ONESPORTS.ID – Tim Nasional Portugal bersiap kembali ke lapangan hijau pada Sabtu (27/6/2026) malam waktu setempat untuk melakoni laga krusial kontra Kolombia. Pertandingan pamungkas yang digelar di Hard Rock Stadium, Miami ini akan menjadi penentu siapa yang berhak keluar sebagai juara Grup K Piala Dunia 2026.
Sorotan utama tentu kembali tertuju pada sang kapten, Cristiano Ronaldo. Setelah sempat ditahan imbang 1-1 oleh DR Congo pada laga pembuka, penyerang berusia 41 tahun tersebut bangkit dengan mencetak dua gol (brace) saat Portugal meluluhlantakkan Uzbekistan 5-0.
Torehan tersebut sekaligus mengukuhkan namanya sebagai pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda.
Ronaldo Tetap Jadi Ujung Tombak Utama
Banyak pihak berspekulasi mengenai potensi rotasi, namun pelatih Roberto Martinez mengonfirmasi bahwa Cristiano Ronaldo akan tetap bermain sebagai starter untuk memimpin lini serang Portugal. Laga ini sekaligus akan menjadi penampilan ke-25 Ronaldo sepanjang kariernya di putaran final Piala Dunia.
Dengan skema andalan 4-2-3-1, Martinez tidak ingin bertaruh menghadapi Kolombia yang saat ini memimpin klasemen dengan 6 poin penuh. Portugal yang mengoleksi 4 poin wajib memenangkan pertandingan ini jika ingin mengudeta posisi puncak. Hasil lain selain kemenangan akan membuat Kolombia melaju lancar sebagai juara grup.
Perkiraan Susunan Pemain Portugal
Berikut adalah komposisi pemain yang dipersiapkan Roberto Martinez untuk meredam agresivitas Kolombia:
Portugal (4-2-3-1): Diogo Costa (GK) — Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes — Joao Neves, Vitinha — Bernardo Silva, Bruno Fernandes, Rafael Leao — Cristiano Ronaldo.
Sektor tengah akan kembali dikomandoi oleh duet jangkar Joao Neves dan Vitinha, sementara trio Bernardo Silva, Bruno Fernandes, dan Rafael Leao akan bergerak lincah di belakang Ronaldo untuk membongkar rapatnya pertahanan Los Cafeteros.
Misi Menghindari Jalur Maut Fase Gugur
Laga ini teramat penting bagi langkah Portugal selanjutnya di babak 32 besar pada awal Juli mendatang. Status juara grup akan memberikan keuntungan tersendiri, karena mereka berpotensi menghadapi tim peringkat ketiga terbaik dan mendapatkan rute yang relatif lebih ringan di bagan fase gugur.
Sebaliknya, jika finis sebagai runner-up, Portugal harus bersiap menghadapi lawan-lawan tangguh dari Grup L dan berisiko bertemu raksasa Eropa di babak berikutnya.
“Tidak ada alasan untuk mengistirahatkan kapten. Menghadapi Kolombia adalah laga final bagi kami di fase grup, dan keberadaan Cristiano di lapangan sejak menit awal adalah bagian dari rencana besar kami untuk mengamankan posisi juara grup.” — Roberto Martinez, Pelatih Timnas Portugal.
