Penyerang internasional Swedia, Alexander Isak, akhirnya berhasil memecah kebuntuan bersama Liverpool pada musim ini. Gol perdana yang ia sarangkan ke gawang Nottingham Forest diharapkan menjadi modal berharga untuk membangun keyakinan penuh tim serta membakar motivasi pribadinsya dalam mengarungi kompetisi yang kian ketat.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Anfield, Liverpool harus berjuang sangat keras untuk mengamankan satu poin usai ditahan imbang 2-2. Dalam laga dramatis tersebut, The Reds sempat dua kali tertinggal dari tim tamu sebelum akhirnya gol penyeimbang dari Victor Munoz menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan. Isak mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menandai gol pertamanya musim ini.
Momen Kebangkitan Alexander Isak di Anfield
Bagi sang penyerang, gol ini terasa sangat krusial. Pada musim perdananya lalu, performa Isak sempat terganggu oleh rentetan cedera yang membuat kontribusinya minim, yakni hanya mengemas empat gol sepanjang musim. Kini, ia bertekad untuk tampil jauh lebih baik dan membawa Liverpool mengukir hasil yang lebih maksimal di semua ajang.
“Pada akhirnya itulah tugas saya sebagai seorang striker. Saya sangat senang bisa mencetak gol pertama ini dan semoga tren positif ini akan terus berlanjut pada laga-laga berikutnya,” ujar Isak kepada TNT Sports selepas pertandingan.
Analisis Joe Hart: Liverpool Belum Paham Cara Memaksimalkan Alexander Isak
Kendati berhasil membuka keran golnya, keberadaan Isak di lapangan dinilai belum maksimal. Mantan kiper Timnas Inggris, Joe Hart, menilai bahwa manajer anyar Liverpool, Andoni Iraola, belum menemukan skema terbaik untuk memanfaatkan potensi besar penyerang jangkung tersebut.
“Sangat jelas terlihat bahwa Liverpool belum menemukan cara bermain yang pas dengan Alexander Isak. Saat masih membela Newcastle United, seluruh aliran permainan berpusat penuh padanya,” ungkap Joe Hart.
Hart menjelaskan bahwa performa impresif Isak di klub sebelumnya terbangun atas dasar kepercayaan dan kesepahaman taktik yang matang. Para gelandang Newcastle sudah paham betul kapan dan ke mana harus mengalirkan bola tanpa perlu melihat pergerakan Isak.
“Di Liverpool, chemistry semacam itu belum terbentuk saat ini. Belum ada pemain yang benar-benar bisa merasakan posisinya dan dia belum menjadi poros permainan, sehingga dia tampak kehilangan arah serta terisolasi di depan,” tambah mantan kiper Manchester City itu.
Tugas Penting Lini Depan The Reds
Liverpool tentu berharap gol pembuka ini menjadi awal dari deretan gol berikutnya. Iraola dituntut untuk segera membereskan masalah skema penyerangan ini agar Isak tidak lagi terisolasi. Jika koordinasi antara lini tengah dan depan dapat terjalin dengan baik, Isak diyakini mampu kembali menjadi juru gedor yang sangat menakutkan bagi lini pertahanan lawan.
Sumber: sport.detik.com