Ringkasan Cepat:
- Manajemen Aprilia mempertimbangkan strategi team order khusus untuk dua seri terakhir MotoGP 2026.
- Langkah ini hanya akan diambil jika perebutan gelar juara dunia menyisakan satu pebalap dari kubu pabrikan Noale tersebut.
- Saat ini Jorge Martin memimpin klasemen dengan 355 poin, hanya berjarak dua angka dari Marc Marquez di posisi kedua.
JAKARTA – Manajemen Aprilia Racing mulai menyiapkan strategi taktis tingkat tinggi jelang berakhirnya kalender balap MotoGP 2026. CEO Aprilia, Massimo Rivola, secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan penerapan kebijakan team order Aprilia pada dua seri pamungkas musim ini.
Keputusan strategis ini mencuat seiring dengan sangat ketatnya persaingan di papan atas klasemen. Usai balapan Grand Prix Mandalika akhir pekan lalu, Jorge Martin masih memegang kendali puncak klasemen dengan raihan 355 poin, hanya unggul sangat tipis dua angka dari rival terdekatnya, Marc Marquez.
Sementara itu, Marco Bezzecchi yang sukses merengkuh kemenangan di Mandalika kini bertengger di peringkat ketiga dengan 309 poin. Menyisakan lima seri balapan yang akan berlanjut ke Australia, Rivola menegaskan bahwa pihaknya belum akan membatasi persaingan internal dalam waktu dekat.
Syarat Mutlak Penerapan Team Order Aprilia
Pabrikan asal Italia tersebut menjamin kebebasan membalap selama peluang matematis para rider belum tertutup. Namun, kebijakan tim dipastikan berubah drastis jika kejuaraan memasuki fase kritis.
“Kami sudah menyampaikan sejak awal bahwa selama peluang secara matematis masih terbuka, persaingan akan tetap terbuka,” ujar Rivola seperti dikutip dari The Race, Selasa (13/10/2026).
Memiliki banyak pebalap yang kompetitif di barisan depan diakui Rivola menjadi keuntungan sekaligus dilema. Kondisi ini memperbesar risiko antar-pebalap Aprilia saling menggerus perolehan poin krusial satu sama lain di lintasan.
“Jika pada suatu tahap hanya tersisa satu pebalap yang masih bisa bersaing, mungkin dalam dua balapan terakhir, kami akan melihat situasinya nanti,” ungkap Rivola memberikan sinyal tegas terkait potensi intervensi tim.
Ledakan Performa Tim Satelit Trackhouse
Dominasi motor RS-GP musim ini faktanya tidak hanya terpusat di tim pabrikan utama. Dua pebalap dari tim satelit Trackhouse Racing juga menunjukkan tajinya dan berpotensi besar memengaruhi konstelasi persaingan poin.
Ai Ogura tampil sangat impresif dengan mencatatkan empat kali finis di tiga besar, membawanya ke posisi keempat klasemen dengan 259 poin. Sementara rekan setimnya, Raul Fernandez, turut tampil solid di peringkat ketujuh dengan koleksi 239 poin berkat raihan empat podium.
Dengan amunisi pebalap kompetitif yang merata, keputusan akhir terkait team order Aprilia kini murni bergantung pada kalkulasi klasemen jelang garis finis musim ini. Pantau terus update poin dan jadwal seri Australia melalui portal statistik MotoGP.