Trofi Piala Dunia bukan sekadar simbol kemenangan sepak bola tertinggi di dunia. Bagi FIFA, trofi emas ikonik tersebut merupakan aset bersejarah yang dijaga dengan aturan sangat ketat, termasuk soal siapa yang boleh menyentuhnya.
Menjelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina, perhatian publik kembali tertuju pada prosesi penyerahan trofi. Salah satu nama yang dipastikan menjadi sorotan adalah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang diperkirakan akan ikut terlibat dalam seremoni penyerahan trofi kepada juara dunia.
Banyak yang bertanya-tanya, mengapa seorang presiden bisa menyentuh trofi yang bahkan tidak bisa disentuh sembarang pemain atau tamu kehormatan?
FIFA Punya Daftar Khusus
Menurut aturan resmi FIFA, hanya kelompok tertentu yang diperbolehkan menyentuh trofi Piala Dunia asli yang terbuat dari emas tersebut.
FIFA menyebut hak tersebut hanya diberikan kepada kelompok eksklusif yang terdiri dari kepala negara, pejabat FIFA, serta para mantan juara Piala Dunia.
Artinya, tidak semua orang yang hadir di stadion atau upacara penyerahan trofi dapat menyentuh simbol tertinggi sepak bola dunia itu.
Para pemain tim juara tentu masuk dalam daftar tersebut saat menerima trofi seusai pertandingan final. Selain itu, sejumlah tamu kehormatan yang memenuhi kriteria FIFA juga dapat ikut terlibat dalam prosesi tersebut.
Mengapa Donald Trump Diizinkan?
Sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump masuk dalam kategori kepala negara yang secara resmi diakui FIFA memiliki hak untuk menyentuh trofi.
Ini bukan kali pertama Trump berinteraksi dengan trofi Piala Dunia. Pada Agustus 2025, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat membawa trofi tersebut ke Gedung Putih dan memberikan kesempatan kepada Trump untuk memegangnya.
Kini, menjelang final Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Trump kembali diperkirakan akan tampil dalam seremoni penyerahan trofi kepada tim juara.
Tradisi yang Berlanjut
Keikutsertaan kepala negara dalam seremoni trofi sebenarnya bukan hal baru.
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa keterlibatan pemimpin negara tuan rumah sudah menjadi bagian dari tradisi FIFA dalam beberapa edisi terakhir.
Pada final Piala Dunia 2022 di Qatar, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani juga ikut hadir dalam prosesi penyerahan trofi bersama FIFA.
Karena itu, apabila Spanyol atau Argentina keluar sebagai juara dunia 2026, trofi kemungkinan besar akan diserahkan langsung oleh Donald Trump bersama Gianni Infantino di podium juara.
Trofi yang Tidak Pernah Dimiliki Permanen
Menariknya, trofi yang diangkat para juara dunia setiap empat tahun sekali bukanlah milik permanen mereka.
Trofi asli tetap menjadi milik FIFA dan hanya digunakan dalam seremoni resmi. Setelah itu, trofi akan kembali disimpan oleh FIFA, sementara negara juara menerima replika resmi untuk disimpan dan dipamerkan.
Karena nilai sejarah, simbolisme, dan material emas yang digunakan, FIFA memberlakukan pengamanan serta aturan yang sangat ketat terhadap trofi paling bergengsi dalam dunia sepak bola tersebut.

