ONESPORTS.ID – Stadion Mercedes-Benz di Atlanta menjadi saksi lahirnya momen murni dan penuh makna bagi Lamine Yamal. Saat mencetak gol pembuka di menit ke-10 ke gawang Arab Saudi pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026, Minggu (21/6/2026), sang wonderkid tidak melakukan selebrasi tarian atau gaya yang rumit.
Remaja 18 tahun itu justru berlutut, meletakkan dahinya di rumput hijau, dan melakukan sujud syukur yang dalam. Sebuah tanda syukur kepada Tuhan di tengah panggung megah yang selalu ia impikan sejak masa kanak-kanak.
Mimpi yang Menjadi Nyata
Gol tersebut tidak hanya menjadi kunci kemenangan telak Spanyol 4-0 atas Arab Saudi, tetapi juga menjadi gol perdana Yamal di ajang Piala Dunia dalam penampilan pertamanya sebagai starter. Pencapaian ini terasa begitu monumental bagi sosok yang baru saja beranjak dari kehidupan seorang siswa sekolah menjadi ikon sepak bola global.
“Saya menonton Piala Dunia terakhir dari ruang kelas, jadi bisa mencetak gol di sini… adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan,” ungkap Yamal dengan nada haru usai pertandingan.
Perjalanan Yamal memang luar biasa singkat namun intens. Hanya dalam waktu kurang dari dua tahun, ia bertransformasi dari sekadar penonton di depan layar menjadi aktor utama di turnamen paling bergengsi di dunia.
Dedikasi untuk Keluarga di Tribun
Ada sisi manusiawi yang sangat kental dari diri Yamal. Ia mengakui bahwa kehadiran sang ibu dan keluarga tercinta di tribun penonton stadion memberikan kekuatan tambahan baginya.
“Bisa mencetak gol di sini dengan ibu dan keluarga saya berada di tribun adalah sesuatu yang luar biasa,” tambahnya. Kedekatan emosional ini menjadi rahasia di balik ketenangan Yamal dalam mengolah bola di lapangan hijau.
Lamine Yamal performs sujūd after scoring his first World Cup goal. pic.twitter.com/IfYOTymJPW
— • (@Alhamdhulillaah) June 21, 2026
Refleksi Mentalitas La Furia Roja
Kemenangan 4-0 ini menjadi pelampiasan emosional bagi Spanyol setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde di laga pembuka. Yamal menegaskan bahwa hasil mengecewakan di laga pertama memberikan pelajaran berharga bagi timnya untuk tampil lebih tajam.
“Laga pertama bukanlah penampilan kami yang sebenarnya, tetapi sekarang kami sudah datang dan ingin meraih lebih banyak lagi. Hasil imbang yang menyakitkan itu membuat kami banyak berpikir dan membantu kami menghadapi pertandingan ini dengan cara yang kami inginkan,” tegas pemain sayap Barcelona tersebut.
Sesuai rencana taktis sang pelatih, Yamal ditarik keluar setelah babak pertama usai timnya unggul 3-0. “Rencananya adalah bermain selama satu babak dan mendapatkan istirahat, tetapi yang paling penting adalah membantu tim. Semuanya berjalan sempurna,” tutupnya.
Dengan gol ini, Lamine Yamal kini tercatat sebagai pencetak gol termuda kedelapan dalam sejarah Piala Dunia. Spanyol sendiri kini mengoleksi empat poin dari dua laga, membuka jalan lebar untuk melaju ke babak 32 besar.
“Saya menonton Piala Dunia terakhir dari ruang kelas, jadi bisa mencetak gol di sini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.” — Lamine Yamal, Winger Timnas Spanyol.