ONESPORTS.ID – Remaja 18 tahun itu tampil dengan aura penguasa di atas lapangan hijau. Bergerak tanpa henti, selalu mencari celah, dan menyuguhkan performa kelas dunia yang sukses membantu wakil Afrika Utara, Maroko, menahan imbang juara dunia lima kali, Brasil, dengan skor 1-1 pada laga sengit Grup C Piala Dunia 2026.
Sosok tersebut adalah Ayyoub Bouaddi. Berkali-kali ia merangsek maju membelah pertahanan berlapis Tim Samba. Bola seolah menempel di kakinya, sementara bek-bek Brasil terpental saat mencoba merebut bola darinya dalam sebuah pertunjukan kekuatan fisik dan teknik yang luar biasa.
Statistik pasca-pertandingan membuktikan dominasinya: Bouaddi mencatatkan sentuhan bola terbanyak (86 sentuhan) dibandingkan seluruh rekan setimnya, dengan tingkat akurasi umpan menembus lebih dari 90%!
Drama Pembajakan dari Timnas Prancis
Bouaddi sejatinya sudah menjadi rising star yang menjanjikan bersama Lille di Ligue 1 Prancis. Tidak heran jika federasi sepak bola Maroko berjuang mati-matian untuk merayu wonderkid kelahiran Prancis ini agar bersedia beralih kewarganegaraan.
Bouaddi sempat membuat Maroko menunggu lama untuk menentukan pilihan, mengingat ia masih mengemban jabatan sebagai kapten Timnas Prancis U-21 hingga bulan Maret lalu. FIFA baru resmi menyetujui perpindahan federasinya pada 15 Mei 2026.
Laga kontra Brasil pada hari Sabtu tersebut hanyalah caps keempat Bouaddi bersama skuad senior Maroko, di mana tiga penampilan pertamanya terjadi pada laga uji coba pemanasan selama tiga pekan terakhir. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, membuat keputusan berani dengan langsung memasukannya sebagai starter melawan Brasil, dan keputusannya terbayar lunas.
“Kami tahu betapa berkualitasnya dia, dan itulah mengapa kami melakukan banyak pertemuan untuk meyakinkannya agar memilih bermain untuk Maroko,” ujar Ouahbi dengan wajah semringah kepada wartawan.
Bintang Liga Champions dan Otak Jenius di Luar Lapangan
Bakat besar Bouaddi sebenarnya sudah tercium dunia sejak malam ulang tahunnya yang ke-17. Saat itu, ia tampil elegan bermain penuh 90 menit membawa Lille menang bersejarah 1-0 atas Real Madrid di ajang Liga Champions pada 2 Oktober 2024.
Seusai laga, ia diarak di atas bahu rekan-rekan setimnya. Pelatih Lille saat itu, Bruno Genesio, memprediksi masa depan cerahnya: “Ia pria yang sangat cerdas. Ia punya bakat untuk bermain di level ini. Ia hanya perlu membuktikan diri, tapi saya rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan darinya.”
Menariknya, kecerdasan Bouaddi tidak hanya berlaku di atas lapangan hijau. Di ranah akademik, pemuda ini adalah sosok yang luar biasa. Ia berhasil meraih 16 penghargaan tertinggi dalam ujian baccalaureate (ujian akhir sekolah menengah di Prancis) jurusan sains, satu tahun lebih cepat dari jadwal seharusnya!
Tidak sampai di situ, setahun sebelumnya, Bouaddi pernah diundang ke Istana Élysée. Di hadapan Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron, ia memenangkan juara pertama kompetisi pidato akademi usia dini dengan membawakan orasi memukau bertema: “Apakah hasil lebih superior daripada metode?”
Usai laga melawan Brasil akhir pekan lalu, Bouaddi memilih bungkam dan tidak memberikan komentar apa pun kepada media. Kali ini, ia membiarkan kakinya yang jenius di atas lapangan hijau yang berbicara kepada dunia.
“Kami tahu betapa berkualitasnya dia, dan itulah mengapa kami melakukan banyak pertemuan demi meyakinkannya untuk memilih bermain bagi Maroko.” — Mohamed Ouahbi, Pelatih Timnas Maroko.



