Ringkasan Cepat:
- Manchester United terpuruk di peringkat ke-13 Liga Inggris dengan raihan satu kemenangan dari enam laga pembuka musim ini.
- Krisis ini membuka memori pemecatan Ruben Amorim yang dilengserkan manajemen MU pasca-hasil imbang 1-1 di markas Leeds musim lalu.
- Posisi Michael Carrick kian terancam akibat kekalahan di Liga Champions dan Carabao Cup, ditambah mulai retaknya keharmonisan ruang ganti.
MANCHESTER – Manchester United akan melakoni laga tandang krusial kontra Leeds United pada akhir pekan ini di tengah bayang-bayang krisis internal. Posisi sang manajer utama, Michael Carrick Man Utd, kini berada di ujung tanduk menyusul keterpurukan performa tim di awal musim. Skuad Setan Merah saat ini terjerembap di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Inggris dengan hanya mengantongi satu kemenangan dari enam pertandingan pembuka.
Bayang-Bayang Tragedi Pemecatan Ruben Amorim
Lawatan ke Elland Road ini secara otomatis membangkitkan memori buruk bagi kubu Setan Merah terkait nasib manajer mereka sebelumnya. Pada Januari lalu, lawatan ke markas Leeds menjadi pertandingan terakhir bagi mantan manajer MU, Ruben Amorim, yang berkesudahan dengan skor imbang 1-1. Gol Brenden Aaronson yang dibalas Matheus Cunha saat itu membuat posisi MU terancam di batas kualifikasi zona Eropa.
Alih-alih mengevaluasi taktik tim pasca-pertandingan, Amorim justru melontarkan kritik keras kepada jajaran eksekutif klub dan menuntut kekuasaan struktural yang lebih besar. Komentar kontroversial yang menyebut dirinya “manajer, bukan sekadar pelatih kepala” tersebut memicu pemecatan sepihak keesokan harinya. Tragedi itulah yang membuka jalan bagi Carrick untuk naik sebagai manajer interim sebelum akhirnya dipermanenkan usai sukses membawa MU finis di peringkat ketiga.
Retaknya Ruang Ganti dan Penentuan Nasib Carrick
Sayangnya, magis taktik Carrick pada musim lalu gagal direplikasi secara konsisten pada kampanye musim ini. Setelah sempat menaklukkan Ipswich Town 5-2 pada Agustus lalu, Setan Merah gagal meraih kemenangan beruntun di liga, tersingkir dari putaran ketiga Carabao Cup, dan baru saja ditekuk Atletico Madrid 0-2 di pentas Eropa. Situasi ini semakin diperparah dengan komentar provokatif bek Lisandro Martinez yang secara terbuka mengkritik struktur eksekutif klub.
Komentar bek asal Argentina tersebut mengindikasikan mulai retaknya keharmonisan di dalam ruang ganti pemain Setan Merah. Jika tim kembali menelan hasil negatif—baik imbang apalagi kalah—di markas Leeds, posisi Carrick sebagai pelatih dipastikan sangat rawan. Rentetan kegagalan melawan tim berstatus lebih rendah diyakini tidak akan lagi ditoleransi oleh manajemen hierarki klub.