Ringkasan Cepat:
- Steven Gerrard mendesak agar Manchester City dijatuhi sanksi berat berupa pencabutan gelar juara, pengurangan poin, hingga larangan transfer.
- Gerrard memiliki keterkaitan sejarah langsung karena ia merupakan kapten Liverpool yang finis runner-up di bawah City pada musim 2013/2014.
- Proses sanksi resmi belum dijatuhkan karena pihak Manchester City telah resmi mengajukan banding pada 1 Oktober 2026.
LIVERPOOL – Rentetan dakwaan pelanggaran finansial (FFP) yang terbukti membelit The Citizens memicu reaksi keras dari berbagai legenda sepak bola Inggris. Salah satu suara paling lantang terkait hukuman Manchester City disuarakan oleh mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard, yang menuntut sanksi maksimal bagi klub rival tersebut.
Tuntutan Pencabutan Gelar Juara Liga Inggris
Dalam sebuah wawancara eksklusif di program The Overlap, Gerrard secara gamblang meminta komisi independen Premier League untuk mencabut seluruh trofi yang diraih City selama periode pelanggaran (2009-2018). Ia menilai harus ada catatan sejarah yang jelas agar publik mengetahui latar belakang kecurangan di balik dominasi klub tersebut.
Gerrard sendiri memiliki memori pahit terkait periode yang dipersoalkan. Ia masih menjadi jenderal lapangan tengah Liverpool saat The Reds harus puas finis di posisi runner-up Premier League musim 2013/2014, kalah dramatis dari Manchester City.
Meski menyimpan kekecewaan mendalam, Gerrard menegaskan sanksi tidak boleh menyasar individu pemain. “Saya tidak ingin para pemain secara individu harus mengembalikan sesuatu. Itu tidak benar. Tapi klubnya harus dicabut gelarnya,” tegas pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Hukuman Jangka Panjang: “Buat Mereka Menderita!”
Selain pencabutan sejarah gelar, Gerrard juga mengusulkan paket sanksi struktural yang akan melumpuhkan kekuatan City selama beberapa musim ke depan. Ia mendesak penerapan sanksi ganda berupa larangan aktivitas transfer pemain (transfer ban) dan pengurangan poin secara masif.
“Saya pikir perlu ada larangan transfer, pengurangan poin selama periode tertentu, dan buat mereka menderita sebagaimana mereka telah membuat semua orang menderita selama sembilan atau sepuluh tahun itu,” ujar Gerrard.
Ia turut mengingatkan otoritas liga untuk berkaca pada hukuman pengurangan poin yang sebelumnya dijatuhkan kepada Everton dan Nottingham Forest. Menurutnya, Premier League harus membuktikan ketegasan mereka tanpa tebang pilih dalam menegakkan regulasi finansial.
Menanti Putusan Banding Komisi Independen
Hingga saat ini, tuntutan pencabutan gelar dan larangan transfer yang disuarakan publik masih berstatus sebagai wacana sanksi. Proses hukum secara resmi masih terus berjalan setelah manajemen Manchester City mengajukan banding pada 1 Oktober 2026 atas putusan bersalah tersebut.
Klub asuhan Enzo Maresca itu secara konsisten membantah telah melakukan kesalahan, baik terkait laporan keuangan maupun manipulasi kesepakatan komersial.
Pantau terus perkembangan dokumen hukum dan jadwal sidang putusan sanksi The Citizens melalui portal rilis resmi Premier League.