Mbappe Akui Malas Bantu Pertahanan

- Advertisement -

MADRID, OneSports – Tidak ada satu pun pengamat atau penggemar sepak bola yang berani meragukan ketajaman seorang Kylian Mbappe di depan gawang lawan. Namun, di balik rekor golnya yang luar biasa, megabintang asal Prancis ini menyimpan satu kelemahan fatal yang sering memicu perdebatan: kemalasan dalam membantu pertahanan tim.

Menariknya, alih-alih membantah atau mencari alasan atas kelemahannya tersebut, sang pemain justru bersikap sangat terbuka. Mantan penyerang andalan Paris Saint-Germain (PSG) itu secara terang-terangan mengakui bahwa dirinya memang malas ketika timnya harus melakukan transisi bertahan. Sebuah pengakuan jujur yang cukup mengejutkan di tengah era sepak bola modern yang menuntut mobilitas tinggi dari setiap pemain.

Mesin Gol yang Tak Terbendung

Kapasitas Kylian Mbappe sebagai mesin pencetak gol memang tidak perlu dipertanyakan lagi. Sejak namanya meledak bersama AS Monaco, kemudian membangun dinasti bersama PSG, hingga kini mengenakan seragam kebesaran Real Madrid, insting membunuhnya di kotak penalti tetap tidak tertandingi.

Konsistensinya di lini depan menjadikannya tumpuan utama bagi Los Blancos dalam merobek gawang lawan. Catatan statistiknya pada musim 2025/2026 ini menjadi bukti nyata yang tidak terbantahkan. Penyerang berusia 27 tahun tersebut telah sukses melesakkan 38 gol hanya dari 35 pertandingan di semua ajang kompetisi bersama Real Madrid. Sebuah rasio gol yang sangat fantastis dan menakutkan bagi lini pertahanan mana pun di benua Eropa.

Anomali di Era Sepak Bola Modern

Meski keran golnya mengalir sangat deras, Kylian Mbappe kerap kali menjadi sasaran kritik tajam, baik dari pandit sepak bola maupun sebagian pendukungnya sendiri. Kritik tersebut selalu bermuara pada satu hal spesifik: ia sangat jarang turun ke bawah untuk membantu rekan setimnya bertahan.

Dalam filosofi sepak bola modern, setiap pemain di atas lapangan—tanpa mempedulikan status kebintangannya—diharapkan memiliki etos kerja yang tinggi untuk ikut melakukan pressing (tekanan) saat kehilangan penguasaan bola. Minimnya kontribusi sang striker saat Madrid sedang tertekan kerap kali menciptakan ketidakseimbangan taktik dan menyulitkan rekan-rekannya di lini tengah maupun belakang.

Mbappe pun sangat menyadari realita tersebut. Ia paham betul bahwa keengganannya untuk berkorban di area pertahanan terkadang menjadi lubang eksploitasi bagi tim lawan yang jeli melihat celah dalam skema transisi negatif Real Madrid.

- Advertisement -

Menutup Kelemahan Lewat Dampak Serangan

Berbicara dalam acara The Bridge Podcast, Kylian Mbappe memberikan pandangannya secara eksklusif mengenai gelombang kritik yang sering menghampirinya. Ia tidak menampik bahwa dirinya lebih pasif saat bertahan dibandingkan pemain lain di skuad asuhan Carlo Ancelotti. Namun, ia memiliki cara tersendiri untuk mengkompensasi kelemahan tersebut.

“Saya adalah pemain yang lebih jarang bertahan dibandingkan pemain lain, dan saya tahu terkadang itu bisa menjadi sebuah masalah di atas lapangan. Memang benar saya lebih jarang bertahan, tetapi saya menyadari bahwa ketika saya melakukannya, saya harus memberikan dampak lain yang jauh lebih besar pada tim,” ungkap striker andalan Timnas Prancis tersebut.

Cara terbaik untuk menutupi kelemahan tersebut adalah dengan memastikan bahwa dirinya selalu hadir di momen krusial untuk mencetak gol kemenangan. Ia fokus menjaga staminanya agar bisa meledak melalui serangan balik cepat yang mematikan.

Mengubah Kritik Menjadi Motivasi

Lebih lanjut, Kylian Mbappe menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa terganggu atau sakit hati dengan kritik yang menyebutnya malas. Sebaliknya, ia memandang kritik tersebut sebagai sebuah hal yang bagus untuk perkembangan mental dan karier profesionalnya di Santiago Bernabeu.

“Di Real Madrid, ketika saya mulai ikut menekan lawan, Anda bisa melihat bahwa pemain lain juga ikut termotivasi dan melakukannya bersama-sama. Mereka mengkritik saya karena kemalasan itu, dan percayalah, itu sama sekali tidak mengganggu pikiran saya, karena saya menganggap itu adalah kritik yang membangun,” jelasnya dengan tenang.

Pada akhirnya, di klub sebesar Real Madrid, hasil akhir adalah segalanya. Selama sang bintang terus menyarangkan puluhan gol dan membawa trofi bergengsi ke ibu kota Spanyol, tampaknya keengganannya untuk turun bertahan akan selalu dimaafkan oleh publik Santiago Bernabeu. Rekan-rekan setimnya pun tampaknya rela bekerja ekstra keras di lini belakang demi membiarkan sang monster fokus menghancurkan jala lawan di lini depan.

- Advertisement -

Berita Terkait

Mingguan

Bantai Persita 3-0, Persijap Jepara Resmi Lolos dari Jeratan Degradasi Liga 1

Persijap Jepara sukses mengamankan tiket bertahan di kasta tertinggi BRI Super League musim depan usai membungkam Persita Tangerang dengan skor telak 3-0.

Cuci Gudang! 5 Pemain Lazio Ini Habis Kontrak pada Juni 2026

Lazio bersiap melakukan perombakan skuad. Simak daftar 5 pemain Lazio yang habis kontrak pada Juni 2026, dari Pedro hingga Daniel Maldini.

Blunder Konyol Kiper Tunda Pesta Juara Cristiano Ronaldo Bersama Al-Nassr

Kemenangan Al-Nassr atas Al-Hilal buyar secara dramatis akibat gol bunuh diri kiper Bento di menit akhir. Cristiano Ronaldo terpaksa menunda pesta juara SPL.

Mimpi Besar Hector Souto: Liga Futsal Kuat dan Gaji Layak untuk Pemain

Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, Piala AFF Futsal 2026, Kesejahteraan Atlet, Futsal Indonesia

Nyerah Rebut Kekuasaan, Mantan Presiden Sevilla Pilih Jual Saham ke Sergio Ramos

José María del Nido Benavente memutuskan menjual paket saham raksasanya di Sevilla FC ke konsorsium Sergio Ramos demi mengamankan keuntungan finansial.

Hasil Villarreal vs Sevilla 2-3: Para Pemain Muda Muluskan Era Sergio Ramos

Sevilla FC menang dramatis 3-2 atas Villarreal berkat aksi gemilang para pemain akademi, sekaligus mengamankan posisi dari ancaman degradasi LaLiga.

Akuisisi Fantastis! Sergio Ramos Siap Beli Sevilla FC Seharga Rp7,9 Triliun

Sergio Ramos melalui grup investasi Five Eleven Capital sepakat membeli 80 persen saham Sevilla FC senilai hingga Rp7,9 triliun untuk menjadi pemilik baru.

Real Madrid Nirgelar, Alvaro Arbeloa Jamin El Real Bangkit Musim Depan

Alvaro Arbeloa menegaskan Real Madrid akan bangkit lebih kuat musim depan setelah dipastikan puasa gelar dua musim beruntun dan diterpa isu ruang ganti.

Resmi! Hansi Flick Perpanjang Kontrak di Barcelona Hingga 2028

Hansi Flick resmi menandatangani perpanjangan kontrak bersama Barcelona hingga 2028. Target utama sang pelatih kini adalah menjuarai Liga Champions.

Mode “Win Now”! 4 Alasan Taktis Real Madrid Rela Panggil Jose Mourinho

Real Madrid rela meninggalkan filosofi bermain indah demi memanggil Jose Mourinho. Simak 4 alasan mengapa taktik pragmatis adalah solusi instan El Real.

Kritik Rencana Real Madrid: Memulangkan Jose Mourinho Adalah Sebuah Langkah Mundur

Rencana Florentino Perez memulangkan Jose Mourinho ke Real Madrid memicu kritik tajam. Taktik usang dan memori kelam ruang ganti jadi alasan utama.

Rumor Panas: Real Madrid Segera Pulangkan Jose Mourinho untuk Musim 2026/2027

Florentino Perez dikabarkan selangkah lagi menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih baru Real Madrid untuk mengatasi krisis tim dan ruang ganti yang memanas.

Chelsea vs Tottenham: Derby London Penentu Nasib Spurs dan Mimpi Eropa The Blues

Chelsea dan Tottenham sama-sama datang dengan luka besar jelang Derby London di Stamford Bridge. Spurs masih dibayangi ancaman degradasi, sementara The Blues memburu tiket kompetisi Eropa.

Skandal “Spygate” Guncang Championship, Southampton Terancam Dicoret dari Fina...

Skandal "Spygate" mengguncang divisi Championship. Southampton terancam batal tampil di final playoff promosi ke Liga Inggris setelah stafnya tertangkap basah memata-matai sesi latihan Middlesbrough

Misi Lepas dari Jerat Degradasi, Spurs Wajib Manfaatkan Keterpurukan Chelsea

Tottenham Hotspur berpeluang besar lolos dari jerat degradasi jika mampu mengamankan poin saat bertandang ke markas Chelsea, yang saat ini tengah babak belur.

Panggung Terakhir Ronaldo: Skuad Emas Portugal Siap Gebrak Piala Dunia 2026

Timnas Portugal bersiap menatap Piala Dunia 2026 bersama Cristiano Ronaldo yang berambisi melengkapi kepingan terakhir trofinya dalam skuad bertabur bintang asuhan Roberto Martinez.

Akhir Sebuah Era: Pep Guardiola Ucapkan Selamat Tinggal pada Manchester City

Setelah satu dekade mendominasi dan mengubah lanskap sepak bola Inggris, Pep Guardiola dilaporkan bersiap meninggalkan Manchester City di penghujung musim untuk mengambil masa rehat.

Singkirkan Wakil Swedia, Janice Tjen Melaju ke Babak Kedua Maroko Open 2026

Petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen, sukses mengamankan tiket ke babak kedua turnamen WTA 250 Maroko Open 2026 usai menumbangkan perlawanan alot wakil Swedia, Caijsa Hennemann.

Tak Sekadar Label Eropa, John Herdman Padukan Daya Juang dan Kecerdasan Taktis di Timnas

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa status bermain di Eropa tidak menjamin tempat di Skuad Garuda. Ia mencari perpaduan sempurna antara daya juang pemain domestik dan kecerdasan taktis pemain diaspora.

Joe Taslim Bintangi Remake “The Man From Nowhere”, Indonesia Kian Dominasi Gen...

Aktor laga kebanggaan Indonesia, Joe Taslim, dipastikan membintangi remake film Korea Selatan populer, The Man From Nowhere. Proyek ini menjadi salah satu sorotan utama di Cannes Film Market.

#Taggar Trending

Berita Timnas

Panggung Terakhir Ronaldo: Skuad Emas Portugal Siap Gebrak P...

Timnas Portugal bersiap menatap Piala Dunia 2026 bersama Cristiano Ronaldo yang berambisi melengkapi kepingan terakhir trofinya dalam skuad bertabur bintang asuhan Roberto Martinez.

Tak Sekadar Label Eropa, John Herdman Padukan Daya Juang dan Kecerdasan Taktis di Timnas

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa status bermain di Eropa tidak menjamin tempat di Skuad Garuda. Ia mencari perpaduan sempurna antara daya juang pemain domestik dan kecerdasan taktis pemain diaspora.

Ancelotti Coret Bintang Premier League! Gabriel Jesus hingga Richarlison Tersingkir dari S...

Carlo Ancelotti membuat keputusan mengejutkan dengan mencoret sejumlah pemain Premier League dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Gabriel Jesus hingga Richarlison harus rela hanya menjadi penonton.

Neymar Dipanggil Ancelotti, Tapi Brasil Sedang Membawa Senjata atau Bom Waktu?

Kembalinya Neymar ke skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 memunculkan dilema besar. Carlo Ancelotti mendapat senjata berbakat sekaligus bom waktu emosional di tengah ambisi Selecao merebut mahkota dunia.

Harry Kane Buka Luka Qatar 2022: Penalti Gagal Itu Ubah Saya Jadi Monster di Piala Dunia 2...

Harry Kane mengaku kegagalan penalti di Qatar 2022 membuat mentalnya jauh lebih kuat menuju Piala Dunia 2026.

Harus Baca

Chelsea vs Tottenham: Derby London Penentu Nasib Spurs dan M...

Chelsea dan Tottenham sama-sama datang dengan luka besar jelang Derby London di Stamford Bridge. Spurs masih dibayangi ancaman degradasi, sementara The Blues memburu tiket kompetisi Eropa.