Ringkasan Cepat:
- Manchester City tumbang 2-4 dari PSG meski mendominasi 27 percobaan tembakan di Etihad Stadium.
- Enzo Maresca mengklaim Luis Enrique secara pribadi mengakui kemenangan telak PSG terbantu oleh faktor keberuntungan.
- PSG tampil sangat efisien di depan gawang, sukses mencetak empat gol hanya dari angka 1,83 expected goals (xG).
MANCHESTER – Manchester City harus menelan pil pahit saat menjamu juara bertahan Eropa, Paris Saint-Germain (PSG), pada matchday kedua fase liga Liga Champions 2026/2027. Skuad asuhan Enzo Maresca di luar dugaan hancur lebur pada babak pertama dan mengakhiri laga dengan kekalahan telak 2-4. Hasil ini memutus harapan publik Etihad Stadium untuk mengamankan rekor kemenangan beruntun di dua laga pembuka kompetisi antarklub Eropa.
Klaim Keberuntungan dari Luis Enrique
Meski kalah dengan selisih skor yang cukup jauh, Enzo Maresca meyakini permainan timnya tidak sepenuhnya buruk. Dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan, manajer asal Italia tersebut melontarkan klaim mengejutkan terkait obrolannya dengan juru taktik lawan. Ia menyebut Luis Enrique secara personal mengakui bahwa wakil Prancis itu beruntung bisa mendominasi papan skor.
“Luis Enrique pada akhir laga mengatakan kepada saya bahwa mereka cukup beruntung selama 95 menit pertandingan berjalan. Namun, kenyataannya kami tetap kalah, sehingga kami harus belajar dari hal tersebut dan terus melangkah maju,” urai Maresca membeberkan detail percakapan tersebut.
Maresca menegaskan skuadnya sempat kesulitan secara mental setelah tertinggal 0-2 di babak pertama. Namun, ia menilai respons Erling Haaland dan kolega di paruh kedua menunjukkan bahwa timnya layak mendapatkan lebih dari sekadar sepasang gol hiburan.
Dominasi Tembakan vs Efisiensi Serangan PSG
Klaim keberuntungan tersebut sejatinya sangat relevan jika disandingkan dengan penjabaran data statistik penciptaan peluang. PSG tampil luar biasa klinis dengan merobek gawang tuan rumah sebanyak empat kali, kendati hanya mencatatkan 1,83 expected goals (xG). Empat gol tim tamu dieksekusi secara brilian oleh Desire Doue, Ousmane Dembele, Manuel Akliouche, dan Vitinha.
Sebaliknya, barisan penyerang Manchester City tampil membuang-buang peluang meskipun Erling Haaland sukses menyarangkan dua gol (brace). Tuan rumah tercatat melepaskan total 27 tembakan balasan, namun hanya sembilan yang benar-benar mengarah ke gawang.
Secara penguasaan ruang, City mendominasi sentuhan di dalam kotak penalti dengan perbandingan mencolok 52-17. Nahasnya, efisiensi penyelesaian akhir yang buruk membuat dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi kemenangan. Pantau statistik teknis dan pembaruan klasemen fase liga secara lengkap melalui portal UEFA Champions League.