Ringkasan Cepat:
- Manchester City terbukti melakukan manipulasi kontrak fiktif untuk menggelembungkan pendapatan sebesar lebih dari £900 juta.
- Komisi independen menemukan fakta bahwa sejumlah saksi dari pihak Manchester City telah memberikan kesaksian palsu secara sadar.
- Sidang banding dijadwalkan berlangsung selama lima hari dan harus selesai sebelum 24 Desember, dengan putusan final pada Januari 2027.
MANCHESTER – Kemenangan dramatis 5-3 atas Sunderland yang menempatkan skuad asuhan Enzo Maresca di puncak klasemen seketika tertutupi oleh badai hukum. Kasus Manchester City kini memasuki babak krusial usai komisi independen menyatakan klub tersebut bersalah atas lebih dari 100 pelanggaran aturan finansial Premier League periode 2009/10 hingga 2017/18.
Temuan Kontrak Fiktif dan Kesaksian Palsu
Laporan resmi dari komisi independen merinci sejumlah pelanggaran berat. Manchester City terbukti menggunakan kesepakatan komersial dan kontrak “fiktif” untuk memanipulasi pembukuan. Skema ini sengaja dirancang guna menggelembungkan pendapatan klub sekaligus menekan biaya operasional hingga lebih dari £900 juta, demi mengelabui regulator dan auditor keuangan.
Lebih memberatkan lagi, panel juri menyatakan bahwa pihak klub bertindak tidak jujur selama persidangan. “Sebagian bukti yang diberikan oleh sejumlah saksi penting dari pihak klub adalah kesaksian palsu. Beberapa dari mereka memberikan bukti yang mereka ketahui tidak benar,” tulis pernyataan resmi komisi independen.
Pakar hukum olahraga menilai temuan kesaksian palsu ini membuat posisi City sangat terpojok. Pembelaan agresif klub dinilai berbalik menjadi bumerang yang meruntuhkan kredibilitas mereka di mata hukum.
Jadwal Banding dan Pembelaan Klub
Meski divonis kalah telak, Manchester City tetap bersikeras mempertahankan klaim tidak bersalah dan telah resmi mengajukan banding pada 1 Oktober lalu. Proses banding ini akan disidangkan selama lima hari berturut-turut oleh tiga panelis baru dan harus diselesaikan selambat-lambatnya pada 24 Desember. Putusan final diproyeksikan turun pada pertengahan atau akhir Januari 2027.
Fokus pembelaan City di tahap banding adalah membuktikan bahwa dana sponsor dari perusahaan Abu Dhabi (seperti Etihad) berasal dari subsidi pemerintah Emirat, bukan dari kantong pribadi pemilik klub, Sheikh Mansour. CEO City, Ferran Soriano, bahkan secara terbuka menuding komisi independen berpihak pada “teori konspirasi” Premier League dengan mengabaikan bukti transfer bank yang sah.
Sebagai langkah antisipasi, sponsor utama klub, Etihad Airways, dilaporkan telah menyewa firma hukum elite asal AS, Quinn Emmanuel, meski posisi mereka tidak memiliki kewenangan langsung untuk menuntut Premier League.
Ancaman Regulator Independen (IFR) bagi Petinggi Klub
Jika banding Manchester City kembali gagal, krisis ini akan langsung berhadapan dengan Independent Football Regulator (IFR). Regulator baru ini memiliki kewenangan penuh untuk menjatuhkan sanksi pencabutan izin kepada pemilik atau direktur klub yang dianggap tidak layak (unsuitable).
Eksekutif senior seperti Ferran Soriano dipastikan akan masuk dalam target bidikan IFR jika vonis bersalah memiliki kekuatan hukum tetap. Menariknya, laporan komisi independen menyensor satu nama (diduga kuat Sheikh Mansour), yang disimpulkan tidak mengetahui atau mengesahkan skema pendanaan terselubung tersebut, sehingga berpotensi menyelamatkan posisinya sebagai pemilik sah.