Ringkasan Cepat:
- Manajer Man City, Enzo Maresca, melabeli PSG sebagai tim terbaik di Eropa saat ini usai meraih gelar Liga Champions dua musim beruntun.
- Maresca menuntut performa sempurna dari anak asuhnya untuk bisa mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
- Meski sukses menyapu bersih kemenangan di awal musim, tim pelatih menilai masih ada ruang evaluasi pada sektor penyerangan dan pertahanan.
MANCHESTER – Laga sengit pada fase liga Liga Champions akan mempertemukan Manchester City dengan Paris Saint-Germain (PSG) di Etihad Stadium pada Rabu malam waktu setempat. Menjelang duel krusial Man City vs PSG ini, manajer The Citizens, Enzo Maresca, menuntut para pemainnya untuk menampilkan performa tanpa celah. Ia menyadari sepenuhnya bahwa lawan yang mereka hadapi adalah kampiun Eropa asuhan Luis Enrique.
Pengakuan atas Kualitas Sang Juara Bertahan
Maresca tidak menutupi fakta bahwa laga melawan wakil Prancis tersebut akan menjadi ujian terberat timnya sejauh musim ini berjalan. “Pesan untuk pertandingan besok malam cukup sederhana. Kami membutuhkan pertandingan yang sempurna karena saat ini mereka adalah tim terbaik di Eropa,” tegas Maresca dalam sesi konferensi pers, Selasa.
Pujian tersebut merujuk pada dominasi PSG yang sukses merengkuh takhta Liga Champions dalam dua tahun terakhir. Meski mengakui kehebatan skuad lawan, juru taktik asal Italia itu tetap optimistis dengan kapasitas timnya.
“Saya tidak yakin seberapa besar jarak yang memisahkan kami dari mereka, tetapi tanpa ragu, kami adalah tim yang bagus. Jika kami memberikan level terbaik di atas lapangan, kami bisa mengalahkan mereka,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Rekor Kemenangan dan Ruang Evaluasi Tim
Kepercayaan diri skuad Manchester Biru sejatinya tengah berada di puncak usai menyapu bersih seluruh laga awal di berbagai kompetisi dengan kemenangan mutlak. Rentetan hasil positif ini mencakup keunggulan 2-0 atas FC Porto di Eropa, serta raihan dominan 3-0 saat membungkam Liverpool di Anfield akhir pekan lalu.
Tim ini juga terbukti mampu keluar dari tekanan taktis, seperti saat melakukan comeback melawan Bournemouth atau meraih kemenangan meski bermain dengan sepuluh orang kontra Manchester United. Walau memegang rekor kemenangan beruntun, Maresca menolak bersikap jemawa.
“Kami harus memperbaiki banyak hal, tidak diragukan lagi bahwa cara kami menyerang dan bertahan masih butuh perbaikan. Namun, hal yang paling membuat saya bahagia adalah melihat mentalitas pemain yang siap menghadapi tantangan berbeda setiap harinya,” tutup Maresca.