MIAMI, OneSports – Kabar mengejutkan datang dari klub raksasa MLS, Inter Miami. Javier Mascherano secara mendadak mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala pekan ini.
Keputusan ini memicu spekulasi luas, mulai dari performa tim yang anjlok hingga isu “perang dingin” dengan megabintang sekaligus mantan rekannya di Barcelona, Lionel Messi.
Start Buruk Sang Juara Bertahan
Performa Inter Miami di awal musim MLS 2026 memang jauh dari kata memuaskan. Sebagai juara bertahan, tim milik David Beckham ini hanya mampu memetik tiga kemenangan dan tiga kekalahan dari tujuh laga awal.
Alhasil, mereka kini tertahan di posisi ketiga klasemen Wilayah Timur dengan selisih gol yang tipis.
Kekecewaan pendukung semakin memuncak setelah Inter Miami tersingkir di babak 16 besar Concacaf Champions Cup oleh Nashville SC.
Selain itu, tim berjuluk The Herons ini juga belum pernah meraih kemenangan dalam dua laga perdana di stadion baru mereka, Nu Stadium.
Pensiunnya pilar senior seperti Sergio Busquets dan Jordi Alba di akhir musim lalu disebut-sebut menjadi lubang besar yang gagal ditambal oleh Mascherano.
Rumor Campur Tangan Lionel Messi
Di balik layar, isu panas menyebutkan bahwa Mascherano kehilangan kendali di ruang ganti. Kabarnya, hubungan Mascherano dengan Messi merenggang meski keduanya punya sejarah panjang bersama di Barca dan Timnas Argentina.
Isu yang beredar menyebutkan bahwa Messi memiliki pengaruh besar dalam menentukan keharmonisan skuad dan siapa saja yang berhak berada di tim utama.
Meski rumor konflik menguat, Mascherano dengan cepat membantah hal tersebut dalam keterangan resminya di situs klub.
“Saya ingin semua orang tahu bahwa saya berhenti sebagai pelatih karena alasan pribadi. Saya akan selalu mengenang momen manis saat kita meraih gelar juara pertama dan mendoakan yang terbaik untuk klub ini ke depannya,” ujar pria berusia 41 tahun tersebut.
Selama menukangi Inter Miami sejak November 2024, Mascherano sebenarnya mencatatkan statistik yang cukup solid dengan rasio kemenangan 55,2 persen (37 kemenangan dari 67 pertandingan).
Kini, publik Miami menanti siapakah sosok yang akan ditunjuk untuk mengembalikan kejayaan tim di lapangan hijau sekaligus menjaga keharmonisan di ruang ganti.
