TANGERANG, OneSportsID – Tragedi di kandang sendiri harus dialami oleh Persita Tangerang. Menjamu Persijap Jepara pada pekan ke-32 Super League di Banten International Stadium, Minggu (10/5/2026) sore WIB, skuad Pendekar Cisadane justru luluh lantak dilibas tamunya dengan skor telak 0-3.
Laga yang diwarnai dengan tensi panas ini menjadi bukti nyata bahwa dominasi penguasaan bola tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan kedisiplinan transisi bertahan dan efektivitas penyelesaian akhir.
Petaka Melawan Arus di Babak Pertama
Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan ditiup, Persita sejatinya tampil sangat agresif dan dominan dalam menguasai ritme permainan. Namun, asyik menyerang justru membuat pertahanan mereka lengah.
Kejutan terjadi pada menit ke-25 ketika Laskar Kalinyamat melancarkan skema serangan apik. Berawal dari pergerakan Aly Ndom di sisi kiri, bola diumpan ke Iker yang kemudian diteruskan secara brilian ke ruang tembak. Dicky Kurniawan yang terlepas dari kawalan kiper Igor dengan tenang menceploskan bola ke dalam gawang. Skor 0-1 menutup paruh pertama.
Hukuman Mematikan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Persita mencoba meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas untuk menyamakan kedudukan lahir di menit ke-47 melalui Hokki Caraka. Menerima umpan cantik jarak dekat dari Pablo Ganet, Hokki berhasil melepaskan tembakan di tengah kawalan bek lawan. Nahas, dewi fortuna belum memihak karena bola hanya membentur tiang kanan bawah gawang Sendri Johansah.
Melihat kebuntuan Persita, pelatih Persijap memasukkan Sudi Abdallah menggantikan Iker Guarrotxena di menit ke-59. Keputusan ini terbukti menjadi masterclass taktik.
Hanya berselang belasan menit di lapangan, Sudi langsung memberikan dampak instan. Pada menit ke-73, ia menerima umpan lambung langsung (direct pass) jarak jauh dari Diego Brito. Lini belakang Persita yang naik terlalu tinggi (high defensive line) membuat pertahanan menjadi kosong melompong. Sudi yang tinggal berhadapan satu lawan satu (head-to-head) dengan kiper Igor langsung menyundul bola masuk ke gawang. Skor berubah 0-2.
Persita yang panik semakin hancur hanya dua menit berselang. Tepat di menit 75, Carlos Franca mendapatkan umpan dari tengah lapangan, menggiring bola dengan kecepatan penuh, dan bahkan sempat menggocek kiper Igor sebelum menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong tanpa penjagaan.
Kartu Merah Perparah Derita Tuan Rumah
Frustrasi tertinggal tiga angka di kandang sendiri membuat para pemain Persita kehilangan ketenangan. Puncaknya terjadi pada menit ke-81 ketika bek tengah andalan mereka, Javlon Guseynov, diganjar kartu merah oleh wasit akibat melakukan pelanggaran berat kepada pemain Persijap.
Bermain dengan 10 orang membuat Persita tidak bisa berbuat banyak di sisa waktu. Skor 0-3 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Opini Analisis Pertandingan
Sebagai pengamat, kemenangan 3-0 Persijap ini murni kemenangan taktik (tactical masterclass). Mereka tahu betul bahwa Persita akan bermain terbuka di kandang. Persijap dengan sabar menumpuk pertahanan, membiarkan Persita mendominasi ‘ball possession‘, lalu menghukum mereka lewat serangan balik kilat.
Gol kedua dan ketiga yang dicetak Sudi dan Franca adalah bukti rapuhnya koordinasi garis pertahanan tinggi Persita, yang membiarkan kiper mereka terisolasi tanpa perlindungan bek di sepertiga akhir lapangan.
Susunan Pemain
Persita Tangerang: Igor Rodrigues (PG); Zalnando, Kozubaev, Javlon Guseynov (Kartu Merah 81′), Muhammad Toha; Sin Yeong (Zulfan Djiaulhaq 58′), Ramon Bueno, Pablo Ganet; Esal Sahrul, Hokki Caraka, Andrejic Aleksa.
Persijap Jepara: Sendri Johansah (PG); Najeeb Yakubu, Jose Luis, Rahmat Hidayat (Buyung Ismu 59′), Diego Brito; Ali Ndom (Alexis Nahuel 46′), Borja Martinez, Adzikry (Rendy Saepul 46′); Dicky Kurniawan, Carlos Franca, Iker Guarrotxena (Sudi Abdallah 59′).

