalui keterlibatannya bersama Queens Park Rangers. Kini, ia memimpin kelompok investor yang berupaya mengambil porsi signifikan di Liverpool.
Dua nama paling mencolok dalam konsorsium tersebut adalah Bezos dan Saverin. Bezos merupakan pendiri Amazon dan mantan CEO perusahaan tersebut. Kekayaannya diperkirakan mencapai lebih dari US$280 miliar, menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia.
Sementara itu, Saverin memperoleh sebagian besar kekayaannya melalui keterlibatan awalnya di Facebook. Kekayaannya diperkirakan lebih dari US$30 miliar.
Saverin juga pernah terlibat dalam proses investasi sepak bola Inggris. Pada 2022, ia menjadi bagian dari kelompok yang sempat berusaha membeli Chelsea ketika klub London tersebut menjalani proses pergantian kepemilikan.
Jika kesepakatan Liverpool terealisasi, masuknya dua figur dengan kekuatan finansial sebesar itu akan menjadi perkembangan penting dalam lanskap kepemilikan klub Premier League.
Berapa Besar Saham yang Ingin Dibeli Bezos?
Konsorsium tersebut disebut mengincar kepemilikan sekitar sepertiga Liverpool. Dengan valuasi yang diperkirakan mencapai US$6 miliar, ukuran transaksi tersebut bukan investasi minoritas biasa.
Meski demikian, struktur yang sedang dibicarakan tetap menempatkan FSG sebagai pemegang kendali Liverpool. Ini merupakan bagian penting dari rencana tersebut.
FSG tidak sedang dikabarkan menjual Liverpool secara penuh. Sebaliknya, kelompok pemilik asal Amerika Serikat itu memang sebelumnya telah membuka peluang masuknya investor eksternal selama kontrol terhadap klub tetap berada di tangan mereka.
Dengan demikian, jika transaksi terjadi, Bezos dan para mitranya akan memperoleh kepemilikan yang cukup besar untuk menjadi pemain penting dalam struktur klub, tetapi bukan pengendali utama.
Apa Dampaknya bagi FSG dan Liverpool?
Masuknya investor dengan kekuatan finansial sebesar Bezos dan Saverin dapat mengubah dinamika internal Liverpool. Kepemilikan lebih dari 30 persen berpotensi membuat konsorsium tersebut memiliki pengaruh signifikan dalam struktur klub. Walaupun FSG tetap memegang kendali, investor baru bukan sekadar pemegang saham pasif.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah tujuan jangka panjang mereka. Apakah investasi tersebut murni merupakan penempatan modal di salah satu aset olahraga paling berharga di dunia? Atau justru menjadi langkah awal menuju keterlibatan yang lebih besar di masa depan?
Belum ada kepastian mengenai hal tersebut. Yang diketahui dari rencana saat ini adalah FSG tetap akan menjadi pemegang saham pengendali. Karena itu, terlalu dini menyimpulkan bahwa masuknya Bezos merupakan awal dari penjualan Liverpool secara penuh.
Mengapa Liverpool Menarik bagi Investor Global?
Daya tarik Liverpool tidak hanya berasal dari sejarahnya. Sejak FSG mengambil alih klub pada Oktober 2010 dengan nilai sekitar £300 juta, Liverpool berkembang menjadi salah satu klub sepak bola paling kuat secara komersial di dunia.
Perkembangan tersebut berjalan beriringan dengan keberhasilan di lapangan. Liverpool berhasil meraih gelar Premier League dan Liga Champions selama era kepemilikan FSG, sekaligus memperkuat posisi klub sebagai salah satu merek olahraga paling dikenal secara global.
Basis suporter internasional yang sangat besar membuat Liverpool memiliki nilai komersial yang tidak terbatas pada pendapatan pertandingan.
Hak siar, sponsor, merchandise, tur pramusim, serta nilai merek global membuat klub Premier League semakin menarik sebagai aset investasi jangka panjang.
Liverpool berada tepat di tengah fenomena tersebut. Sepak bola elite Inggris kini tidak lagi hanya dipandang sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai aset hiburan global dengan sumber pendapatan yang sangat besar.
Jeff Bezos dan Langkah Besar ke Dunia Sepak Bola
Bagi Bezos sendiri, investasi Liverpool akan menjadi langkah signifikan ke dunia sepak bola. Berbeda dengan sejumlah miliarder lain, Bezos belum dikenal sebagai investor besar dalam industri sepak bola.
Karena itu, keterlibatannya di Liverpool akan menjadi salah satu ekspansi paling mencolok dari portofolio investasinya ke sektor olahraga. Daya tariknya juga berbeda dibandingkan investasi biasa.
Liverpool merupakan klub dengan sejarah panjang, basis suporter global, dan eksposur media internasional yang sangat besar. Investasi di klub seperti ini berpotensi memberikan kombinasi antara aset olahraga, nilai merek, dan pertumbuhan komersial.
Namun, nilai tersebut juga datang dengan konsekuensi. Keterlibatan investor dengan sumber daya finansial sangat besar dapat meningkatkan ekspektasi terhadap klub, terutama dalam hal investasi skuad, pengembangan infrastruktur, dan ambisi kompetitif.
Meski demikian, tidak ada indikasi dari materi ini bahwa Bezos akan mengambil kendali operasional Liverpool atau mengubah strategi olahraga klub.
Apakah Ini Awal dari Penjualan Liverpool?
Pertanyaan terbesar justru berada di masa depan. FSG selama ini menunjukkan bahwa mereka terbuka terhadap investasi eksternal tanpa kehilangan kontrol atas Liverpool. Rencana masuknya Bezos dan Saverin sesuai dengan model tersebut.
Namun, jika konsorsium akhirnya menguasai sekitar sepertiga klub, posisi mereka tentu akan jauh lebih kuat dibandingkan investor minoritas biasa.
Nilai transaksi dan profil para investor juga membuat kesepakatan ini layak diperhatikan. Jika investasi berhasil diselesaikan, perubahan tersebut akan menjadi perubahan paling signifikan dalam struktur kepemilikan Liverpool sejak FSG datang ke Anfield pada 2010.
Tetapi untuk saat ini, belum ada dasar untuk menyatakan bahwa FSG akan kehilangan kendali atau Liverpool akan dijual sepenuhnya.
ONESPORTS Insight: Liverpool Semakin Menjadi Aset Global
Rencana investasi Jeff Bezos memperlihatkan satu hal yang lebih besar daripada sekadar masuknya miliarder baru ke Liverpool: nilai klub sepak bola elite terus bergerak mendekati karakter aset global.
Liverpool tidak hanya dihargai berdasarkan performa di lapangan. Sejarah, basis suporter, hak siar Premier League, kekuatan merek, sponsor, dan potensi pertumbuhan komersial semuanya menjadi bagian dari valuasi.
Jika valuasi sekitar US$6 miliar tersebut benar-benar menjadi dasar transaksi, maka investasi ini juga menunjukkan bagaimana klub besar Premier League semakin menarik bagi kelompok modal dengan kapasitas finansial yang sangat besar.
Bagi FSG, struktur tersebut menawarkan kemungkinan memperoleh modal eksternal sekaligus mempertahankan kontrol. Bagi Bezos dan Saverin, investasi tersebut membuka pintu ke salah satu merek olahraga paling kuat di dunia.
Sementara bagi Liverpool, tantangannya adalah memastikan perubahan struktur kepemilikan tersebut tetap mendukung ambisi olahraga klub.
Jadwal Lima Laga Pertama Liverpool di Premier League 2026/27
Jika investasi tersebut berjalan sesuai rencana, aktivitas sepak bola Liverpool tetap menjadi fokus utama di lapangan. Liverpool dijadwalkan memulai Premier League 2026/27 dengan bertandang ke Newcastle pada 23 Agustus.
Lima pertandingan pertama mereka adalah:
| Tanggal | Lawan | Status |
|---|---|---|
| 23 Agustus | Newcastle | Tandang |
| 29 Agustus | Nottingham Forest | Kandang |
| 4 September | Ipswich Town | Tandang |
| 12 September | Fulham | Kandang |
| 20 September | Bournemouth | Tandang |
Untuk saat ini, belum ada kepastian bahwa seluruh proses investasi akan selesai sebelum rangkaian pertandingan tersebut dimulai.
Namun, jika kesepakatan Bezos dan konsorsiumnya benar-benar terealisasi, Liverpool akan memasuki era baru dalam struktur kepemilikan—tanpa harus kehilangan kendali FSG atas klub.
Dan di situlah perkembangan berikutnya layak diperhatikan: apakah Bezos hanya akan menjadi investor besar Liverpool, atau kepemilikan minoritas tersebut kelak menjadi pintu menuju ambisi yang lebih besar di Anfield.