Poin Utama:
- Tepat 15 tahun sejak debutnya, Neymar resmi memegang takhta top skor sepanjang masa Brasil dengan 79 gol, menggusur rekor 60 tahun milik Pele.
- Sempat menghilang nyaris dua tahun akibat cedera horor ACL, Neymar kini kembali menemukan magisnya bersama Santos.
- Staf pelatih Timnas Brasil utusan Carlo Ancelotti diam-diam memantau langsung performa gila Neymar yang sukses mencetak brace pekan ini.
- Sang megabintang menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi misi pamungkas dalam karier sepak bolanya.
Dulu, publik sepak bola dunia begitu yakin bahwa kutukan rekor 77 gol milik Pele tak akan pernah bisa dipatahkan.
Careca gagal. Romario kehabisan bensin. Bahkan, fenomena sekelas Ronaldo Nazario pun tak sanggup menyentuh singgasana itu.
Namun, plot twist-nya justru datang dari sosok yang kerap dilabeli terlalu “rapuh” untuk kerasnya panggung internasional: Neymar da Silva Santos Junior.
Tepat di hari peringatan 15 tahun debutnya bersama seragam kuning canary kebanggaan Brasil, Neymar kini berdiri sendirian di puncak.
Torehan 79 golnya telah menghancurkan rekor 60 tahun yang dulu seolah mustahil disentuh.
Meski begitu, perjalanan sang Raja tak melulu soal kilau rekor. Fans Selecao sempat dibuat cemas dan nyaris patah hati.
Cedera horor ACL saat melawan Uruguay sempat merenggut magis Neymar selama nyaris dua tahun.
Banyak yang mengira, karier internasional wonderkid dari Mogi das Cruzes ini sudah habis.
Namun, kejutan besar terjadi pekan ini. Bermain membela cinta pertamanya, Santos, Neymar tampil full 90 menit untuk kelima kalinya secara beruntun.
Puncaknya, ia memborong dua gol saat menghancurkan Juventude 3-1. Yang bikin publik makin merinding, di sudut stadion tampak beberapa utusan staf kepelatihan Carlo Ancelotti yang sedang memantau langsung sang maestro.
Kembalinya Neymar ke Santos pada Januari lalu ternyata bukan sekadar romantisme masa lalu. Ini adalah deklarasi perang.
“Itu akan menjadi misi terakhir saya. Saya akan mengejar trofi Piala Dunia 2026 ini dengan cara apa pun yang saya bisa,” tegas Neymar.
Don Carlo sendiri tak menutupi kekagumannya. Meski tak memanggil Neymar di skuad perdana karena sang pemain baru saja recovery dari masalah hamstring, Ancelotti memastikan satu tempat spesial di sistemnya.
“Brasil mengandalkannya. Ia kembali ke Brasil untuk bersiap menuju Piala Dunia. Saya sudah bicara dengannya, dan ia sepenuhnya paham,” ungkap pelatih asal Italia tersebut.
Kini, tensi menuju Piala Dunia 2026 makin mendidih. Publik mulai tak sabar menunggu momentum magis di bulan September nanti, saat Brasil dijadwalkan bersua Cile dan Bolivia.
Akankah Ancelotti memanggil kembali sang raja gol untuk menari di kualifikasi? Jika skenario ini berjalan sempurna, bersiaplah menyaksikan salah satu The Last Dance paling emosional dalam sejarah sepak bola modern!



