COMO – Como 1907 mengawali rangkaian pramusim 2026/2027 dengan hasil imbang 2-2 saat menghadapi klub Ligue 1 Prancis, Paris FC. Dalam laga yang dimainkan dengan format tiga babak masing-masing 45 menit itu, pelatih Cesc Fabregas memilih memberi kesempatan kepada sejumlah pemain muda dan mereka yang baru kembali dari masa peminjaman.
Como tampil tanpa beberapa pemain andalannya seperti Nico Paz, Assane Diao, Martin Baturina, serta rekrutan anyar Mattia Liberali yang diistirahatkan usai tampil di Piala Eropa U-19.
Fabregas hanya menurunkan beberapa pemain inti sejak menit awal, termasuk kapten Lucas Da Cunha dan Alex Valle di sektor kiri pertahanan. Di lini belakang, Edoardo Goldaniga berduet dengan bek muda kelahiran 2007, Cuenca, sementara Gabriel Strefezza dan beberapa pemain utama lainnya baru dimainkan pada periode berikutnya.
Gol pertama Como musim ini dicetak Alessandro Gabrielloni. Striker yang baru kembali dari masa peminjaman itu memanfaatkan umpan matang dari Kuhn untuk membawa timnya unggul.
Namun Paris FC mampu membalikkan keadaan melalui dua gol Pagis yang lahir pada periode pertama dan kedua pertandingan.
Cassano Curi Perhatian
Memasuki babak ketiga, performa Como meningkat setelah Fabregas memasukkan sejumlah pemain inti. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah gelandang muda Riccardo Cassano.
Pemain berusia 16 tahun kelahiran 2009 itu menunjukkan kepercayaan diri tinggi saat mengisi lini tengah. Meski masih sangat muda, Cassano tampil berani mengalirkan bola dan aktif membangun serangan, sehingga menjadi salah satu sorotan positif dalam laga tersebut.
Di kubu Paris FC, dua pemain Italia juga mendapat kesempatan tampil, yakni Diego Coppola sebagai starter dan Ciro Immobile yang masuk pada periode kedua.
Douvikas Selamatkan Como
Fabregas juga mendapat gambaran positif dari sejumlah pemain baru. Bek Cuenca memperlihatkan fleksibilitas dengan mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri. Gelandang Luis Milla tampil tenang dalam mengatur tempo permainan sekaligus mengambil tanggung jawab bola mati.
Sementara itu, bek kiri asal Brasil, Kaiki, menunjukkan energi besar dengan aktif membantu serangan maupun bertahan sepanjang pertandingan.
Gol penyeimbang Como akhirnya lahir empat menit sebelum laga usai melalui Tasos Douvikas. Penyerang asal Yunani tersebut memanfaatkan peluang di depan gawang untuk mencetak gol khas seorang predator kotak penalti dan memastikan laga berakhir imbang 2-2.
Hasil ini menjadi modal awal bagi Fabregas untuk mengevaluasi performa skuadnya, sekaligus memberi kesempatan kepada para pemain muda menunjukkan kualitas mereka sebelum memasuki musim kompetisi baru.