Al Nassr Juara Penantian empat musim yang menguras emosi itu akhirnya terbayar lunas. Cristiano Ronaldo resmi mengangkat trofi Liga Arab Saudi 2025/2026 setelah Al Nassr melibas Damac dengan skor telak 4-1 di Alawwal Park, Jumat (22/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini mengunci posisi puncak klasemen dengan raihan 86 poin. Gelar juara yang bukan hanya krusial bagi sejarah klub, tetapi juga menjadi pembuktian personal seorang Ronaldo di Timur Tengah. Malam ini, pria asal Portugal itu bisa pulang dengan senyum paling lebar.
Tensi Penuh Sejak Menit Pertama
Tampil di hadapan publik sendiri, Al Nassr langsung menekan pedal gas dalam-dalam. Damac nyaris tak diberi ruang bernapas dan dipaksa bertahan total sepanjang 15 menit awal.
Kebuntuan baru pecah saat laga menyentuh menit ke-33. Sadio Mane melompat tinggi menyambut eksekusi sepak pojok, mengirim bola lewat sundulan keras yang langsung menggetarkan jala lawan. Ambisi tuan rumah untuk menyudahi perlawanan lebih awal sangat terasa, meski skor 1-0 tetap bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, ritme permainan berubah sedikit lebih taktis. Skema sabar mengurung area kotak penalti membuahkan hasil ketika tembakan terukur Kingsley Coman dari tepi area terlarang sukses menggandakan keunggulan di menit ke-51.
Drama Penalti dan Panggung Puncak Sang Kapten Membuktikan Al Nassr Juara
Tensi laga sempat kembali memanas. Damac mendapat secercah harapan usai tinjauan VAR membuktikan adanya handball dari Mohamed Simakan. Morlaye Sylla yang maju sebagai algojo mengeksekusi bola dengan dingin, mengubah papan skor menjadi 2-1 di menit ke-57.
Tepat di momen penuh tekanan inilah insting pembunuh Ronaldo berbicara. Hanya berselang lima menit, tembakan akuratnya dari sudut sempit sukses merobek gawang lawan, sekaligus meruntuhkan mental bertanding skuad Damac.
Pesta di Alawwal Park benar-benar disempurnakan menjelang akhir laga. Tepat di menit ke-80, sepakan jarak dekat CR7 memastikan kemenangan 4-1, mengunci mahkota juara tanpa keraguan.
Ironi Kejam Al Hilal dan Nasib Tragis Damac
Pekan terakhir musim ini menyajikan narasi emosional yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, Al Hilal harus menelan kenyataan pahit. Kemenangan 1-0 atas Al Feiha membuat mereka menuntaskan musim sebagai satu-satunya tim yang tak tersentuh kekalahan sama sekali.
Sangat ironis, koleksi 84 poin itu tidak cukup untuk merebut posisi puncak. Gelar “Invincible” seolah hampa makna karena mahkota juara tetap berlabuh ke pelukan Al Nassr.
Nasib jauh lebih kelam menimpa Damac. Kekalahan telak ini menjadi vonis mati yang memaksa mereka terjun bebas ke posisi 16 dengan 29 poin. Tergelincir dan disalip oleh Al Riyadh (30 poin), Damac harus rela menerima kenyataan pahit terdegradasi dari kasta tertinggi kompetisi.
Apakah ini gelar Liga Arab Saudi pertama Cristiano Ronaldo?
Ya, ini adalah trofi liga domestik pertama bagi Ronaldo sejak bergabung dengan Al Nassr empat musim lalu.
Berapa poin akhir klasemen Liga Arab Saudi 2025/2026?
Al Nassr finis sebagai juara dengan 86 poin, unggul dua poin atas Al Hilal (84 poin) yang menempati posisi kedua.
Mengapa Al Hilal tidak juara padahal tidak pernah kalah?
Meski berstatus tak terkalahkan sepanjang musim, Al Hilal terlalu banyak meraih hasil imbang sehingga perolehan poin akhir mereka (84) kalah dari Al Nassr (86).



