ONESPORTS.ID – Ketika Tim Nasional Jepang bersiap turun ke lapangan untuk memulai kampanye mereka di Piala Dunia FIFA 2026 dalam beberapa hari ke depan, banyak pihak memprediksi lini serang Samurai Biru akan dipimpin oleh Koki Ogawa. Penyerang NEC Nijmegen itu memang tampil impresif setelah mengemas delapan gol di kasta tertinggi Liga Belanda (Eredivisie) musim ini.
Namun, Ogawa tidak bisa bersenang-senang dulu. Di dalam pemusatan latihan Jepang, ada satu nama besar yang siap memberikan persaingan sengit untuk memperebutkan posisi starter di lini depan. Sosok tersebut adalah rekan sekompetisinya di Eredivisie yang tampil jauh lebih meledak-ledak musim ini: Ayase Ueda.
Penyerang Feyenoord berusia 27 tahun itu baru saja mencatatkan musim yang luar biasa di Eropa. Ueda tampil mengerikan dengan menghancurkan jala gawang lawan sebanyak 25 kali di kompetisi domestik, ditambah torehan satu gol di ajang Liga Malam Jumat, Liga Europa UEFA. Kontribusi masifnya tersebut menjadi pilar penting di balik keberhasilan Feyenoord finis di peringkat kedua klasemen akhir Eredivisie.
Jadi Properti Panas di Inggris
Berkat statistik golnya yang sangat impresif, tidak mengherankan jika Ueda kini menjadi komoditas panas di bursa transfer musim panas. Sejumlah klub elite dari Premier League Inggris dilaporkan sedang mengantre dan melakukan pergerakan intensif untuk mengamankan tanda tangannya.
Berdasarkan laporan dari jurnalis sepak bola Ekrem Konur melalui SportsBoom, trio klub Inggris yaitu Everton, Brighton & Hove Albion, dan Leeds United, sama-sama menaruh ketertarikan besar kepada mesin gol asal Negeri Sakura tersebut.
Menariknya, menurut analisis Konur, ketiga tim memiliki alasan taktis yang berbeda di balik perburuan Ueda:
- Everton: Di bawah komando David Moyes, The Toffees tengah berburu sosok striker yang tidak hanya klinis, melainkan juga memiliki mobilitas tinggi dan kemampuan teknis yang mumpuni untuk meningkatkan kreativitas lini serang mereka.
- Brighton: The Seagulls memproyeksikan Ueda sebagai suksesor jangka panjang untuk menggeser peran striker veteran Danny Welbeck yang usianya sudah semakin menua, sekaligus menambah kedalaman rotasi di sektor depan.
- Leeds United: Klub berjuluk The Whites ini mengusung ambisi besar untuk bertahan permanen di Premier League. Mereka melihat Ueda sebagai finisher tingkat elit, ditambah adanya faktor kedekatan dengan gelandang timnas Jepang, Ao Tanaka, yang diharapkan bisa mempercepat proses adaptasi sang striker di Elland Road.
Tembok Tebal Nilai Transfer
Kendati minat dari tanah Britania begitu menggebu-gebu, proses negosiasi diprediksi tidak akan berjalan mudah. Feyenoord selaku pemilik sah sang pemain telah memasang pagar tinggi untuk aset berharganya tersebut.
Klub raksasa Rotterdam itu menegaskan hanya akan membuka pintu negosiasi bagi klub yang berani menebus Ueda di angka €30 juta hingga €35 juta (sekitar Rp 527 miliar sampai Rp 615 miliar).
Angka tersebut sejauh ini menjadi ganjalan terbesar, terutama bagi Everton. Manajemen The Toffees dilaporkan baru menyiapkan proposal penawaran di kisaran £18 juta hingga £20 juta (sekitar €18 juta). Jurang pemisah harga yang cukup lebar antara ekspektasi Feyenoord dan kemampuan finansial klub peminat inilah yang kini menjadi rintangan utama sebelum transfer resmi terealisasi.
Untuk saat ini, saga transfer tersebut tampaknya akan sedikit mereda karena fokus utama Ayase Ueda akan sepenuhnya tercurah pada pembuktian diri di Piala Dunia 2026. Skuad Samurai Biru dijadwalkan melakoni laga pembuka yang sangat berat di fase grup dengan menantang tim raksasa Eropa, Belanda, pada Minggu sore waktu setempat (pukul 16.00 EST). Performa Ueda di laga tersebut dipastikan akan menjadi panggung audisi langsung di hadapan para pemandu bakat klub-klub Premier League.
“David Moyes mencari profil penyerang yang gesit dan klinis untuk lini depannya… Sementara faktor Ao Tanaka memainkan peran hulu ledak yang menentukan bagi Leeds United yang ingin menambah finisher level elite agar bisa bertahan permanen di Premier League.” — Ekrem Konur, Jurnalis Sepak Bola.



