ONESPORTS.ID – Fase gugur Piala Dunia 2026 menjanjikan pertarungan sengit di Stadion Houston, Texas, saat raksasa Amerika Selatan, Brasil, ditantang oleh wakil Asia yang ulet, Jepang. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB, dengan tiket ke babak 16 besar sebagai taruhannya.
Brasil tiba di babak 32 besar dengan status juara Grup C. Skuad asuhan Carlo Ancelotti sempat mengawali turnamen dengan hasil imbang 1-1 kontra Maroko, namun mereka langsung mengamuk dengan menggilas Haiti dan Skotlandia masing-masing 3-0. Torehan tujuh gol tanpa balas dalam dua laga terakhir menjadi sinyal bahaya bagi lawan mana pun.

Magis Samba dan Potensi Comeback Neymar
Ketajaman Seleção sangat bergantung pada lini depan mereka yang bertabur bintang. Vinícius Júnior tengah berada dalam performa puncak dengan torehan empat gol di fase grup, menyamai rekor legenda Brasil seperti Ronaldo (2002), Neymar (2014), dan Jairzinho (1970). Selain itu, Matheus Cunha juga tampil mematikan dengan mencetak tiga gol hanya dari empat tembakan tepat sasaran.
Kabar baik lainnya bagi Brasil adalah potensi kembalinya Neymar ke lapangan hijau. Penyerang lincah ini bersiap melakoni laga perdananya setelah 981 hari menepi akibat cedera panjang. Kehadirannya akan menjadikan Neymar sebagai pemain Brasil keempat yang tampil di empat edisi Piala Dunia berbeda.
Di sisi sejarah, rekor Brasil di fase gugur pertama terbilang sempurna dalam beberapa dekade terakhir. Mereka belum pernah tersingkir di rintangan pertama babak sistem gugur sejak takluk dari Argentina pada tahun 1990.
Jepang Siap Ciptakan Kejutan Lanjutan
Meski berhadapan dengan juara dunia lima kali, Jepang bukanlah lawan yang bisa diremehkan. Skuad Samurai Biru lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup F setelah menahan imbang raksasa Eropa, Belanda dan Swedia, meski sempat tumbang 0-4 di tangan Tunisia.
Pelatih Hajime Moriyasu akan memimpin timnya dalam pertandingan Piala Dunia kedelapannya—sebuah rekor baru bagi pelatih asal Asia. Jepang juga membuktikan mentalitas baja mereka. Meski kehilangan pemain kunci seperti kapten Wataru Endo dan bintang Kaoru Mitoma karena cedera, serta keraguan atas kebugaran Takefusa Kubo, Jepang tampil kolektif dan sangat produktif. Mereka telah mencetak tujuh gol, menjadikannya rekor gol terbanyak mereka di ajang Piala Dunia.
Selain itu, striker Ayase Ueda patut diwaspadai dengan rekor tiga keterlibatan golnya, menyamai catatan terbaik pemain Jepang di satu edisi Piala Dunia.
Catatan Pertemuan dan Prediksi
Secara head-to-head, Brasil sangat dominan atas Jepang dengan 11 kemenangan dan dua hasil imbang dari 14 pertemuan. Namun, satu-satunya kemenangan Jepang terjadi pada pertemuan terakhir mereka Oktober lalu, di mana Jepang secara dramatis membalikkan ketertinggalan dua gol menjadi kemenangan 3-2 berkat gol penentu dari Ayase Ueda.
Meski demikian, secara statistik, Brasil tetap diunggulkan. Berdasarkan perhitungan superkomputer Opta, peluang Brasil untuk meraih kemenangan dalam 90 menit mencapai 57,3%, sementara peluang Jepang hanya sebesar 19,7%. Probabilitas pertandingan harus diselesaikan melalui perpanjangan waktu atau adu penalti berada di angka 23,0%.
Kutipan
“Brasil menjadi favorit utama untuk melaju, karena 25.000 simulasi pra-pertandingan dari superkomputer Opta memberi mereka peluang 57,3% untuk menang dalam waktu 90 menit.”