ONESPORTS.ID – Tim Nasional Swiss bersiap mengawali kampanye mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi wakil Asia, Qatar, pada hari Sabtu ini. Namun, di tengah antusiasme menyambut turnamen akbar tersebut, ada satu hal yang terasa berbeda bagi para penggemar sepak bola: hilangnya nama Xherdan Shaqiri dari daftar skuad.
Selama lebih dari satu dekade, Shaqiri selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kerangka utama Timnas Swiss. Dengan absennya sang dinamo lini tengah, La Nati kini resmi memasuki era baru.
Lantas, mengapa Xherdan Shaqiri tidak bermain untuk Swiss di Piala Dunia 2026?
Keputusan Pensiun di Tahun 2024
Jawabannya cukup sederhana: Shaqiri tidak lagi menjadi bagian dari tim nasional karena ia telah memutuskan untuk pensiun dari sepak bola internasional pada tahun 2024 lalu.
Gelandang serang yang kini berusia 34 tahun itu memilih untuk menyudahi pengabdian panjangnya bagi negara dan memfokuskan sisa kariernya di level klub. Saat ini, Shaqiri masih aktif bermain untuk klub masa kecilnya, FC Basel, yang berlaga di kompetisi kasta tertinggi Swiss (Swiss Super League).
Kepindahannya ke Basel seolah melengkapi siklus kariernya (full circle). Sepanjang karier profesionalnya yang luar biasa, Shaqiri dikenal sebagai pemain ‘kutu loncat’ yang telah malang melintang membela berbagai klub top dunia, mulai dari Bayern Munchen, Inter Milan, Stoke City, Liverpool, Lyon, hingga klub MLS Chicago Fire.
Meninggalkan Warisan Emas untuk La Nati
Absennya Shaqiri jelas menjadi perubahan besar bagi skuad Swiss. Pasalnya, pemain kelahiran Kosovo—yang keluarganya pindah ke Swiss saat ia baru berusia satu tahun—ini merupakan langganan turnamen besar. Ia tercatat selalu tampil membela Swiss di empat edisi Piala Dunia sebelumnya, yakni pada tahun 2010, 2014, 2018, dan 2022.
Shaqiri menutup buku karier internasionalnya dengan catatan statistik yang sangat gemilang: menorehkan 125 penampilan (caps) dan menyumbangkan 32 gol untuk negaranya.
Meski kini harus tampil tanpa kehadiran playmaker ikonik mereka, Timnas Swiss tetap dinilai memiliki kedalaman bakat yang mumpuni. Tergabung di Grup B bersama Kanada, Bosnia & Herzegovina, serta Qatar, Swiss tetap memikul ekspektasi tinggi untuk bisa melenggang mulus keluar dari fase grup dan menembus babak sistem gugur.
“Shaqiri telah bermain di Piala Dunia edisi 2010, 2014, 2018, dan 2022. Absennya sang pemain menjadi perubahan besar bagi Swiss yang kini memasuki era baru.”



